
Dua prajurit pos pertahanan itu keluar dari gerbang depan dan berbelok menuju ke pasukan besar yang datang.
Mereka memacu kuda mereka dengan cepat sehingga mereka bisa mendekat.
Didepan mereka terdapat satu uskup dan dua ksatria.
Mereka pun bahagia melihat jika pasukan besar itu adalah pasukan teokrasi.
Pasukan itu berhenti melihat dua orang prajurit Estrandia yang melambai lambai ke arah mereka.
Dua prajurit itu berhenti dan berkata "apa kalian bala bantuan dari kerajaan teokrasi Avelion?!"
Uskup itu pun menjawab "benar,dan kami diperintahkan oleh wakil dewa untuk melindungi kota dan menahan pasukan musuh"
"Jika begitu cepatlah,kami dari tadi berperang dengan musuh di pos pertahanan"
"Benar,mereka berjumlah dua ribu sedangkan kami hanya sembilan ratus orang"
Uskup itu terkejut dan meminta maaf atas kedatangannya yang telat,segera semua kavaleri yang dia pilih diperintahkan untuk menggempur pasukan musuh.
"Kalian semua para kavaleri!!,ikutilah mereka berdua dan gempur musuh!!" Teriak uskup itu.
Semua kavaleri itu mengikuti dua prajurit Estrandia yang berbalik.
Pasukan berkuda yang banyak itu berlari kencang,dia prajurit Estrandia mengangkat perangnya,sementara pasukan kavaleri teokrasi mengacungkan tombaknya.
Pengintai yang melihat kavaleri itu langsung berteriak memberitahu mereka semua.
"Pasukan kavaleri dari teokrasi dataang!!,mereka bersama dua orang itu!!"
Semua prajurit di pos pertahanan itu bersorak dan bertambah semangat mereka.
Komandan itu mengetahui prajuritnya memiliki moral yang tinggi,dia memerintahkan mereka semua untuk berbaris di luar tembok dan melihat kehancuran musuh.
Pasukan kavaleri itu datang dari kiri mereka menuju pasukan bayaran,mereka menggempur mereka semua.
Pasukan bayaran itu banyak yang tertunduk kuda dan terinjak injak kuda,bahkan banyak yang tertusuk oleh tombak prajurit kavaleri itu.
Para pasukan bayaran mencoba menjatuhkan prajurit teokrasi dari kudanya,namun mereka sangat kesusahan karena serangan dari tombak panjang mereka.
Pasukan kavaleri itu terus melakukan hal yang sama saat membunuh musuh.
Mereka berlari,menusuk musuh dan berbaliklagi untuk menyerang"
Pasukan bayaran itu masih tersisa banyak,dan pasukan infantri dari teokrasi yang mengakhiri mereka setelah sampai di medan pertempuran.
__ADS_1
Kaca di dan infantri itu pun menyerang pasukan bayaran,jumlah mereka diestimasikan berjumlah tiga ratus infantri dan seratus kavaleri beserta seratus pemanah.
Uskup itu pun memerintahkan kavaleri dan infantri untuk mundur setelah mereka semua kabur.
Namun para pasukan bayaran itu tak bisa kabur dari takdir mereka.
"Pemanah!!,tembak"
Para pemanah itu maju beberapa lakukan hingga mereka berada agak jauh dari pasukan yang ada di pos,mereka pun melesatkan anak panah mereka ke prajurit bayaran itu.
Dengan suara pelan uskup berkata "terimalah hukuman dari yang tertinggi"
Semua biarawan yang memakai baju zirah itu berdiri dibelakang uskup,mereka pun tertunduk dan terlihat berdoa.
Setelah penyerangan itu selesai,Komandan itu bertemu uskup dan prajurit teokrasi itu disambut di pos pertahanan.
Pasukan teokrasi membangun tenda mereka,sedangkan pasukan Estrandia mulai beristirahat sambil makan dan mengobati luka mereka.
Di rumah besar itu,Uskup dan komandan bertemu,mereka duduk di meja dan makanan sudah tersaji.
Uskup itu sekali lagi meminta maaf karena datang terlambat.
"Maafkan kami karena datang terlambat,pasukan kami sangat besar meskipun sudahdibagi di kota kedua wilayah Estrandia"
Komandan itu menunduk dan membalas "anda tak perlu mempermasalahkan itu,pos pertahanan ini bisa selamat karena anda semua"
Setelah itu uskup pergi ke kota pertama dan memberi perintah untuk seratus lima puluh kavaleri untuk tinggal di kota.
Uskup itu pun melanjutkan perjalanan demi tugasnya mengisi garnisun pertahanan wilayah Estrandia dengan prajurit dari pusat teokrasi.
Uskup itu pun menuju ke beberapa benteng dan pos pertahanan juga dua kota yang telah dianeksasi kerajaan teokrasi Avelion.
Selain itu mereka juga membangun pos kecil di perbatasan wilayah Estrandia dan persatuan negara kota Rovalia.
Sekarang wilayah Rovalia hanya tersisa tiga kota yang mana mereka bertiga adalah sekutu Strandborg.
Mereka terkepung oleh tiga kekuatan besar,dia kekuatan besar itu memusuhinya, dan satu lagi mencoba netral.
Beralih ke ibukota Svardia,seperti biasa para mata mata dan pengawas dari perbatasan cepat sekali menangkap informasi terbaru.
Mereka mengirim utusan ke ibukota dan kini seorang utusan ada dihadapan Fermund.
Utusan itu hanya terdiam melihat Fermund yang membaca kertas yang mereka sodorkan.
"Pada akhirnya mereka secara terang terangan melepaskan diri dari persatuan kota itu"
__ADS_1
Mendengar perkataan Fermund mereka mengangguk dan menjelaskan lebih lengkap.
"Benar rajaku,mereka berdua bersatu dan telah bergabung dengan kerajaan teokrasi"
Fermund pun bertanya "Sekarang,apa mereka sudah resmi?"
"Benar,mereka sudah bergabung,dan karena itu juga,saat ini mereka sedang diserang oleh sejumlah pasukan bayaran yang disewa oleh Strandborg"
Fermund pun tertawa lepas,orang itu hanya diam.
"Jadi dia masih bisa melakukan apa yang dia inginkan,kukira dia masih terpuruk dan mengurung diri" kata Fermund
Fermund memberi orang itu sekantong kecil koin emas dan menyuruhnya pergi.
Utusan itu pergi dengan cepat,sedangkan Alviers sendirian di ruang tahta sambil tersenyum.
Fermund pun juga sedang menunggu para utusan dari teokrasi membawa alat sihir yang dahsyat.
Setelah ditunggu tunggu,Fermund mengira mereka lupa karena tak datang kembali sesuai perkataan mereka.
Fermund pun tak memperdulikan hal itu,lagipula Fermund tak ada niatan untuk bergabung dalam persatuan dan diatur atur oleh pencetus persatuan.
Keputusan Fermund membawa akan hasil besar karena pihak kerajaan teokrasi Avelion akan menawarkannya beberapa keuntungan besar.
Tentunya itu semua untuk membuat Fermund setuju bergabung dengan persatuan.
Setelah dua hari setelah penyerangan di wilayah Estrandia,Kedua penguasa kota itu bertemu dan terdapat uskup bersama mereka.
Mereka mengadakan pertemuan di sebuah benteng kecil yang rencananya akan dibangun kota baru.
Uskup bersama dua penguasa kota berdiri didepan banyak prajurit Estrandia yang telah memakai zirah prajurit standar dari kerajaan teokrasi Avelion.
Dua penguasa kota mempersilahkan beberapa orang untuk masuk,mereka berdua berniat menunjukkan beberapa orang yang memakai baju zirah.
Semua prajurit itu pun kagum melihat sosok prajurit yang terlihat kuat itu.
"Prajurit pemberaniku!!"
"Yaa!!"
Mulai saat ini mereka adalah Ordo monasteri yang kami dirikan!!"
"Kami memberinya nama Ordo of Suncircle"
"Jayalah Ordo monasteri Suncircle"
__ADS_1
"Jayalah Suncircle!!!"