
Setelah perut mereka terisi,mereka kembali ke kamarnya masing masing,besok siang Fermund akan pergi ke klan Valdis.
Mereka sudah akan bicara satu sama lain dengan konflik,dan juga Fermund tak tahu apa klan Valdis itu bersedia untuk membukakan pintunya,agar Fermund bisa masuk.
Saat ini Fermund terlalu banyak pikiran,ia telah melakukan sejumlah rencana licik dan pembunuhan.
Fermund melepas jubahnya,ia sekarang hanya berbaring,dan sebelum kantuknya datang,ia bertanya pada dirinya sendiri apa dirinya itu termasuk orang jahat,atau justru sebaliknya.
Fermund segera memejamkan matanya,ia akan menjadi semakin pusing jika ia memikirkanya,ia akan tidur lebih awal untuk menyelesaikan semua urusanya.
Fermund tertidur dengan cepat,ia akan melakukan pekerjaan besar besok.
Malam yang panjang datang dan juga akan pergi,mentari telah muncul dari timur.
Fermund terbangun karena seberkas cahaya yang masuk ke ruangan,dan saat ia membuka jendela,sepertinya ia bangun sedikit terlambat.
Ia melepas pakaianya dan berganti pakaian,lalu ia menggunakan parfum di beberapa bagian tubuhnya,Fermund sekarang siap untuk menuju ruang kerja raja,meskipun ia belum dinobatkan secara resmi.
Saat ia menuju ruang kerja raja,ia sesekali berpapasan dengan pelayan istana,mereka menunduk dan tersenyum,padahal mereka sangat ketakutan saat melihat sosok asli Fermund yang penuh kelicikan.
Tapi sekarang mereka malah merasa bahagia dan tenang karena perlakuan baik Fermund,para prajurit penjaga juga ikut menghormati Fermund.
Fermund sepertinya menjadi lebih sehat karena dia harus berjalan kaki ketika pergi ke suatu tempat di istana,dan juga istana cukup besar.
Ia sekarang berada di depan ruangan kerja raja,saat ia membuka pintu,terdapat beeberapa akuntan dan pegawai asisten pembantu raja untuk membantu raja melaksanakan tugasnya.
"Semuanya selamat pagi,aku memanggil kalian untuk membantuku merubah kerajaan ini menjadi lebih baik"
Semua pegawai pembantu raja itu menganggik angguk,mereka menggunakan bahasa yang Formal dengan sedikit rasa takut di hati mereka.
__ADS_1
"Jelaskan padaku,apa menurutmu masalah terbesar di kerajaan ini"
Mereka pun berpikir bahwa Fermund sudah tahu hal itu,namun ada salah satu dari mereka yang mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan Fermund.
"Masalah terbesar kita adalah,krisis kekurangan sumber daya"
Fermund pun mengangguk angguk dan nengatakan sesuatu "benar,sumber daya kita berkurang karena peperangan,sekarang kerajaan ini hanya mengandalkan tambang yang tersebar luas di kerajaan."
Fermund meminta mereka semua untuk menyerahkan semua pekerjaan pamanya yang belum selesai,ia mengecek seluruh laporan dan beberapa catatan.
Fermund mengambil alih pekerjaan pamanya sesuai caranya sendiri,ia mengubah sebagian besar proses pengerjaan,dan menggantinya dengan cara yang lebih efisien.
"Pemikiran yang pendek,dan cara yang kuno,kau hanya akan menghancurkan kerajaan dengan caramu yang seperti ini"
Fermund menggerutu pada kinerja pamanya,ia memakan banyak waktu untuk menngerjakan semuanya.
Ia menyerahkan pekerjaanya pada para akuntan dan pegawai pembantu,Fermund segera berangkat.
Fermund keluar dari istana menuju kereta kuda yang menunggunya di taman istana,ia memasuki kereta kuda dan pergi menuju klan Valdis yang kediamanya ada di tenggara ibukota.
Fermund hanya menaiki kereta kuda biasa yang diwarnai coklat tanpa tambahan ornamen tertentu,Fermund ingin bergerak secara diam diam tanpa harus mencolok di mata rakyatnya.
Setelah melewati keramaian di jalan ibukota,ia telah sampai di alun atun kecil,didepanya Fermund melihat tembok bata yang melingkari dan mengelilingi sebuah pemukiman yang semua bangunan nya dicat putih dan perak.
Mereka telah sampai di markas besar klan Valdis,mereka mendekat ke gerbang kediaman,di gerbang itu terpampang jelas terdapat lambang klan mereka, yaitu naga perak.
Femund turun dari kereta kudanya dan meregangkan badanya,ia bersama tiga butler assassin pergi ke depan gerbang.
Penjaga gerbang itu terkejut jika Fermund benar benar datang,salah satu dari empat orang penjaga itu pergi memasuki kediaman,dia pasti ditugaskan untuk memberitahu Vasileus.
__ADS_1
Tak lama kemudian ada seseorang berubuh kekar membawa kapak besar,ia datang bersama dengan gerombolan pasukan klan,mereka mengenakan armor ringan berwarna perak dan membawa tombak.
"Fermund,kau benar benar datang kemari kesini tanpa pengawalan,apa kau cari mati!" Kata orang itu
"Biar kutebak,kau adalah Vasileon anak ketiga dari empat bersaudara"
Pria besar itu tersenyum sombong dan mulai menyombongkan diri,ia pun menancapkan bagian atas kapaknya ke tanah.
"Jadi kau tahu aku,kalau begitu kau juga sudah tahu kekuatanku,jika kau masih ingin hidup,pergilah"
"Yah,aku tak akan mengubah tujuanku,meskipun disini ada putra dan putri dari Vasil"
Vasileon,si pria besar itu naik pitam,ia segera mengangkat kapaknya kembali,dan memikulnya di pundak.
"Jika kau ingin menyebut nama ayahku,seharusnya kau ucapkan saja nama lengkapnya,atau sebutkan gelarnya,memanggil ayahku dengan nama panggilan itu membuatku marah"
Vasileus memasang kuda kuda,tangsnya sudah berada di posisi optimal untuk mengayunkan kapak besar itu ke arah Fermund,namun Vasileus datang dan menghentikan adiknya.
"Hentikan adik,reputasi kita sudah jatuh dan kita dibenci,jika kau lakukan itu,mereka akan makin membenci kita"
Vasileon menuruti kakaknya,ia pergi bersama gerombolan orang orangnya,lalu Fermund disambut dengan wajah datar Vasileus,dan ia merasakan adanya tanda bahaya di berbagai tempat yang ia lewati.
Vasileus membawa Fermund ke Gazebo mewah ditengah tengah taman,disana ada kursi,meja dan berbagai kudapan,Vasileus menyuruh Fermund untuk duduk dan memulai omong kosongnya yang tak berguna.
"Sekarang katakan apa yang ingin kau inginkan,aku tidak akan mendengar omong kosongmu"
"Apa kau yakin,kalau begitu aku akan menanyakan banyak hal padamu,apa kau bersedia menjawabnya"
Vasileus mengangguk angguk sebagai jawaban pertanyaan Fermund.
__ADS_1