Ambisi Besar Sang Raja Muda

Ambisi Besar Sang Raja Muda
Chapter 100:Mengetahui Rencana Musuh


__ADS_3

Di ibukota kerajaan Svardia,Fermund yang bersama seluruh keluarganya yang sedang bersantai berbicara di ruang pribadi.


Tiba tiba kedatangan anggota Night Raven dari cabang asosiasi di wilayah duke Ryvalt.


Anggota Night Raven itu memberi Fermund surat yang sudah distempel dengan lambang asosiasi burung hantu.


Fermund mengambilnya dan membuka amplop itu,dia membaca beberapa tulisan itu.


"Ada kapal militer kota Rovalor yang menuju King's Domain?" Kata Fermund mengkonfirmasi


"Benar,diduga mereka mengirim utusan ke ibukota King's Domain"


"Strandborg ya,dia ingin beraliansi ke konfederasi untuk menanganiku,sangat bodoh"


Rulker dan tiga saudarinya tersenyum sedangkan Edwina bingung melihat mereka tersenyum.


"Raja itu pasti menolak permintaan aliansinya" kata Felis


"Kenapa?" Tanya Edwina


"Karena putranya ada di tanganku"


Edwina pun menanyakan pada dirinya sendiri karena dia tak sadar akan hal itu.


"Mungkin konfederasi akan beraliansi dengan Strandborg setelah mereka menebus putra mereka padaku,tapi aku tak akan menerima tebusan mereka"


"Keputusan yang bijak,raja itu akan kita persulit sampai dia setengah mati berusaha untuk membuat putranya kembali" kata Levina


Rulker pun tertawa dan berkata "Kau sangat kejam nona Levina,tapi meskipun mereka musuh kita,mereka adalah orang tua yang menyayang anaknya"


Fermund tersenyum dan membenarkan perkataan ayah mertuanya,dan dia pun memberitahu rencananya ke semua keluarganya.


"Aku akan mengembalikan pangeran itu setelah pesta pernikahanku tanpa tebusan,agar saat pernikahan,akan ada sedikit ancaman dari musuhku"


"Alu sependapat denganmu kakak,tapi bagaimana dengan orang yang akan dikirim mengganggu kita saat pernikahan?" Tanya femina khawatir


Fermund pun menjawabnya dengan tenang,dia berkata "tenang saja aku akan membutuhkan butler assassin,haah,sidah berapa lama aku melupakan mereka"


"Butler assassin?" Kata Rulker dan Edwina serentak.


Felis pun menjelaskan pada mereka,apa itu butler assassin.


"Seperti namanya,butler assassin adalah seseorang yang dilatih keras untuk menjadi butler sekaligus assassin"

__ADS_1


"Dan yang mendidik mereka adalah mentri kami tuan Rundolph,dulu dia adalah butler pribadi kakakku"


Perkataan Felis membuat Rulker dan Edwina terkejut,mereka dua menatap Fermund yang sedang tersenyum.


"Alasan aku menjadikannya mentri karena dia pintar,dan bisa membantu melakukan semua urusanku,dia juga pernah melakukan pekerjaan kotor yang kusuruh"


Rulker menyentuh kepala botaknya dan berkata "yaah,rupanya menantuku punya sisi gelap,aku sudah tahu soal kudeta itu dari lama sekali"


Edwina kembali terkejut ketika mendengar perkataan ayahnya,dia tak percaya Fermund mengkudeta pamannya untuk tahta,selama ini Edwina kira Fermund naik tahta karena pamanya sakit.


Levina pun berkata pada Edwina "Apa sekarang kau takut pada suamimu sendiri?"


"Tentu tidak kakak ipar,aku mempercayai suamiku melakukan pekerjaan kotor karena terpaksa" jawab Edwina.


Edwina dilihat terus oleh Fermund saat menjawab pertanyaan Levina.


Edwina pun hanya tersenyum pada Fermund dan tanganya dipegang oleh Fermund.


"Jangan khawatir,aku akan menjagamu,hanya saja dari lahir aku sudah main trik,dan aku tak akan bermain trik denganmu"


Semua orang hanya melihat mereka berdua bermesraan.


Sementara utusan dari King's Domain siap untuk berangkat ke ibukota Svardia,mereka berlayar dari pelabuhan terdekat dari ibukota.


Saat mereka melewati wilayah Svardia,mereka terus dihentikan dan utusan itu mengatakan kalimat yang sama berulang kali.


Satu kapal itu dijaga ketat oleh armada Svardia dan beberapa prajurit di dermaga,dan tiga utusan yang membawa peti berisi koin emas itu masuk ke kereta kuda yang disiapkan penguasa kota.


Mereka hendak dikawal,lebih tepatnya diawasi dari dekat menuju ibukota.


"Kenapa mereka disini"


"Bukankah mereka musuh"


"Dan juga kapal mereka dijaga dengan ketat oleh prajurit kita"


Semua penduduk pelabuhan Sirnest dari jauh menggunung tentang kapal itu,mereka heran kenapa bisa musuh mereka nekat pergi ke jantung kerajaan.


Tiga utusan itu masuk kereta kuda dan diantar oleh pasukan kavaleri kerajaan,mereka berjalan menuju ibukota.


Setelah perjalanan mereka hampir sampai,ada salah satu prajurit yang lebih dulu berlari kencang untuk melaporkan pada penjaga gerbang ibukota tentang tiga utusan dari King's Domain.


Mereka bertiga digeledah dan tak menemukan apapun yang berbahaya.

__ADS_1


"Mereka bisa masuk" kata prajurit yang memeriksa tiga utusan itu


Mereka langsung ke istana,kebetulan di ruang tahta istana terdapat perkumpulan.


Fermund bersama Edwina yang duduk di singgasana,serta tiga kursi mewah di kiri Alviers terdapat tiga saudarinya.


Di sisi Edwina ada ayahnya yang berdiri untuk tindakan waspada melindungi putrinya.


Semua orang sepertiĀ  jendral,mentri dan kepala penyihir kerajaan beserta empat keluarga besar militer hadir disana.


Kemungkinan mereka memberikan laporan latihan gabungan yang dikumpulkan oleh semua instruktur militer.


Saat keluarga Ritzer akan berbicara,utusan itu tiba tiba datang.


"Maaf mengganggu yang mulia tapi utusan dari King's Domain datang"


Semua orang itu terkejut mendengarnya,empat keluarga militer itu semuanya berdiri di sisi kiri dan hanya diam melihat utusan itu datang.


Para utusan itu juga sama takutnya melihat beberapa laki laki bertubuh besar seperti jendral Brenston,perwira Bruvas dan tuan Rhogan dari keluarga Ritzer.


Tatapan mereka membuat mereka gemetar,namun mereka harus melakukan misi mereka.


"Raja Fermund,ini adalah tebusan untuk pangeran kami,apa anda bisa melepaskan pangeran kami?" Pinta salah satu utusan itu


Fermund terdiam agak lama dan salah satu utusan itu spontan berkata "jika bebasnya tak cukup,kami alan mengirim lagi,tolong berikan pangeran kami" pinta utusan itu dengan semangat.


Fermund pun menjelaskan pada mereka apa yang akan dia lakukan dengan pangeran itu.


"Aku akan membebaskan pangeran kalian"


Setelah mendengar itu,wajah bahagia terlintas dari utusan itu.


Namun mereka tak tahu jika Fermund masih belum berhenti berbicara.


"Tapi,aku akan membebaskannya setelah pernikahannya selesai"


Semua utusan itu ingin mempertanyakan hal itu tapi mereka tak berani.


"Aku akan melepaskan pangeran kalian tanpa tebusan,pangeran itu akan dipulangkan dengan aman aku berjanji"


"Jadi kami harus menunggu pernikahan anda selesai terlebih dahulu lalu memulangkan pangeran?"


Fermund mengangguk mendengar utusan itu mengkonfirmasi perkataannya.

__ADS_1


Utusan itu pun disuruh pulang dengan membawa emas mereka juga.


Mereka pun tak punya pilihan dan menuruti perkataan Fermund.


__ADS_2