
Secepat kilat dua orang itu meninggalkan istana,saat mereka sudah berada di luar,mereka meloncat keatas dan terbang melesat menuju kediaman besar klan Valdis.
Mereka terbang sangat cepat,mereka tidak menoleh sama sekali,mereka seperti dikejar,namun kenyataanya mereka berdua saja yang sudah ketakutan.
Dengan kecepatan mereka,telah terlihat kediaman mereka,langsung saja mereka melesat menuju ke bagian atas menara putih besar di belakang bangunan yang sepertinya adalah rumah pemimpin klan
"Akhirnya kita telah sampai di kediaman klan,ayo turun dan bertemu tiga tetua,cepat beritahukan kabar ini"
Mereka kelelahan dan langsung bernafas ter engah engah,mereka masuk ke ruangan di bagian atas menara itu,lalu mereka menuruni tangga dengan cepat,terlihat ruangan tetua didepan mata mereka.
Dengan tergesa gesa ia membuka pintu itu dan melihat tiga tetua itu terkejut karena tiba tiba mendengar pintu terbuka.
Mereka melihat ke arah depan,terdapat tiga tetua,ditengah tengah ada seorang nenek,dan dikanan kirinya terdapat dua pria lansia.
Dan rupanya disana terdapat pria berambut kuning yang memakai jubah berlambang naga perak,berada dekat di samping tetua.
Tetua yang berada di tengah itu marah,dia membuka mulutnya lebar sekali,hingga bisa dilihat hanya tersisa beberapa gigi di mulutnya.
"Dasar anjing gila!!,kenapa kau membuka pintu tanpa mengetuk,apa kau ingin membuatku mati dengan jantungku yang sudah lemah ini!!"
Tetua itu berteriak dengan suara yang sangat nyaring meluapkan kemarahanya sambil ter engah engah
"Maafkan kami tetua,dan juga tuan Vasileus, kami tak tau jika anda berada disini"
"Sudahlah,kenapa kalian seperti habis dikejar oleh roh jahat,katakan padaku apa yang terjadi" tanya nenek tetua itu
"Ini tentang raja baru itu,dia telah mengetahui rahasia yang kita jaga rapat rapat!!!"
Ketiga tetua itu terkejut termasuk pria bernama Vasileus itu.
Dua orang itu menjelaskan semua yang terjadi di istana,dan mereka makin terkejut.
__ADS_1
"Apa itu benar,dia berkata begitu?" tanya tetua yang duduk di kanan
"Benar dia mengetahui segala rencana kita,dan dia akan datang kemari besok,untuk memberi penjelasan,itu yang ia katakan"
"Beraninya di menghina kita,si bocah busuk itu,ia masih muda namun berbahaya,kita harus melakukan sesuatu" kata tetua yang ada di sisi kiri nenek itu
Nenek tetua itu pada awalnya terkejut dan marah,namun ia menjadi semakin tenang sekarang,kelihatanya ia sedang memikirkan suatu hal.
"Tetua pertama,bagaimana anda menangani hal ini"
Salah satu dari dua orang itu bertanya,dan meminta saran secepatnya,dia sepertinya melihat nenek itu tersenyum.
"Kalian tenang saja,kita masih punya kesempatan untuk mengatasi dia,"
Semua yang disana tidak paham dengan perkataan nenek itu dan ingin tahu apa yang ada di pikiranya.
"Jelaskan pada kami nenek tetua" kata Vasileus
Nenek itu menjelaskanya dengan keadaan tenang dengan pemahaman yang masuk akal,mereka mengangguk angguk dan mengerti perkataan si nenek itu.
"Perkataanmu benar juga saudari tertua,jika dia tak bisa membuktikanya,maka itu akan percuma,dan sebaliknya itu akan menjadi bumerang yang merugikan dirinya sendiri" ucap tetua yang ada di sisi kiri nenek itu
Namun Vasileus berpikir lebih maju kedepan,ia menanyai balik nenek tetuanya,tentang kemungkinan yang ia pikirkan.
"Tapi bagaimana jika ia punya buktinya,dan juga dia tau tentang rahasia itu,mungkin saja dia punya tim intelejen"
"Ah,perkataanmu benar Vasileus,kita harus memikirkan kemungkinan terburuk,meskipun itu terjadi atau tidak,meskipun itu nyata atau tidak" kata nenek itu tersadar
"Itu benar,mungkin benar saja dia punya buktinya,namun kesempatan kita masih belum hilang,kita bisa membuka rahasia kudeta yang telah terjadi,kita panggil si Colforditu kesini dan membiarkan ia buka suara" kata tetua di sisi kanan
Mereka terpikir cara yang sama,yang dipikirkan oleh tetua kedua,dan mereka menambahkan skema lain untuk membuat Fermund terpojok.
__ADS_1
"Aku tahu,agar membuat ia semakin terpojok, kita menyebarkan rahasianya tentang kudeta,kita beritahu seluruh ibukota kalau Fermund memenggal Raja Claudis dan merebut tahta,"
Tetua ketiga yang duduk di sisi kiri,melengkapi rencana licik itu dengan melakukan skema yang menjatuhkan Fermund dengan perbuatan kudeta Fermund yang disembunyikan.
"Ya,dia pasti akan menyangkal rahasianya yang sudah terungkap,kita mengajak semua orang ke istana untuk menunjukan bukti bahwa ia tak membunuh raja dan mengambil tahtanya"
"Rencana bagus,hehehehehe,kau akan berakhir dengan mengerikkan Fermund!!!"
Nenek itu megeluarkan tawanya yang jahat,mereka semua pun dengan keras tertawa,
Vasileus yang merasa tidak tenang hatinya pun akhirnya meminta izin untuk mengundurkan diri dari tempat itu dengan alasan tak enak badan.
Segera saja mereka mengungkap rahasia Fermund ke khalayak umum,pihak dari klan yang membaur dengan rakyat makin memanas manasi mereka.
Akhirnya segerombolan besar orang orang bersama Vasileus dan tiga tetua klan Valdis yang dikawal oleh beberapa lusin penyihir,dan anggota klan,disana juga terdapat Colford dan ibunya yang tersembunyi di balik anggota klan Valdis.
Mereka menuju ke istana,para bangsawan yang berada di pihak Fermund mencoba dengan keras untuk menghentikan,namun itu percuma, sekarang Fermund menyambut mereka di halaman istana,tentunya ia tak memakai mahkota.
Fermund menyambut mereka dengan penuh senyuman bersama dua saudarinya dan empat bawahanya.
Para tetua licik yang tersenyum jahat mengira ia gila,mereka ingin segera membuat Fermund berakhir dengan mengerikkan.
Fermund maju ke depan dan mengatakan sesuatu kepada tiga tetua itu.
"Yo!,tiga tetua klan Valdis,aku berencana pergi ke klanmu besok siang,namun kau membawa sepupu dan bibiku beserta seluruh penduduk ibukota bersamamu di waktu menjelang gelap begini"
"Fermund!!!,jangan mengatakan yang tidak perlu,kau diduga telah membunuh pamanmu sendiri demi tahta,kami telah mengundang sepupumu disini,biarkan dia mengatakan yang sebenarnya"
Colford dan ibunya menuju ke depan dan ibunya menceritakan semuanya yang terjadi diwaktu kudeta.
Setelah mendengar semua,Colbert mencaci maki Fermund dengan suara keras,ia pun terjatuh,kedua lututnya menyentuh tanah,kedua tanganya menggenggam rumput,Colford yang selalu menjadi bajingan itu bersedih atas kematian ayahnya,diikuti semua rakyat yang bergejolak,mereka penuh dengan amarah dan memaki Fermund,tetua itu terlihat bahagia karena keberhasilan mutlak rencananya.
__ADS_1
Namun mereka tak akan mengira bahwa semua yang diupayakan oleh tiga tetua licik itu menjadi percuma.