
Mereka makan semua jamuan yang tersedia agar mereka tetap menghargai penguasa kota atas keramahanya.
Setelah itu mereka dibawa ke rumah khusus tamu,rumah itu memiliki dua puluh kamar,itu wajar jika ada orang yang bertamu secara rombongan ke mansion itu.
Mereka cepat terlelap karena kelelahan berada di kapal yang selalu terombang ambing ombak,mereka semua tertidur sedangkan butler assasin bergantian berjaga di depan pintu kamar Fermund.
Dengan cepat waktu berjalan,pagi pun tiba,seperti yang bisa kita duga,Fermund selalu tak ingin bangun karena ia merasa belum tidur dengan cukup,namun karena butlernya sangat perhatian,ia membangunkan Fermund dengan kata kata.
"Yang mulia,lima orang utusan itu sudah bangun dan menunggu anda,cepatlah bangun dan sambut hari baik ini untuk pergi melakukan prosesi pemberkatan"
Butlernya berbicara di dekat telinga Fermund,dan dengan kesadaran penuh,Fermund bangun dan melepas baju tidur yang tadi malam tersedia di lemari lalu memakai bajunya.
"Mari kita melanjutkan perjalanan ini,"
Fermund pun berterima kasih atas keramah tamahan penguasa kota itu,ia melanjutkan perjalananya dengan berkuda.
"Pangeran Fermund,jika kita sudah berada di pelabuhan ini sudah dipastikan lagi kota Nostmir sudah dekat,kita hanya berjalan ke arah barat daya" kata Utusan itu menjelaskan
Mereka memacu kuda mereka dengan cepat,setelsh meninggalkan kota pelabuhan itu,ia hanya perlu melewati lembah,dan diperjalanan,mereka bisa melihat dari jauh,pegunungan Sorgrad yang menjadi benteng alami dan pelindung wilayah selatan.
Mereka terus bergerak ke depan sesuai arah yang benar,tatapan mereka terus berada di depan,setelah berjalan cukup lama melewati lembah tandus,tedlihat sejauh mata memandang terlihat sebuah kota,sepertinya kota Nostmir telah terlihat.
"Pangeran Fermund,kupersembahkan padamu,kota Nostmir,kota yang menjadi tempat perlindungan bagi para pemuja dewa Oreneia sang cahaya" kata utusan itu menjelaskan
Fermund pun tersenyum dan berkata "Setelah kita sampai,aku akan menemui pendeta agung dan meminta maaf padanya karena mengundur upacara pemberkatan calon raja"
"Itu tindakan yang bagus" jawab utusan itu
__ADS_1
Perlahan lahan mereka mendekati kota Nostmir,prajurit yang ada di tembok istana langsung menuju ke tempat mekanisme gerbang untuk mengangkat jeruji besi dan membuka gerbang.
Saat mereka memasuki kota,jalan yang padat dengan penduduk tiba tiba tertib dan memberi jalan sambil menunduk kepada calon raja,sepertinya kabar penobatan pangeran Fermund telah menyebar luas ke seluruh penjuru kerajaan.
Utusan itu menuntun Fermund menuju kuil besar yang ada di bagian timur mansion penguasa kota.
Sudah bisa dilihat dari kejauhan meskipun tetutup oleh tingginya bangunan penduduk kota,kuil besar dengan empat menara tinggi,semua bangunanya terlihat diwarnai dengan warna putih dan kuning gading.
Penampakan kuil itu semakin jelas saat mereka melewati alun alun,karena kuil besar itu berdiri agak jauh dari alun alun, dan tak ada bangunan lain yang berada di sekitaran kuil itu.
Mereka menuruni kuda dan memasuki kuil,terdapat beberapa orang yang memakai baju zirah ringan berwarna kuning gading yang dikombinasikan dengan chainmail.
Utusan pun menjelaskan pada mereka bahwa prajurit itu adalah ordo monasteri dari kuil besar Oreneia.
"Pasukan yang hebat" puji Fermund
Setelah masuk kesana,terlihat pendeta agung,ia terlihat seperti pria paruh baya yang botak dan memakai baju dan jubah panjang berwarna putih dan kuning gading,ia duduk di kursi emas yang terdapat ornamen simbol cahaya matahari dan bulan di sisi kanan dan kiri kursi megah itu.
Fermund juga melihat,banyak sekali orang orang yang memakai baju putih dan jubah warna kuning gading,sepertinya mereka semua adalah orang orang yang mengabdikan dirinya untuk dewa Oreneia.
"Pangeran Fermund Borfreud,selamat datang di kuil besar dewa Oreneia" sambut pendeta agung itu
"Salam pendeta agung,aku terkejut anda mengetahui nama belakangku,anda adalah orang kelima yang mengetahui nama belakang saya"
"Seharusnya kau mengatakan sesuatu bukan"
Fermund pun menunduk kepada pendeta agung itu dan meminta maaf.
__ADS_1
"Maafkan aku telah mengundurkan waktu pemberkatan dan penobatan,namun aku sekarang siap"
"Lalu mari ikut aku menuju altar dibelakangku"
Dibelakang kursi emas yang megah itu,terdapat altar emas dan didepanya terdapat kolam yang terbuat dari marmer putih dan emas,Fermund memandang ke depan,d tak jauh dari kolam itu terdapat patung besar yang terbuat dari kristal kuarsa.
Patung itu berwujud pria kekar yang terlihat memegang matahari dan bulan,ia juga digambarkan mengenakan pakaian sutra dan jubah dari kulit binatang
"Inilah sosok agung dari Oreneia sang cahaya"
"Terlihat indah" puji Fermund
"Sekarang lepas semua bajumu dan menyelamlah di kolam itu,dengan aba abaku,kau keluarlah dari kolam itu."
Prosesi pun dilakukan,Fermund melepas baju dan menceburkan diri di kolam itu dan berdiri,sedangkan Pendeta agung itu berada di altar dan memengang batu bercahaya dan tongkat emas.
"Masuklah dalam pemurnian yang memantulkan cahaya terang," kata pendeta agung itu sembari memberi tanda untuk mulai merendam diri sampai ke bagian leher.
Fermund pun mulai berjalan menuju bagian kolam yang paling dalam,dan ia berhenti saat permukaan air menyentuh dagunya.
Semua orang tadi bersimpuh didepan pendeta agung itu,tiba tiba dari tubuh mereka semua mengeluarkan cahaya,cahaya itu pun menjadi satu dan terbang menuju patung itu.
Fermund tak tahu cahaya keemasan itu,tapi setelah ia merasakanya,ternyata itu adalah energi sihir murni yang dipersembahkan kepada Oreneia sang cahaya dan diberikan kepada Fermund yang berendam di kolam itu.
Cahaya itu berputar putar diatas kolam itu dan tiba tiba cahaya itu turun ke kepala Fermund.
Karena cahaya dari energi sihir murni,kolam air di kolam itu merefleksikan cahaya keemasan,dan seolah olah air itu berubah menjadi air berwarna emas.
__ADS_1
Fermund tak merasakan apa apa ketika energi sihir murni masuk ke tubuhnya melalui kepalanya,pendeta agung menyuruhnya untuk keluar dari kolam karena pemberkatan telah selesai,sekarang ia akan pergi bersama pendeta agung untuk penobatan di ibukota.