Ambisi Besar Sang Raja Muda

Ambisi Besar Sang Raja Muda
Chapter 37:Sebelum Invasi


__ADS_3

Fermund menggunakan waktu istirahatnya dengan berjalan jalan melihat pembangunan yang sedang terjadi di ibukota.


Ia berpergian dengan berkuda,ia dalam keadaan menyamar,ia dipantau dan dilindungi oleh assassin Night Raven dari kejauhan.


Ia menuju barak besar untuk bertemu milisi yang kemarin belum siap untuk pergi menuju medan perperangan,sekarang ia datang kesana untuk melihat kondisi mereka.


Saat ia sampai disana ia dapati barak itu penuh dengan semua pasukan pemanah,ada juga yang ahli melempar javelin.


Ia langsung masuk dan menaiki tangga menuju tembok untuk melihat,semua pasukan pemanah dan pelempar lembing ada disana,namun tak mungkin mereka meninggalkan tembok istana dan melalaikan tugas mereka untuk berjaga.


Rhogan yang menyadari keberadaan Fermund segera menuju tembok itu,setelah itu ia memberi hormat.


"Salam raja,apa tujuan anda kemari untuk melihat ini" kata Rhogan.


"Benar sekali,aku hanya ingin melihat mereka menjadi pasukan yang ditakuti di seluruh dunia mulai saat ini"


"Perubahan disini akan segera selesai,sebagian besar prajurit pemanah dan Javeliner,telah lulus ujian dan mendapat senjata itu.


"Baguslah jika semuanya berjalan dengan lancar dan cepat,semakin cepat dan tak adanya masalah dalam pembaharuan kemiliteran kerajaan,makin cepat kita bisa membalas mereka"


Mereka berbicara sambil melihat semua prajurit dan milisi itu,pembaharuan ini akan mengubah kerajaan ini menjadi kerajaan yang kuat.


"Sepertinya waktuku istirahat telah selesai,sekarang aku akan kembali ke istana"


"Baiklah yang mulia,saya sangat senang bisa menghabiskan waktu bersama anda"


Fermund kembali ke istana dengan berkuda,dan sebentar lagi pendistribusian senjata elemental akan berjalan,meskipun jalan untuk distribusi dan perdagangan sudah ada,namun Fermund tak bisa menjamin apa jalan itu aman.


Sepertinya ia akan menyebar pasukanya lagi untuk mencari bandit atau musuh yang memasuki kerajaan ini untuk misi rahasia.

__ADS_1


Fermund mempercepat laju kudanya menuju istana dan merencanakan suatu antisipasi dan upaya pencegahan.


Setelah ia memasuki komplek istana,ia pun segera membuka penyamaranya dan memasuki istana,ia menuju ruang kerja sperti biasanya,mungkin inilah ruangan Ymyang paling Fermund sukai selain kamarnya.


Saat ia memasuki ruang kerjanya,terdspat semua asisten dan akuntanya baru bekerja setelah istirahat.


"Seseorang bisa panggilkan menteri Rundolph"


Seorang pria didekat pintu langsung bergegas memanggil mentri baru mereka,sembari menunggu,Fermund menuliskan perintah beserta rencana cerdik yang mungkin bisa membuat musuh yang bersembunyi jadi terpancing.


Setelah keberadaan musuh itu terlihat,Fermund berencana untuk menghabisi mereka semua dengan satu gerakan.


Ia pun menstempel semua kertas itu dan mengumpulkan semua kertas itu.


Suara ketukan pintu terdengar,lalu menteri itu memasuki ruangan.


"Saya datang rajaku,ada urusan apa memanggilku"


Kemudian Fermund pun mengambil kertas dan pena lagi,sepertinya dia ingin menulis surat.


Sepertinya Fermund ingin menulis surat resmi berisi perintah darinya kepada seseorang.


Ia menulis surat itu dengan gerakan tangan yang cepat,setelah ia selesai menulis,ia memasukkan surat itu kedalam amplop dan menyegelnya dengan lilin cair.


Ia menuangkan sedikit lilin cair yang panas di bagian tengah amplop yang membuat amplop itu tersegel tak dapat dibuka.


Lalu ia mengambil stempel dari kayu yang dibawahnya terdapat ukiran lambang kerajaan,ia tekan stempel kayu itu kuat kuat,setelah itu ia hanya menunggu lilin cairnya nya kering.


"Panggilkan utusanku yang biasa,dan suruh dia mengirim surat ini ke nona Juvel"

__ADS_1


Seorang asistenya menerima surat itu dan meninggalkan ruangan itu.


Sekarang,ia merasa lega dan tenang,ia pun bisa memilah petisi yang menumpuk di sebelah kirinya tanpa masalah yang membayangi.


Berminggu minggu lamanya ia melakukan pembaharuan militer sambil mengatasi masalah lain,Fermund bekerja keras selama dua minggu ini.


Dan sekarang,disaat menjelang malam,di ruang kerjanya datang dua orang dari asosiasi burung hantu dan organisasi penyihir yang membawa laporan untuk Fermund.


"Kau,orang dari asosiasi burung hantu,kau yang pertama,katakan laporan nya" suruh Fermund


"Sesuai perintah anda kami sudah melakukan pengecohan dengan mengirim banyak assassin yang menyamar dan berpura pura mengirim senjata elemental ke seluruh penjuru kerajaan, didalam pedati yang mereka kira terdapat senjata elemental didalamnya, terdapat assassin yang kami sertakan untuk tenaga tambahan melawan musuh"


"Lalu apa kalian mendapat informasi serangan musuh?" Tanya Fermund


"Yang mulia,kami mendata semua lokasi dimana banyak bandit bersarang,sejauh ini tak ada musuh yang masuk ke kerajaan ini untuk misi merebut senjata elemental"


Pembawa laporan itu menjawab pertanyaan Fermund sambil menyodorkan kertas yang berisi nama lokasi yang terdapat markas bandit disana.


"Bagus,selanjutnya kau,beritahu laporanya" kata Fermund memalingkan wajahnya ke orang itu


"Baik,sesuai perintah anda,nona Juvel telah mengirim banyak penyihir untuk melakukan distribusi senjata elemental dengan bantuan sihir penyimpanan yang hanya beberapa orang saja yang bisa,nona Vasilea juga ikut andil dalam menyebarkan senjata dengan kantong dimensi yang anda berikan" kata pembawa laporan dari organisasi


"Apa senjata itu dilindungi dengan baik?"tanya Fermund


"Klan Valdis bersedia melindungi semia senjata yang di distribusikan,mereka bekerja sama dengan beberapa tim prajurit bayaran" jawab pemberi laporan itu dengan tegas


"Baguslah jika begitu,sebentar lagi akan ada invasi ke utara,ini adalah serangan balasan sekaligus ajang untuk menggemparkan dunia,kalian boleh pergi sekarang"


Kini Fermund bisa tidur nyenyak,dan ia berharap tak ada sesuatu yang menghalanginya,besok pagi,ia akan memerintahkan semua bangsawan,penguasa milayah dan keluarga besar dari kemiliteran untuk bersiap.

__ADS_1


Invasi besar besaran akan segera datang dan menjamah tanah utara yang selama ini tak pernah mereka pijak.


__ADS_2