Ambisi Besar Sang Raja Muda

Ambisi Besar Sang Raja Muda
Chapter 47:Invasi Gelombang Kedua


__ADS_3

Pasukan baru perlahan-lahan telah dibentuk dan pemimpin pasukan yaitu Bruvas menunggu kedatangan pasukan dari kediaman Brestan.


Sedangkan tiga kota lainya sudah tahu bertita tentang invasi gelombang dua itu,mereka diperintahkan untuk tetap berada di wilayah taklukan sebelum seluruh wilayah barat ditaklukkan.


Sekarang Fermund bergabung bersama sudarinya yangbsedang bersantai di sekitaran gazebo.


Fermund ikut merangkai bunga bersama Feona,dan ia terkadang berbicara soal strategi perang bersama Felis.


Mereka bertiga didatangi oleh beberapa prajurit penjaga,mereka seperti membentuk barisan untuk melindungi seseorang.


"Kalian semua,beri aku jalan,jangan menghalangi aku"


Seorang wanita keluar dari barisan prajurit itu dan mengagetkan mereka bertiga,Felis menjatuhkan bukunya dan berlari ke wanita itu,begitu pula dengan Feona yang meninggalkan rangkaian bunganya di meja.


Mereka memeluk wanita itu erat erat,wanita itu sesak dan meminta mereka untuk tidak memeluk terlalu kuat.


Wanita itu memberi salam hangat "halo sepupuku sekalian,iya,ini adalah aku,nona Levina yang menawan"


Felis dan Feona tersenyum melihat itu.


Wanita berambut hitam itu bernama Levina,putri dari keluarga kerajaan faksi Brestan,Fermund hanya diam dan terkejut melihat dia ada disini,bagi Fermund wanita itu adalah masa lalunya yang tak ingin diketahui siapapun.


"Sepupuku Fermuund!" Levina berlari menuju Fermund dan mencium pipinya


"Mmuach"


Levina mengecup Fermund lama sekali sampai sampai kecupanya membekas di pipi Fermund.


Fermund pun menggunakan kedua tanganya dan menjauhkan Levina darinya.


"Levina,kenapa kau kesini,apa ada urusan?" tanya Fermund


"Sepupuku,kenapa kau tak begitu bahagia jika aku disini,aku datang kemari karena ingin ikut andil untuk mengatur pasukan bersamamu"


Felis dan Feona mendekati mereka dan memeluk mereka berdua.


"Oh ya,aku ingin menyampaikan kabar,pasukan dari Brestan sudah bertemu dengan pasukan duke Wenster,mereka sudah berangkat dari tadi untuk invasi" kata Levina menjelaskan


"Baguslah jika begitu,kuharap tak ada masalah yang menghambat"

__ADS_1


Levina pun merangkul lengan Fermund dan berkata "Sepupuku,kau selalu punya  segudang rencana dan trik,itu yang aku suka darimu,aku jadi teringat masa lalu ketika kita kecil,kita bersama sama menipu banyak orang di istana"


Fermund pun hanya terdiam,masa lalunya yang sering melakukan kenakalan,dia melakukan penipuan bersama Levina yang kebetulan juga punya bakat kelicikan didalam kepalanya.


"Kita bermain main dan menggunakan anugrah yang diberikan oleh dewa pada kita,kita punya banyak trik dan tipu daya," kata Levina di dekat telinga Fermund


Felis dan Feona sudah menduga kalau sepupunya Levina masih belum berubah,dia masih saja seperti dahulu,selalu mengajak kakak mereka untuk berbuat sesuatu dengan kecerdikan mereka.


"kudengar kau mengkudeta pamanmu dengan berbagai skema,aku apresiasi perbuatanmu itu,sepupuku tercinta" kata Levina dengan tatapan maut yang membuat Fermund salah tingkah.


Mereka berbicara sangat lama hingga mereka lapar,mereka semua pergi ke ruang makan dan makan bersama.


Sementara itu,Bruvas bersama seorang pria yang memimpin pasukan faksi Brestan,mereka pun berkenalan.


"Namaku Brusvan,aku ingin tahu siapa namamu pria pemberani"


"Namaku adalah Klenisberg,pemimpin pasukan dari keluarga kerajaan faksi Brestan"


Mereka telah memasuki perbatasan setelah melewati beberapa jalan yang terhubung ke wilayah utara,mereka perlahan saling mengenal dan bercengkrama disepanjang jalan wilayah musuh.


Saat mereka berhenti untuk beristirahat di bukit,mereka melihat peta wilayah barat  kerajaan Valmurg,terdapat dua kota dan dua benteng di wilayah itu.


Empat pasukan yang terpecah berjumlah 1.875 prajurit,mereka masing masing dipimpin oleh dua komandan batalion,dua komandan itu menjadi ketua dan wakil yang bertanggung jawab atas pasukan itu.


Mereka sudah beda jalan,mereka berpisah di bukit itu dan menuju tujuan penaklukan mereka,Bruvas dan Klenisberg menjadi ketua dan wakil dari pasukan yang akan merebut kota bernama Pontimer.


Segera saja mereka menuju kota itu,dan mereka berharap kalau kota itu  menyerah saja agar tak ada pertumpahan darah.


Setelah mendekati kota itu,mereka membangun perkemahan danmengambil beberapa logistik di pedati untuk makan siang


Pasukan pengintai musuh yang dari tadi mengamati mereka di menara kota,dan pengintai itu selalu memberi tahu pemimpin garnisun tentang apa saja yang mereka lakukan.


"Apa mereka berada di jarak tembak anak panah?" Tanya pemimpin garnisum


"Sepertinya tidak,mereka mendirikan tenda agak jauh dari jarak tembak anak panah,mereka menempatkan catapult mereka di depan untuk melindungi kemah mereka" kata pengintai itu menjelaskan


Pasukan Bruvas itu pun makan makan setelah masakan jadi,setelah mereka semua kenyang,prajurit pun mulai bergantian berjaga,sepertinya Bruvas hendak menyerang besok pagi,namun dwngan tindakanya,ia memancing kemarahan musuh mereka yang tadi hanya melihat aktivitas mereka saat dalam keadaan bersiap.


"Berani beraninya mereka mengabaikan kita,keluarkan pasukan kavaleri untuk menghancurkan tenda mereka,jika mereka membentuk pertahanan,lakukan formasi Hit And Run untuk memancing mereka ke jarak tembak anak panah" teriak pemimpin garnisun

__ADS_1


"Semoga saja mereka mengejar pasukan kavaleri yang pura pura kabur dan memancing pasukan Svardia itu ke jarak tembak pasukan pemanah" harap prajurit pengintai itu


Musuh pun meniupkan terompet,para kavaleri ringan itu keluar dari gerbang dan menuju tenda itu.


Pasukan yang berjaga membangunkan mereka semua dan dengan keadaan mendesak membentuk pertahanan,untung saja yang disuruh berjaga semuanya adalah ordo penombak Hirenpike,jadi kuda kuda itu akan diatasi dengan serangan tombak.


"Pasukan infantri berat!,serang dari sisi kiri!" Klenberg memberi perintah dengan suara lantang.


Pasukan kuda yang terjerembab ke tanah karena mereka dijatuhkan oleh serangan pasukan penombak,harus menerima serangan dari sisi kiri,pasukan infantri berat langsung menerapkan formasi Left Flank Charge.


Mereka keluar dari sisi kiri dan menyerang pasukan berkuda itu,semua pasukan kuda yang masih bisa kabur segera mundur,sedangkan pasukan berkuda yang sudah dijatuhkan oleh pasukan penombak itu ditusuk dengan tombak atau terinjak injak oleh pasukan infantri berat.


Pasukan berkuda musuh yang kabur itu memacu kudanya cepat cepat memasuki kota,namun sayang kematian mereka sudah mutlak di tangan pasukan Typhoon Javeliner.


Pasukan Typhoon Javelin hanya membunuh prajuritnya,dan merampas kudanya.


Melihat kesempatan itu pemimpin garnisun memberi komando kepada pemanah untuk melesatkan anak panah,karena pasukan elit Svardia itu memasuki jarak tembak pasukan pemanah.


"Gunakan perisai kalian untuk berlindung!" kata seorang prajurit Typhoon Javeliners


Pasukan Typhoon Javeliners yang berhasil mengamankan kuda musuh segera membentuk formasi dinding perisai,tak lupa beberapa pasukan Typhoon Javeliners yang mengangkat perisai mereka untuk menjadi atap yang melindungi mereka dari banyaknya anak panah. Mereka mundur perlahan di kondisi sedang dihujani anak panah.


Saat mereka berhasil mundur,mereka melihat perisai mereka bagaikan landak,untung saja perisai itu dilengkapi sihir pertahanan,jika tidak,sudah banyak anak panah yang menancap hingga menembus perisai mereka.


Pasukan Svardia yang melihat banyaknya  pasukan pemanah musuh membuat moral mereka seketika turun.


Namun Bruvas dan Klenberg menyemangati mereka dan memberi solusi untuk para pemanah itu.


"Kalian semua tenang!,aku punya rencana" kata Brusvan


"Lalu katakan sekarang juga rencananya" desak prajurit itu


"Baiklah,pertama siege tower akan maju ke tembok itu,sementara catapult menggempur mereka,lalu pasukan infantri berat harus mendekat ke tembok,"


Para prajurit infantri berat itu menguatkan tekad mereka untuk menjadi tameng pelindung bagi pasukan lain.


"Kalian tak perlu terlalu dekat,yang penting tak jauh dari tembok, Storm Archer akan berada di dalam lindungan  infantri berat,Storm Archer akan mengatasi pemanah musuh dengan panah petir"


Mereka langsung melakukan strategi dari Brusvan,mereka akan melalui peperangan yang sulit di situasi hujan anak panah yang mencekam.

__ADS_1


__ADS_2