AL Dan EL

AL Dan EL
Keajaiban Lima Puluh Enam


__ADS_3

Alasan apa lagi untuk menyakinkan seseorang bahwa dia jatuh cinta, apa alasan dari kehilangan ?


⏳⏳⏳


Al dan El sudah duduk didepan tenda Arnol, mereka sedang memanggang ikan bakar yang tentunya didapat Al dari merampas milik Arnol. Arnol hanya menjadi saksi bisu dari kebucinan Al.


"Al kira El beneran gak berangkat soalnya besok udah mau pulang" kata nya menatap El yang sedang mengipasi ikan.


El masih diam saja tanpa menanggapi kalimat yang dituturkan Al. Perempuan itu meletakkan kepalanya di lengan El.


"El kemana sih emang kemaren kok gak mau ikut dari awal aja?"


El menoleh lalu mengangkat ikan yang sudah dia bakar dan di berikan ke Al.


"Ke Surabaya" katanya


"El gue gak dikasih, itu kan ikannya gue yang beli" Arnol yang sedari tadi hanya duduk di belakang sudah tidak tahan lagi.


Dia berpindah untuk duduk didesebelah El. Kemudian nyengir ketika ditatap lelaki yang berwatak dingin dan keras kepala itu.


"Panggang sendiri" katanya


"Astagaaaaa" Arnol berteriak kencang "Lo kudu manggangin gue dong, kan gue udah nyewain tenda buat elo, gue udah ngasih ikan buat kalian panggang berduaan" protes Arnol tidak terima


"Ihhh Arnol, kalo Arnol mau, Arnol panggang sendiri"


Arnol menatap Al dengan sengit, lalu berdecak "Dasar bucin" ejeknya


"Enak tahu jadi bucin, apalagi kalo ada objeknya" Al melingkarkan tangan ke lengan El.


Dan karena kesal Arnol lantas bangkit dan pergi entah kemana, yang jelas dia pergi dengan perasaan dongkol setengah mati.


Setelah menghabiskan dua ikan untuk dimakan Al, acara jurit sebentar lagi dilaksanakan, Al lantas bergabung dengan kelasnya sedangkan El sudah di panggil Hafiz dan mendapatkan arahan mengenai tugas sebagai penjaga pos.


Sebenarnya El tidak mau melakukan ini kalau bukan karena dia ingin ikut camping.


"Jadi entar setiap siswa Lo kasih soal" Hafiz menyodorkan selembar kertas "Lo ada di pos ketiga sama Nanda, Sholeh, Haikal dan beberapa anak kelas dua lainnya" imbuh Hafiz.


Saat Hafiz sedang menjelaskan tugasnya di pos tiga, El menatap dibelakang Hafiz, disana Kharisma dan Arnol seperti sedang bercakap sesuatu yang penting, wajah keduanya tampak serius, tapi El tidak tahu apa yang mereka bicarakan.


"El Lo paham kan?" Tanya Hafiz


El hanya mengangguk saja dan membawa pergi kertas yang diberikan Hafiz lalu ikut bergabung dengan Nanda, Sholeh dan yang lainnya. Tenang tadi Nanda dan lainnya sudah berkenalan dengan EL.


"Ganteng banget ya pacarannya Al" Al yang ada di barisan belakang memuji ketampanan El yang sedang berdiri dibarisan depan bersama panitia camping.

__ADS_1


"Heran deh kayak di dunia ini gak ada yang ganteng selain El" cibir Ivana "inget ya Al, jangan ngaku ganteng kalo di dunia ini masih ada Oh Sehun" tekan Ivana merasa gemas


"Ih" Al melirik Ivana lalu tersenyum "Kan Oh Sehun sama El beda negara"


"Terserah elo deh, kayaknya ngomong sama elo emang gak ada habisnya" Ivana akhirnya menyerah sendiri.


"Jadi setiap kelompok terdiri dari dua orang, karena kelas kita banyak kita akan nyusuri hutan di daerah ini" Hafiz memberitahu "Per pos dijaga oleh enam orang, nah di setiap pos itu ada soal soal yang harus kalian pecahkan, soal itu nantinya yang akan keluar di Tri out pertama "


Mendengar kalimat Hafiz kelas per kelas langsung ricuh, aneh saja, biasanya jurit dipenuhi soal soal yang gampang nah ini soal Tri out di bawa ke acara jurit.


"Kalian ditugaskan untuk mengikuti tanda yang sudah di kasih sama panitia, sampe kalian nemuin kisi kisi soal Tri out yang berada didalam botol" Hafiz menjedanya "Nah kisi kisi soal ini hanya ada lima puluh tujuh, jadi dua lima  puluh tujuh kelompok yang cepet akan dapetin kisi kisi soal"


Keluhan selalu menyambut kalimat Hafiz, tapi mantan ketua OSIS itu tampak tidak perduli dan membagi kelompok seperti absen. Awalnya nama Al dan El satu kelompok tapi karena lelaki itu tengah betugas sebagai panitia, jadi Al sekelompok dengan Arnol.


"Bisa ganti cewek yang lebih bening gak? Masak gue dapet nenek sihir" ucap Arnol sambil berteriak kencang.


Orang yang berada di dekat barisan Arnol, terutama orang yang mendengar kalimat Arnol langsung tertawa terbahak bahak. Sedangkan Al kontan melirik Arnol dengan tajam, Untung jarak Arnol dan Al jauh, kalau tidak mungkin perempuan itu sudah meninjunya sampai lengan Arnol memar.


"Lah mending elo dapet cewek, gue dapet terong men" Sautan dari kelas sebelah kembali membuat barisan gaduh


"Yah gagal jep ajeb" timpal yang lainnya


"Dengar!!!" Suara Hafiz membuat kericuhan terhenti "per orang harus menjaga teman se kelompoknya, kalau ada apa apa sama  kelompok kalian, akan mempengaruhi nilai di rapot"


⏳⏳⏳


El menatap sekeliling dimana ditempatnya adalah pos ketiga dari lima pos. Tidak ada percakapan dari pos ini, El hanya diam sambil mengamati tulisan teman satu posnya, sedangkan Nanda dan Sholeh terlihat saling menggoda


"Astaga gue berasa pengen bawa motor kesini" suara Arnol langsung terdengar saat mereka tiba


Keringat yang menetes di pelipis Al tidak membuatnya berhenti tertawa, perempuan itu malah tersenyum dan berdiri disebelah El yang juga berdiri menyambut mereka. Banyak kelompok yang berbaris menunggu soal.


"Gue gak yakin kalo kalian bisa cepet nyelesaiin ini" ujar El memberikan soal Matematika pada mereka.


"Cobaan ini emang gak pernah ada habisnya, udah jalan berkilo kilo sekarang kudu ngerjain matematika" keluh Arnol


"El bisa diganti gak soalnya, ini sampe lebaran monyet juga gak bakal selesai" lanjut Arnol memprotes


"Ih gak papa Nol gak selesai, lagian Al suka kok disini" Al tersenyum menggoda El dan lelaki itu justru diam saja.


"Ck his" saat godaannya tidak mendapat respon wajah Al langsung berubah.


"Udah buruan" kata El setengah membentak


Mau tidak mau Al dan Arnol mengerjakan, meskipun harus dibantu oleh El setidaknya mereka tidak harus menetap di pos ketiga dengan lama. Setelah selesai mengerjakan soal, mereka lanjut kearah pos selanjutnya, sampai pada pos terkahir dimana pos ini tidak dijaga oleh siapapun dan hanya di beri petunjuk di pos keempat mengenai soal dalam botol yang harus mereka temukan.

__ADS_1


Suasana jurit tidak terlalu menyeramkan sebab banyak orang yang berkumpul disini, Al dan Arnol masih menyibak semak semak, mencari dengan senter yang mereka bawa. Meakipun Arnol tidak bersemangat untuk menemukan soal dalam botol setidaknya dia bisa jadikan pencarian ini sebagai ajang pamer wajah.


"Ketemu" salah satu siswa yang berada di sisi jurang berteriak.


Al dan Arnol lantas menoleh saat kedua pasangan itu sudah berlari menuju pos keempat dan kembali hingga pos pertama


"Lo cari yang bener dong Al jangan diem aja" Arnol lantas berteriak


"Iya iya , ini juga Al lagi nyari" Al berjalan ke sisi kanan.


⏳⏳⏳


El sibuk merapikan soal soal dan memungut tikar yang mereka gunakan, sedari para peserta berlalu lalang kembali ke pemukiman tenda, El tidak banyak memperhatikan mereka.


"Kayaknya udah pada balik semua deh kak, turun yuk" ajak Sholeh


El menoleh kebelakang, entah kenapa hatinya terasa mengganjal, tapi dia tidak mau disini sendiri , apalagi obat nyamuk yang mereka gunakan sudah habis lima belas menit yang lalu.


El terus berjalan diikuti teman satu posnya hingga berada di pemukiman camping. Disana, semua tampak tengah berbaris memeriksa teman sekelasnya masing masing.


"Arnol sama Al belum balik" teriak Hafiz yang baru selesai memeriksa teman sekelasnya,


Mendengar nama Al disebut El lantas menoleh dengan tajam, tatapannya langsung menyusuri seluruh barisan kelas.


"Pos empat tadi ngeliat Al sama Arnol gak?" Tanya Hafiz pada Ulfa


Perempuan rambut pendek yang hampir terlihat seperti lelaki itu diam saja tanpa menjawab.


"Jangan bilang elo gak ngecek anak anak yang balik tadi" Hafiz setengah berteriak.


"So-sory kak" Ulfa menunduk ketakutan dengan wajah pucat


"Elo kan udah gue kasih tugas, catet semua siswa yang lapor ke pos kalian sebelum balik ke tenda" Hafiz kini benar benar marah


El sudah menggenggam tangan dan hendak berjalan pergi untuk mencari Al, tidak lama suara langkah kaki yang cepat terdengar menuju arah mereka.


"Dimana Al?" El lantas menghampiri Arnol dan menodong dengan pertanyaan


"Emangnya Al belum balik?" Tanya Arnol


"Dimana Al?" Suara El kini benar benar keras


"Gue juga gak tahu" Arnol mengatur nafas "Tadi gue tinggal kencing bentar, gue balik lagi dia udah gak ada di posisinya, gue kira dia udah balik duluan ninggalin gue makanya gue lari cepet cepet"


El mengeraskan rahang, apalagi melihat sorot mata Arnol yang terlihat aneh.

__ADS_1


note : gaes jangan lupa kasih rantung bintang yang bagus ke novel ini


kan gue apdate terus, Jan kalian kasih rendah ya


__ADS_2