Ambisi Besar Sang Raja Muda

Ambisi Besar Sang Raja Muda
Chapter 87:Mempertahankan Wliayah Sekutu


__ADS_3

Heinkel berbisik kepada Klenberg,dan Klendberg mendengarnya sambil mengangguk,setelah itu dia berkata p"Jika begitu kita akan pergi sekarang!"


Penguasa kota itu melihat Klenberg kembali ke kapal,sedangkan Heinklel masih berdiri didepanya.


"Bagamana dengan jamuan yang kusiapkan"


Mendengar itu Heinkel meletakkan tanganyabdi dada dan berkata "aku akan pergi besama anda,dan aku akan membawa beberapa orang untuk ikut."


"Jika begitu mari pergi bersamaku" kata penguasa kota itu bahagia


Klenberg menaiki kuda bersama 100 prajurit,mereka menuju kota yang ditandai di peta wilayah Bleisenerg yang diberikan oleh penguasa kota.


Mereka semua bergerak ke utara dengan bergegas,tak berspa lama berjalan,mereka melewati kota yang menjadi pusat wilayah Bleisenerg.


Setelah melewati kota itu,berarti mereka sudah dekat demgan perbatasan utara,Klenberg menyuruh pasukan infantri dan penombak didepan,lalu ada pasukan elit Sky Hunter dibelakang.


Dari jauh mdreka melihat tenbok kota besar,mereka sudah sampai di kota,seratus Prajurit itu mempercepat langkah mereka.


Pasukan pengintai sudah melihat mereka,gerbang pun dibukan dan Rulker berdiri di tengah tengah gerbang kota bersama penguasa kota dan beberapa bawahanya.


"Selamat datang di kota Frusban,namaku Rulker dan dia adalah penguasa kota ini Selbern."


Mereka berkenalan dengan meletakkan tangan di dada.


"Namaku Klenberg,aku membawa pasukan bantuan,meskipun sedikit,aku akan membantu kalian"


Mereka membawa masuk pasukan kecil itu dan membiarkan mereka membangun tenda di barak.


Klenberg bertanya kepada Rulker untuk mengetahui situasi peperangan.


"Jadi,dua klan akan menyerang kita,dan terdapat sabotase dari mata mata yabg merusak semua catapult dan balista,dan mereka bahkan meracuni prajurit kami dengan obat sakit perut"


Klenberg yang mengetahui itu turut ptihatin,sekarang mereka sedang menunggu kedatangan musuh.


Di ruang tahta istana kerajaan Svardia,Fermund menerima surat balasan dari penyihir itu,dia membuka dan membacanya.


Levina yang ada didekatnyaikut membaca,sedangkan Felis dan Feona hanya diam mekihat sepupunya.

__ADS_1


Fermund terkejut jika Rulker hampir diasasinasi dan Edwina calon istrinya juga hampir diculik,


Dan Fermund juga tahu terdapat mata mata di wilayah sekutunya,dia pun mengirim utusan ke asosiasi burung hantu,Fermund meminta mereka untuk bertindak mengeliminasi semua mata mata itu,secara rahasia tentunya.


Fermund membaca informasi tambahan yang dikirim,dia jadi tahu dengan bersatunya tujuh klan dengan King's Domain,mereka akan membagi bagi wilayah klan Bleisenerg.


"Konfederasi ini lebihbrumit dari yang aku kira,mereka melakukan pertempuran dan mata mata untuk merebut wilayah" kata Fermund


"Mereka pasti bermuka tebal dan tak tahu mali,aku sudah banyak melihat orang seperti ini" kata Levina


"Tunggu saja besok, lima ratus kapal untuk menyerang pelabuhan Rolkin di wilayah Gothwand,aku akan merebut setengah dari wilayah mereka" kata Fermund tak sabar


Kembali ke perbatasan utara,pasukan dari dua klan itu bersatu dan menuju kota Frusban,mereka datang dengan banyak sekali pasukan.


Mereka membangun tenda,salah satu dari prajurit musuh itu melihat prajurit Svardia di tembok.


"Pasukan Svardia ada di tembok itu"


Apa!,mereka sudah datang"


"Pasti mereka membantu klan Bleisenerg"


Dua pemimpin pasukan yang masih muda itu hanya melihati kota itu,mereka diberi tugas untuk menaklukkan kota yang sudah disabotase.


Mereka membangun tenda dan memagari perkemahan itu dengan barikade pasak kayu yang miring.


Setelah mereka semua sudah bersiap,pasukan musuh itu bergerak menuju kota dengan formasi perisai.


Langsung saja mereka dilempar Javelin terus menerus,dan saat celah dari dinding perisai mereka terbuka,panah berapi pun dilesatkan oleh prajurit Bleisenerg.


Merela semua mati bergelimpangan,namun masih banyak pasukan yang masih bertahan saat formasi mereka kocar kacir.


Juga posisi mereka sudah di dekat tembok,pasukan pembawa tangga pun berlari dan meletakkan tangga itu ke tembok.


Javeliner langsung berada di barisan depan bersama para penombak yang mempunyai perisai pelindung seukuran badan mereka,dengan cepat berjejer di tembok.


Mereka menghalau semua prajurit yang memanjat tangga itu,bahkan ada beberapa tangga yang dijatuhkan lagi oleh pasukan Bleisenserg

__ADS_1


"Jangan mundur,kita menang jumlah,terus maju!!!"


"Tunjukkan pada mereka kalau perisai kalian bisa menahan senjata dahsyat dari Svardia itu"


Pasukan infantri itu mulai memanjat sementara pasukan pemanah menembaki penombak itu.


Meskipun penombak itu membawa perisai namun ada saja yang terkena anak panah musuh,Storm Archer mengulur waktu untuk mengevakuasi prajurit yang terluka di tembok.


Petir yang menggelegar membuat barisan pemanah musuh ketakutan,akibat beberapa pemanah yang mati karena anak panah petir itu.


Di gerbang kota,ada battering ram yang terus mendobrak pintu gerbang tanpa punya kekhawatiran untuk diserang.


Pasukan infantri dari Bleisenerg yang digabung dengan infantri Svardia sudah bersiap siap,mereka membentuk dinding perisai.


Beberapa infantri Svardia menuju ke atas gebang kota,mereka mengambil suatu benda di kantong mereka.


Ternyata yang ada di dalam kantong itu adalah Ray Rod,prajurit infantri itu menggunakan Mode Ray Ball dan mengarahkan tongkat itu kebawah,dia berniat untuk menghancurkan battering ram musuh.


Semua prajurit penombak di atas tembok itu heran kenapa beberapa pasukan infantri itu mengeluarkan tongkat.


Semua prajurit Sky Hunter hanya tersenyum saat melihat infantri Svardia akan menggunakan Ray Rod untuk pertama kali.


Bola cahaya muncul dari tongkat itu,mereka semua pun terbelalak melihat bola cahaya itu.


Mereka mengira bahwa prajurit infantri tadi adalah penyihir,padahal bukan,mereka hanya prajurit biasa yang tak pernah belajar sihir.


"Hei!!,apa itu!!" Kata salah satu prajurit musuh


"Itu sihir serangan,dia ingin menghancurkan battering ram,pemanah,bunuh dia" perintah pemimpin pasukan


Lima pemanah sudah siap membidiknya,namun pasukan Typhoon Javelin menggempur mereka.


Rulker dan penguasa yang melihat kehebatan prajurit Savrdia itu hanya bisa terdiam sambil berlindung dibelakang barisan penombak.


Bola cahaya itu diluncurkan dan menghancurkan battering ram,semua prajuritnya juga ikut mati,mereka tak sempat menghindar karena tak ada yang memberitahu mereka tentang serangan sihir diatas mereka.


Semua pasukan musuh perlahan ditekan setelah serangan agresif mereka yang menyulitkan prajurit penjaga kota.

__ADS_1


Beberapa prajurit yang berhasilĀ  ke atas tembok sedang bertarung dengan penombak yang mendorong mereka hingga terjatuh dari tembok dengan perisai mereka yang berat.


Semua orajurit mundur,namun mereka masih belum kabur dan menunggu bala bantuan,mereka mengatur strategi untuk penyerangan berikutnya.


__ADS_2