Ambisi Besar Sang Raja Muda

Ambisi Besar Sang Raja Muda
Chapter 21: Utusan


__ADS_3

Vasilea meninggalkan aula besar dan menuju perpustakaan,ia mengambil kertas,tinta dan pena,ia menulis pesan tentang lima orang yang harus ditangani oleh Fermund.


Dia menyuruh utusan untuk mengantar suratnya dengan hati hati,jangan sampai ada yang mengetahui isi surat itu.


Utusan itu mematuhi Vasilea dan menuju istana dengan menyamar menjadi orang biasa,ia keluar dari kediaman klan,lalu ia terbang dengan sihir.


Namun nasib buruk dialami oleh utusan Vasilea,dimana ada sekumpulan orang yang mencegatnya,utusan itu tahu bahwa mereka adalah orang suruhan lima tetua itu.


Salah satu orang suruhan lima tetua itu mendekat dan berbicara "serahkan apa yang ada ditanganmu itu,dan matilah dengan tenang"


Utusan Vasilea yang memegang surat itu langsung menyimpanya dibalik bajunya,dan berniat untuk bertarung.


Saat ia mengeluarkan sihir dan mengajak mereka bertarung,tiba tiba suruhan lima tetua itu mati oleh serangan cepat dan tak terlihat dari samping kanan,utusan itu melihat seorang maid membawa pisau lempar yang dilapisi sihir angin.


"Pergilah sekarang" kata maid itu


Utusan itu tanpa bertanya lagi segera terbang melesat menuju ke istana,ia mempercepat lajunya.


Istana sudah terlihat oleh mata,utusan Vasilea itu menukik turun menuju taman istana,saat utusan itu turun,itu retakan tanah besar terbentuk di jalan setapak taman,prajurit penjaga terkejut dan berkumpul ke sumber suara.

__ADS_1


"Penyusup!,bersiaga semua"


Prajurit penjaga melingkari orang itu dan mengacungkan tombak ke utusan itu


Andreis yang kebetulan ada disana bersama Fermund yang duduk di bangku taman melihat utusan itu dan menyuruh prajurit untuk berhenti


"Hentikan,kalian semua mundur"


Sebelum Fermund menyelesaikan kalimatnya utusan itu berteriak hingga mengejutkan Fermund


"Yang mulia!!!,saya membawa pesan dari nona Vasilea"


"Maafkan aku yang mulia,aku baru saja diserang saat menyampaikan informasi ini"


Fermund pun menyuruh pria itu untuk bernafas sejenak,pria itu pun duduk di tanah dan bernafas tersengal sengal.


"Baiklah akan ku baca suratnya"


Fermund membaca surat itu,setelah lama membaca wajah Fermund terlihat biasa,lalu Fermund memberitahu utusan itu "terima kasih atas kerja kerasmu mengantar surat ini,tapi aku sudah mendapat informasi ini lebih cepat,jadi kau sedikit terlambat"

__ADS_1


Utusan itu terkejut dan berkata "jadi anda sudah mengetahuinya,apa anda punya mata mata yang diandalkan"


"Benar sekali" jawab Fermund


Fermund melihat lihat beberapa kertas itu di bangku taman,ia pun melipat semua kertas itu dan memberikanya kepada utusan itu.


"Berikan kertas kertas ini pada Vasileus,dan tunggu sebentar,aku ingin menulis surat untuk mereka bertiga"


Fermund memerintahkan pelayanya untuk mengambilkan alat tulis,ia menulis surat yang sepertinya panjang,setelah selesai,Fermund memasukkanya ke amplop lalu memberikanya pada utusan itu.


Utusan itu kembali ke klan,dia terbang dengan waspada sambil melihat sekitaran,saat ia merasa aman,utusan itu mempercepat laju sihir anginnya.


Utusan itu langsung terbang menuju kediaman Vasileus di rumah besar klan,ia terbang ke jendela kamarnya.


Utusan itu mengetuk kaca kamar Vasileus,namun tak ada respon,ia berkeliling mencari mereka dengan terbang.


Utusan itu menemukan tiga saudara itu bersama empat anggota elit  sedang melihat proses pengambilan bagian tubuh naga itu di tanah lapang dekat menara putih.


Utusan yang mereka kirim turun didekat mereka dan menyodorkan kertas yang diberikan Fermund.

__ADS_1


Tiga bersaudara bersama empat anggota elit meninggalkan tanah lapang dan masuk ke ruangan Vasileus.


__ADS_2