Ambisi Besar Sang Raja Muda

Ambisi Besar Sang Raja Muda
Chapter 93:Diluar Perkiraan


__ADS_3

Seorang prajurit menuju asosiasi burung hantu membawa tugas dari raja,Sedangkan Fermund hanya duduk dan menenangkan diri.


Dia teringat.akan kunjungan mertua dan calon istrinya kemari besok,dia pun menyiapkan  beberapa harta berharganya untuk calon istrinya.


Fermund menyuruh seorang prajurit untuk pergi menghubungi penanggung jawab keuangannya di  mansion yang pernah dia tinggali.


Disana masih ada banyak emas yang masih tersimpan dengan baik di  penyimpanan bawah tanah,


Dia juga mengirim pesan ke pelabuhan Sirnest untuk menjemput dan mengawal mereka saat di perjalanan.


Setelah beberapa saat dia kembali tenang dan melakukan pekerjaannya,banyak kertas menumpukyang harus dia periksa.


Semuanya pergi kecuali Levina yang membantu Fermund menyelesaikan semua tugasnya.


Setelah beberapa hari setelah penaklukan,semua orang baru mengetahui berita pelabuhan yang ditaklukkan itu.


Fermund sekarang punya wilayah di luar benua,dia juga melatih semua orang orang dari Kota Rolkin untuk menjadi pasukan elit Sky Hunter.


Sementara itu di wilayah Bleisenerg,penyihir dari klan Valdis sedang melatih semua penyihir ibukota,dan pria mata mata itu sedang sparring dihadapan banyak prajurit pedang untuk pelatihan bagi infantri.


Mereka diperkuat untuk tujuan berperang,karena Talker mendengar jika kemarin malam pelabuhan Rolkin diserang oleh konfederasi.


Dan juga mereka dilatih untuk menjadi pengawal dan penjaga,karena tinggal satu hari lagi mereka bisa ke ibukota Svardia dan bertemu.


Mereka berdua pergi ke beberapa tempat untuk menyiapkan hadiah untuk Fermund,mereka membeli banyak barang khas wilayah Bleisenerg.


Mereka memilih milih semua yang cocok dan mengemasnya didalam peti dan wadah yang mewah.


"Putriku,besok kau akan bertemu dengan calon suamimu,apa kau siap?" Tanya Rulker


Edwin tersipu malu dan tersenyum,dia hanya mengangguk,melihat itu Rulker merangkul putrinya dan mencium kepala putrinya lalu pergi untuk melakukan urusan yang lain.


Sementara itu di suatu pelabuhan di kota Gothwand,pria jangkung pemimpin klan itu kecewa saat pasukan yang dikirim oleh raja itu kalah,dia pun menggunakan suatu strategi dan memberitahu semua prajurit di armada itu.


Para pemimpin pasukan beserta komodor dan satu laksamana itu diundang ke sebuah gazebo besar dengan meja dan kursi,didekat pangkalan militer angkatan laut.


"Kalian ngundang kemari karena aku ingin mengambil alih komando kalian,lagipula aku punya strategi bagus yang bisa diterapkan"

__ADS_1


Semua orang itu pun terpaksa harus mengikuti perintahnya agar mereka bisa pulang tanpa membawa kekalahan.


Saat penguasa kota itu ingin menjelaskan strateginya,muncul seorang prajurit membawa pesan,dia berlari dan menuju pria jangkung itu.


Pria jangkung itu mengambil kertas yang sudah diserahkan,dia pun membacanya,matanya melotot dan tertawa pelan,setelah itu dia meremas surat itu dan membuangnyanke lautan.


"Aku punya berita untuk disampaikan" teriak pria jangkung itu


"Katakan pada kami tuan Madorv" tanya laksamana


Dia menjelaskan tentang kepergian Rulker dan putrinya menuju ibukota Svardia untuk bertemu dengan raja.


Semua orang pun tahu jika pria yang ada didepan mereka ini memiliki rencana.


"Aku tahu pasukan Svardia di pelabuhan Rolkin itu akan menjadi perisai dan selaku bersiaga jika terjadi penyerangan,tapinkita akan membodohi mereka dengan straregiku"


Madorv itu menjelaskan rencananya dan dia akan melakukan aksinya besok saat Rulker sedang berada dalam perjalanan ke Svardia.


"Kita akan maju ke celah diantara pesisir dan benteng yang ada di pulau lalu pasukan kita yang lain akan datang dari balik benteng dan berputar keutara untuk mengepung dengan barisan kapal yang erat"


"Bagaimana dengan entengnya tuan?" Tanya seorang prajurit biasa


"Akan ada beberapa kapal yang diam dan melingkari benteng untuk menyerang semua penyihir api itu"


"Jadi dengan begitu kita bisa menaklukkan kota Rolkin kembali"


Mendengar itu,Madorv menggeleng geleng,tujuannya saat ini adalah mengirimkan kapal ke Rulker.


Kapal yang menyerang pelabuhan Rolkin itu hanya untuk menyibukkan armada Svardia agar tidak bisa melakukan perlawanan,sementara ada armada lain yang terus melaju menuju wilayah Bleisenerg,ataupun menuju selat antara benua dan pulau besar.


Semua orang mengerti dan mempersiapkan semuanya,mereka berharap rencana mereka berjalan dengan sempurna.


Madorv juga mengirim pesan ke pangeran tentang informasi yang terjadi dan juga menyatakan idenya di surat itu.


Beberapa waktu setelah mereka melakukan persiapan,sepuluh kapal besar dari King's Domain sudah datang.


Dan pangeran manja itu melambai lambai,mereka bertemu dan ikut bersiap untuk melakukan penyerangan mereka selanjutnya.

__ADS_1


"Tuan Madorv!!,Aku sudah membaca kesanku dan kemari atas izin ayahku,aku membawa pasukan pengawalku yang bisa ku suruh bertempur nanti"


"Bagus jika begitu,kita akan menjalankan serangan besok,untuk sekarang kita akan berpesta"


Waktu sudah mulai sore,saat matahari terbenam dan menjelang gelap,mereka tak sabar untuk menanti hari esok dengan berpesta hingga pagi.


Saat pagi hari tiba  mereka berangkat dengan tiga armada ada armada King's Domain yang dipimpin oleh pangeran dan komodor.


Lalu ada armada dari Wirnolia yang dipimpin oleh laksamana,dan juga armada Gothwand yang dipimpin oleh Madorv.


Tiga armada itu berlayar melintasi lautan dengan kebanggaan dan semangat,dan juga rencananya armada Gothwand dan Wirnolia akan menuju Rolkin.


Mereka akan mengulur waktu armada pangeran untuk pergi tanpa khawatir dihadang oleh armada Svardia.


Dari jauh mereka sudah bisa melihat dengan jelas,pelabuhan Rolkin yang ada didepan mereka.


Mereka bersorak gembira dan bersemangat untuk bertempur di lautan,namun mereka melihat sesuatu yang tak terduga.


Terdapat beberapa armada Svardia muncul berlayar membentuk barisan yang lebar seperti tembok.


Armada Svardia berbaris di sisi kanan benteng dan antara satu kapal dengan kapal yang lain,terdapat jarak yang sangat dekat.


Selain itu,di celah perairan antara tembok kota dan benteng itu terdapat dermaga baru yang ada di dekat benteng benteng.


Di jalan masuk ke celah perairan itu dipasangi barikade pasak kayu yang ditajamkan dan ditancapkan ke dasar laut.


Mereka hanya terdiam dan menganga melihat armada Svardia yang sudah siap untuk perang.


Akhirnya tiga kapal yang terdapat pemimpin armada itu saling mendekat dan berbicara menyusun strategi,semua kapal dari konfederasi berhadap hadapan dengan kapal Svardia.


Laksamana Beryton tertawa bersama semua prajurit di kapal bendera sambil makan roti dan berkata "Apa mereka mengira kita bodoh dan dapat dikalahkan begitu saja"


"Benar laksamana,kini mereka tak bisa berbuat apa apa dan maju tanpa rencana ataupun strategi"


Rupanya setelah penyerangan mereka saat malam itu membuat mereka semakin waspada dan membangun pertahanan.


Beryton tanpa menunggu waktu lama,dia tak memberi memusuhnya kesempatan dengan segera menyuruh semua armada untuk berlayar mendekat dan menyerang.

__ADS_1


__ADS_2