
Utusan dikirim dari istana menuju benteng yang jaraknya agak jauh,namun masih dihitung dekat dari istana,karena dari tembok ibukota sudah bisa melihat benteng itu dengan mata.
Tak lama kemudian,pasukan berjumlah besar keluar dari benteng,pasukan itu menuju ke selatan.
Setelah itu sang raja memerintahkan Royal Guard untuk berjaga di istana,bersama beberapa penjaga.
Dua utusan itu pergi,bersamaan dengan para bangsawan,meninggalkan istana
Sementara itu di mansion Fermund mereka kedatangan seorang pria menggunakan jubah bertudung di saat rapat,seorang pelayan mengantarnya pergi ke ruang kerja Fermund
"Pangeran,ada seseorang ingin bertemu," kata seorang maid
Pria itu memasuki ruangan dan menunduk, Fermund mengalihkan pandanganya pada Andreis,lalu Andreis mengangguk angkuk
"Saya dari ordo Night Raven menghadap pangeran"
"Karena kau sudah ada disini,maka ceritakan semua yang terjadi di tuang tahta"
Seorang anggota Night Raven yang tadi berada di ruang tahta memberi laporan ternyata adalah bawahan Fermund.
Tak disangka pada akhirnya dialah yang membuat berita palsu dan rumor yang telah disebar itu sampai ke telinga pamanya.
"Yang mulia,semuanya terkejut atas berita palsu yang kami sampaikan,dan sang raja telah mengerahkan pasukan dari benteng di timur laut ibukota,dan raja juga memerintahkan Royal Guard untuk mengelilingi istana menjaga keluarga kerajaan"
Fermund senang dengan berita yang dibawakan oleh Assassin itu,ia tersenyum gembira
"Bagus,ia memakan umpanya,lalu apa ada masalah tadi" tanya Fermund
"Ya,sempat sang raja mencurigai anda,lalu tanpa sadar rencana cadangan anda telah dikeluarkan,anda pun aman dari dugaan mereka"
"Rencana cadangan?,maksudmu surat di merpati itu,aku membuatnya untuk jaga jaga,namun rencana itu yang berhasil,"
"Itu berkat butler assassin yang diperintahkan yang mulia untuk menyusup ruang tahta, mereka menghilangkan keberadaan mereka dengan sihir khusus"
__ADS_1
Kakek butler itu mengatakanya dengan detil dan memuji kinerja bawahanya
"Anda memang hebat soal siasat yang mulia,mungkin si butler itu segera pergi melakukan rencana cadangan saat rencana utama gagal" kata wanita kaya itu
Fermund teringat akan misi yang ia berikan kepada wanita itu,ia pun menanyakanya
"Oh ya bagaimana dengan pasukan bayaran itu,apa mereka hanya mengepung markas Royal Guard"
"Yang mulia,mereka belum melakukan pergerakan,sesuai perintah anda mereka tersebar di sekitaran markas Royal Guard dan mengintai dari kejauhan,apa sekarang saatnya menyerang mereka?"
"Ya,lakukan,dan juga aku ingin semua butler assasin menyusup ke istana dan membunuh semua Royal Guard yang ada,apa kau bisa mengirimkan beberapa kakek?" Pinta Fermund kepada kakeknya
"Tentu,namun mereka pasti kesusahan untuk membunuh mereka karena baju zirah Royal Guard yanghampir menutupi semua bagian tubuh mereka"
"Bukankan kau bisa menusuk mata mereka dari lubang mata di helm mereka ,atau di bagian leher,kau bisa menusuk leher mereka dengan pisau beracun yang memiliki bilah yang tebal" kata Assasin dari Night Raven itu memberi saran
Kakek tua itu langsung pergi menyiapkan para assasin untuk melakukan misi
sebentar lagi mahkota akan berada diatas kepalaku.
Seketika semua orang mulai bergerak,mereka melakukan tugas mereka untuk tuanya dengan bersemangat.
Di barak,pasukan telah berbaris,dan di sisi kiri mereka,terdapat pasukan bayaran yang terlihat ahli,Fermund menghampiri mereka semua bersama dua saudarinya,Fermund bernafas dan memulai berbicara di depan banyak prajuritnya.
"Semua prajuritku,kalian telah begitu lama mengabdi kepadaku,kuharap,saat aku menjadi raja sebentar lagi,kalian terus menjadi prajuritku yang terbaik,ikut aku untuk mengambil kembali apa yang menjadi milikku"
Perkataan Fermund membuat prajurit bersemangat dan bersorak,setelah itu,Fermund menuju para pasukan bayaran yang sepertinya adalah satu tim.
"Kalian pasukan bayaran yang disewa oleh wanita itu,aku tak meragukan kemampuan kalian,tapi kuharap kalian bergerak sesuai kehendakku,jangan sampai menghancurkan rencanaku"
Mendengar itu,mereka tersenyum,dan ketua tim mereka pun maju selangkah dan mengatakan sesuatu pada Fermund
"Tenang saja,yang muila,memenuhi keinginan penyewa kami adalah prinsip kami,namun pastikan untuk mambayar kami dengan banyak"
__ADS_1
Fermund dan dua saudarinya menaiki kuda,mereka berangkat ke istana.
Bersama dengan pasukan kecilnya,Fermund Berjalan Menuju istana,ia melewati jalan yang besar di ibukota.
Semua orang di kota melihat mereka semua dengan keheranan,mereka berpikir apa yang dilakukan Fermund,semua orang menepi,memberi jalan untuk Fermund.
Setelah berjalan lama melewati kota,Fermund sampai ke tembok dalam,dan dibalik tembok itu,terdapat istana besar yang ia tuju.
Fermund berjalan dengan tenang memasuki gerbang,karena ia telah mengganti prajurit pamanya dengan prajuritnya sendiri yang patuh padanya.
Fermund beserta prajuritnya memasuki komplek istana,ia melihat sekitaran,terdapat banyak mayat dari Royal guard tersebar di bagian depan komplek istana,dapat dilihat di mayat itu pisau yang menancap di bagian baju zirah yang tak terlindungi,seperti leher dan lengan dan ada juga pedang pendek yang menancap di mata mayat itu.
Tiba tiba selusin orang muncul didepan Fermund,mereka memakai baju butler,Fermund langsung mengenali mereka.
"Kalian melakukan pekerjaan dengan bagus,ikuti aku ke ruang tahta"
Fermund masuk lebih dalam ke kompek istana,semua prajuritnya menyebar untuk membasmi Royal Guard dan prajurit penjaga,Sedangkan dirinya sendiri memasuki istana bersama dua saudarinya dan lusinan butler assasin itu.
Fermund dan dua saudarinya itu bergegas ke ruang tahta,mereka dilindungi oleh buyler assassin,setiap ada Royal Guard yang berusaha menghalangi,mereka langsung melenyapkanya.
Pada Akhirnya,ia sampai di ruang tahta,ia membuka pintunya,terdapat raja dan ratu disana bersama mentri dan jenderal,disana juga banyak penjaga.
Melihat kedatangan Fermund,salah satu penjaga menghampirinya dan menanyakan tujuan kedatanganya.
"Pangeran,apa tujuanmu kemari,raja meminta semua orang untuk tidak mengganggunya,Raja sedang ingin sendirian saat ini"
Fermund pun berjalan pelan dan menatap tajam pamanya,ia pun tersenyum dan mengatakan sesuatu
"Aku ingi berbicara dengan pamanku saja sebentar"
Sang raja pun dengan wajah yang curiga mengizinkan untuk berbicara lebih dulu.
"Halo paman,aku disini ingin mengambil sesuatu dan itu ada di kepalamu"
__ADS_1