
Para assassin sedang menuju ke wilayah timur laut memeriksa bahwa di sanalah sumber dari penyebaran rumor buruk yang menjatuhkan martabat dan reputasi baik kerajaan Svardia.
Mereka semua memasuki wilayah musuh dan menyebar ke seluruh kota di wilayah kerajaan Valmurg.
Mereka terkejut melihat pembangunan pos pos pertahanan dengan tembok yang panjang dengan parit dan pasak kayu dibawah.
"Kita sudah ada di kota,mari kita berpencar"
"Baik ketua regu"
Regu assassin itu berpencar memasuki kota dan mulai menanya nanyai penduduk kota tentang rumor rumor itu,dan mereka semua nilang kalau rumor itu sampah dan tak benar adanya.
Para assassin itu menemukan seorang yang menyebar rumor yang dikemas dalam cerita tertentu,ia mengatakanya dengan berbicara di depan umum.
Segera saja assassin yang melihatnya itu mengintainya dan menunggu ia selesai bicara dan menyergapnya nanti,sedangkan yang lain berpencar mencari rekan assassin yang lain untuk memberitahu bahwa yang dicurigai menyebar rumor sudah ditandai.
"Aku menemukanya,beritahu yang lain" kata assassin itu
"Baiklah"
Assassin itu menunduk dan pergi mencari rekanya untuk memberitahu mereka semua.
Sedangkan Ursvias sedang melakukan banyak pekerjaan unyuk memperbaik perekonomian kerajaan agar mereka bisa memperoleh dana untuk kepentingan kerajaan.
Pembangunan garis pertahanan di seluruh wilayah kerajaanValmurg sudah berjalan,iraja baru itu menggunakan uangnya sendiri untuk merealisasikanya.
Dan ia menyarankan untuk mengumpulkan penyihir di seluruh kerajaan untuk membuat barrier sihir di kota,benteng,juga di garis pertahanan yang sedang dibuat.
Ursvias melakukan segala cara untuk bertahan dari serangan kerajaan Svardia sambil perlahan lahan ia mengumpulkan dana dan berbagai cara untuk merebut tanahnya kembali dan membalas dendam atas pembunuhan anaknya.
Beralih ke assassin yang mengintai orang yang berbicara di depan umum itu,ia tak langsung menyergapnya,namun ia menyuruh assassin yang lain mengawasinya disepanjang jalan saat pria itu pergi.
__ADS_1
Mereka mengikuti pria itu,dan pria itu berjalan menuju gang gang dan memasuki pinggiran kota,pria itu pergi ke rumah bertingkat dua.
Pemimpin regu memberikan perintah dengan isyarat tangan,mereka semua beraksi,para assassin itu mengepung rumah,empat dari mereka masuk diam diam dan memeriksa sekitar.
Empat dari mereka memeriksa ke beberapa kamar di ruangan itu,mereka juga menemukan gudang dan memeriksanya,mereka pun tak menjumpai siapa siapa padahal mereka sudah menyebar,dan mata mereka jelas melihat pria itu masuk ke rumah.
Salah satu assassin yang membuka lemari melihat secercah cahaya,ia mengintip di celah itu,rupanya terdapat ruang rahasia,ia memberitahu semua rekanya dan tiga belas orang dalam satu regu itu akan membagi tugas,sebelas orang akan memasuki ruangan itu bersama sama.
Mereka memperbesar celah itu,dan mereka membukanya tanpa suara,sebelas orang assassin itu masuk dan dua dari mereka berjaga diluar.
Mereka sudah masuk semuanya,mereka berada di rusngan yang kosong dan mereka melihat pintu di sebelah kiri mereka.
Mereka membukanya dan menemukan tangga ke bawah,melihat ini mereka teringat akan tempat bawah tanah persembunyian klan Valdis.
Mereka menuruni tangga itu dengan hati hati,setelah mereka menuruni tangga itu,terdapa pintu lagi di depan mereka.
Seketika terdengar suara dari dalam ruangan itu,mereka mendekat ke pintu dan mendengar beberapa orang disitu berbicara.
"Apa semua unit intelejen sudah melakukan misi mereka?"
Sepertinya ada satu lagi pria yang suaranya berat,dia kemungkinan bersama pria yang tadi berbicara didepan umum.
"Mereka pasti membawa informasi berguna kepada raja,banyak kertas yang tertulis informasi tentang kemiliteran dan sistem pengelolaan kota."
Mendengar itu,ketua regu menyuruh mereka berkumpul didekat pintu rahasia bersama dua penjaga tadi,ketua regu itu mengirimkan satu orang ke ibukota yang membawa pesan dari ketua regunya tentsng intelejen musuh.
"Pergilah ke jota dan sampaikanlah semua yang kau dengar" kata ketua regu
"Baik ketua"
"Sekarang kita akan menyergap mereka dengan pergerakan cepat,kalian bersiaplah"
__ADS_1
Mereka semua menyiapkan belati ganda mereka dan crossbow bracelet mereka,semua senjata lengkap yang ada di dalam tas dan sabuk mereka tersedia untuk saat ini.
Mereka mendobrak pintu dan mennyebar memasuki ruangan itu,sergapan mereka cepat menuju duanorang yang terkejut itu.
Seorang anggota assassin itu menggunakan langkah bayangan untuk menuju ke pria gemuk yang ia intai di kota tadi,dan mereka melihat orang tua disebelah pria gemuk itu membawa pedang panjang.
Orang tua itu menghalangi assassin yang menuju rekanya dengan tebasan pedang,assassin itu menangkisnya dengan belati dan terhempas oleh seranganya.
Assassin itu terdorong mundur dan maju dengan cepat,lagi lagi ia harus menangkis serangan orang tua itu,ia menangkis dan ia melempar belati di tangan kananya ke orang tua itu.
"Aaaaarrrghh!"
Belati itu itu menancap di matanya,ia pun dilumpuhkan dan didekatkan dengan pria gemuk itu.
"Sepertinya kami akan menginterogasi kalian dengan cara yang kasar,untuk menghidari itu,sebaiknya kalian katakan semua yang kalian tau" kata ketua regu itu sambil mencabut belati dari mata orang tua itu
Mereka mengatakan semua yang mereka tahu,pria gemuk itu mulai menjelaskan
"Kami berdua adalah bawahan dati pemimpin organisasi intelejen Valmurg,kami semua diberi misi untuk meneliti dan menulis informasi yang berguna tentang kerajaan Svardia,aku hanya tahu itu,sumpaah! Kata pria gemuk itu ketakutan.
"Kau orang tua,apa yang kau bisa menjelaskan semuanya lebih detil" kata assassin itu
Orang tua itu menjawabnya dengan rintihan kesakitan "kami,ditugaskan untuk menyebar rumor agara semua orang di wilayah taklukan kerajaan Svardia itu memberontak,dan juga kami membangun garis pertahanan beserta barrier sihir di semua kota dan tempat penting"
Semua assassin itu mendengar semua yang mereka jelaskan dan mencoba untuk mengingat ingat apa yang mereka sampaikan,karena mereka akan menyebar dan memberitahukan semua informasi yang ia dapat ke semua wilayah taklukan.
"Katakan dimana markas kalian dan kapan seluruh intelejen akan berkumpul?" Tanya ketua regu menginterogasi
"Kau mendengar pembicaraan kami?" Kata pria gendut itu.
Segera belati ditancapkan ke kakinya,ia berteriak dan mulai menjawab ketua regu itu
__ADS_1
"Mereka ada di mansion putih!!,lokasinya di sebelah timur,dipinggiran kota,dan seperti yang kalian dengar tadi,mereka akan berkumpul nanti malam"
Ketua regu itu membunuh mereka berdua dia pun berkata "sekarang,tugas kita adalah menulis semua yang mereka katakan dan mengirimnya ke ibukota,dan tugas kedua,kita akan membantai semua intelejen itu di markas mereka nanti malam"