
Rupanya hari itu terdapat dua orang yang bukan berasal dari negara kota Rovalia,para mata-mata berusaha untuk tidak tegang dan menajamkan pendengaran mereka dan mulai mendengar pembicaraan.
"Aku merasa senang jika kalian berdua datang kemari dan menjadi sekutuku,mari bersulang" kata Strandborg
Mereka semua mengangkat gelas emas yang didalamnya terdapat
"Benar,kalian telah memilih pilihan yang bagus karena bersedia bersatu dengan kota Rovalor, kini anggota persatuan negara kota ada tiga" ucap ibu Strandborg
"Nona Fisborg,kami dengan sukarela ingin bergabung karena urusan perekonomian yang tidak terlalu baik di kota kami,oleh karena itu aku berterima kasih atas bantuan tuan Strandburg" kata pria botak
Mendengar itu ibu Strandborg sangat bahagia jika mereka bergabung karena balas budi.
Pria gondrong itu menatap Strandborg dan berkata "Aku juga agak kesusahan untuk mengatur semuanya sendirian,sedangkan semua bawahanku sangat tak bisa dipercaya,terimakasih pada tuan Strandborg karena mengatasi masalahku"
"Tuan Zelnoir dan tuan Murtis,semoga semua yang kita inginkan segera tercapai"
Lima mata mata itu baru saja menerima informasi yang sangat berharga untuk raja mereka.
Semua prajurit yang berdiri agak jauh dari meja makan itu tidak mendengar percakapan mereka,namun para anggota Night Raven yang dari kecil diajari untuk mempertajam pengelihatan dan memperluas persepsi.
Mereka dengan mudah mendengar semua hal yang mereka bicarakan,mereka harus menghafal semuanya untuk disampaikan ke raja.
"Aku Zelnoir,penguasa kota Wildur akan selalu membantu anda jika anda sudah siap untuk berperang"
"Begitu juga aku,Murtis penguasa kota Jormins selalu sedia"
"Bersulang untuk keberhasilan kita" ucap Fisborg
Mereka mulai makan saat pembicaraan sudah berakhir,dan semua penjaga masih diam disana sampai mereka semua keluar dari ruangan.
Setelah memakan waktu lama untuk melahap semua makanan itu mereja beralih ke suatu tempat untuk membicarakan target utama mereka beserta pembahasan strategi perang.
Mereka beralih ke suatu ruangan yang terdapat jendela.
__ADS_1
Mendengar itu satu dari lima orang itu memberitahu semua mata mata untuk menguping dari jendela yang terbuka.
Empat prajurit itu tidak bisa mengikuti mereka begitu saja.
Sayang sekali mereka tak bisa mengikuti mereka ke ruangan itu,oleh karena itu semua mata mata yang menyamar menjadi prajuruit berkumpul,di suatu sudut di istana,mereka berkumpul dan membicarakan semua yang lima orang itu dengar.
"Jika begitu kalian harus melepas baju zirah dan menggunakan pakaian hitam dan menyusup ke ruangan itu dengan menipiskan aura kehadiran kalian,juga kalian bisa masuk lewat jendela jika jendelanya terbuka" kata ketua tim
Segera dua orang itu berganti baju menjadi baju assassin organisasi Night Raven,mereka segera menuju ruangan itu dan mendengar semua rencananya.
Dengan sihir levitasi mereka pun melayang menuju jendela dan mencari satu persatu ruangan untuk mencari ruangan diskusi itu.
Dua orang itu mendengar suara dari jendela di lantai paling atas,dua orang itu segera menyembunyikan aura kehadiran mereka.
Keberuntungan ada pada mereka karena jendelanya terbuka,mereka pun segera masuk ke ruangan otubdan menguping di sudut ruangan.
Angin yang terbentuk dari sihir levitasi dua orang itu memasuki ruangan setelah dua orang itu masuk.
"Ini bukan musim gugur namun kenapa anginya kencang sekali,aku akan menutup jendelanya" kata Fisborg
"Kita sedang membahas pertahanan kota Lordum"
"Ah,ya,pertahanan kota itu sangat unik,mereka barusaja membangun tembok pendek yang berada menutupi parit" kata Strandborg menjelaskan
"Aku sudah tahu mekanisme pertahananya karena aku pernah gagal dalam menyerang kota itu" kata pria botak
"Jelaskan pada kami tuan Zelnoir" pinta Murtis
"Jadi,siege tower menjadi berhenti di tembok itu dan tak dapat menuju tembok kota,lalu saat kita berusaha keras memanjat tembok itu dan turun untuk menyebrangi parit,kita akan dipanahi,sehingga kita menjadi landak"
"Setelah mendengar penjelasanmu,tiba tiba aku tersadar bahwa menyerang mereka sangatlah sulit" kata Murtis
Dua mata mata itu tetap diam di sudut ruangan dan mendengar semua itu sembari mencoba untuk bernafas dengan pelan agar suara nafas mereka terdengar di situasi yang sunyi itu.
__ADS_1
Strandborg pun tertawa perlahan dan membuat mereka bingung,mereka juga melihat Fisborg juga tersenyum.
"Apa kalian lupa jika ada Griffin Rider di tanganku,dan juga aku telah mengumpulkan semua Griffin Rider di seluruh wilayah utara dan memerintahkan mereka menetap bersama keluarga mereka di kota ini"
Mereka pun heran bisa melupakan hal itu,mereka berdua pun tertawa karena mereka lupa tentang Griffin Rider.
Mereka semua berpikir akan sangat mudah jika menyerang mereka meskipun terdapat tembok yang berlapis lapis,merek akan dibakar dari atas oleh Griffin Rider.
"Dan juga aku telah melengkapi Griffin Rider dengan zirah khusus yang diukir dengan rune sihir barrier"
Mendengar itu,dua mata mata itu terkejut,untungnya mereka bisa menahan diri dan tidak menimbulkan suara yang bisa membuat mereka ketahuan.
"Benarkah itu tuan Strandborg?" Tanya Zelnoir terkejut
Strandborg pun membalas pertanyaanya dengan mengangguk pada Zelnoir
Melihat anggukan itu Murtis terlihat bahagia,sekarang mereka tak perlu khawatir tentang ancaman dari Svardia meskipun kerajaan itu beraliansi dengan kekaisaran
"Hahaha!,kini orang orang Svardia itu akan kelabakan,tapi untuk saat ini,kita harus fokus pada masalah utama kita,benar bukan"
"Benar,tunggu aku kalian semua,tinggal satu hari lagi semua persiapan akan selesai dan perang untuk penyatuan semua negara kota akan dimulai"
Mereka semua tertawa bahagia,mereka tak sabar untuk perang demi penyatuan semua negara kota di bekas wilayah kerajaan Valmurg.
Setelah mereka selesai berbicara,mereka pun keluar,dua orang mata mata itu bernafas lega dan membuka jendela untuk menghirup angin segar,dan pergi memanggil semua rekan tim di gang sempit.
Semua orang itu menuju gang sempit setelah dipanggil oleh siulan yang menjadi kode untuk bertemu.
"Ada apa memanggil kami?" Tanya ketua tim
Mereka berdua memberitahu semua yang mereka dengar ke rekan timnya yang berkumpul itu.
Ketua tim spontan menyuruh semua orang untuk pulang sekarang,mereka mengembalikan baju zirah itu di gudang persenjataan,dan tujuh wanita itu berhenti menjadi maid setelah kepala pelayan enggan melepaskan mereka,mereka berpisah ke semua maid yang selalu bersama mereka.
__ADS_1
Saat pagi hari tiba,mereka pun pulang dengan mengenakan pakaian petani dan pedagang.