Ambisi Besar Sang Raja Muda

Ambisi Besar Sang Raja Muda
Chapter 42:Tiga Wilayah yang di Taklukkan


__ADS_3

Kota pelabuhan itu sepenuhnya menyerah kepada kerajaan Svardia,sekaliblagi bendera Valmurg terjatuh,dan bendera Svardia dikibarkan di menara dan gerbang kota.


"Kalian semua dengar,kini akulah penguasa kota Lenfica yang baru,aku juga sudah menyerah kepada kerajaan Svardia,sebentar lagi mereka akan mengirim sumber daya dan gerombolan pedagang kemari"


"Baguslah jika begitu,"


"Kita akan mendapat makanan dan melalui krisis ini"


Rakyat itu bahagia,mereka semua berkumpul dan bersatu, mereka bahagia menyambut pimpinan baru  yang mereka percayai.


"Raja akan memberi kalian pekerjaan setelah ia memulihkan kota ini,kita harus menunggu"


Rynas membali ke mansionya dan ia sepertinya sudah membulatkan tekad untuk menghancurkan kesenjangan yang besar di kota ini,ia hanya menunggu balasan atas surat yang dikirimkan pada raja barunya.


Para penduduk miskin itu menerima bahan makanan yang dibagikan oleh prajurit itu,dan mereka memberitahu berbagai macam makanan sederhana dari bahan yang mudah ditemui.


Mereka pun kembali ke rumah mereka masing masing dan menyimpan bahan masakan itu baik baik.


Sedangkan untuk sekumpulan orang kaya itu,mereka darang ke rumah Rynas dan berbicara dengan mereka di depan halaman dan menjelaskan pada mereka.


"Nona Rynas,apa yang tadi kau bicarakan dengan mereka?" Tanya seorang wanita borjuis


"Mereka hanya ingin pelabuhan dan rakyat kota ini,mereka memberi keuntungan kepada semua wilayah taklukkan raja dari Svardia,itu yang mereka katakan" jawab Rynas


Semua orang kaya itu ragu,keuntungan apa yang bisa diberikan oleh kerajaan yang suka berdagang,mereka mengira raja baru mereka pasti perhitungan dengan semua yang akan dia berikan.


"Mereka akan mengirim pedagang yang menjual berbagai barang yang murah khusus untuk semua wilayah taklukan raja Fermund dari Svardia"


"Itu sangat hebat,aku tak sabar melihat barang menarik apa yang mereka jual" kata seorang wanita kaya


"Mereka juga akan mengirimkan insinyur untuk memperbaiki semua bangunan rusak,pasti akan ada banyak sekali bahan bangunan yang diangkut kesini untuk membangun kembali benteng itu" tambah Rynas


"Yah,mereka terlihat peduli dengan semua orang yang tinggal di pinggiran pelabuhan,aoa mereka merencanakan sesuatu?" Tanya pria paruh baya di perkumpulan itu


"Entahlah,mungkin mereka ingin memberi mereka pekerjaan yang bagus untuk menggerakkan perekonomian di kota ini"

__ADS_1


"Apa benar itu?"


"Apa perlu kujelaskan,kalian tahu kan raja Fermund selalu meningkatkan perekonomianya agar kerajaanya bisa berkembang dan pajak akan lebih naik,tapi untuk wilayah taklukanya akan dikenakan pajak untuk bulan ini"


Semua orang borjuis di perkumpulan itu bahagia,mereka sangat setuju jika kerajaan Svardia meng aneksasi mereka karena keuntungan besar ini.


Setelah perbincangan itu,mereka pulang dan menunggu kapal dari kerajaan Svardia yang akan datang ke pelabuhan mereka.


Mereka bahkan menginformasikan berita ini ke beberapa kota melalui koneksi mereka.


Beralih ke pasukan Vasileon,mereka kini sedang melakukan penaklukanya ke kota berikutnya,kota ini bernama,Ridfon,kota yang berdiri di pinggir sungai yang lebar dan dalam,mereka hanya bisa menyebrangi jembatan batu yang agak lebar.


Karena,sungainya lebar dan dalam,siege tower tak dapat maju ke tembok,hanya catapult dan Thunder Archer yang menyerang mereka dari kejauhan.


Mereka pun mengatur susunan prajurit seperti biasa,infantri berat di depan lalu pasukan ordo Hirenpike dibelakang barisan infantri berat itu.


Mereka maju menuju tembok,di pinggir sungai,terdapat infantri berat lainya yang melindungi Thunder Archer yang menggempur tembok itu dengan panah.


Di keadaan huru hara karena gempuran panah petir,terdapat beberapa pemanah musuh  yang berada di posisi aman di tembok.


Satu orang Typhoon Javeliners menjebol gerbang itu,pasukan musuh yang rencananya akan menyerbu jika gerbang berhasil ditembus malah ikut terhempas karena angin yang kuat dari senjata elemental.


Pasukan infantri berat dan ordo hirenpike langsung berlari dan memasuki kota,mereka menyebar dan bertarung dengan prajurit musuh.


Vasileon pun ikut  menyebrang jembatan dengan pasukan infantri biasa,mereka berjalan dengan cepat dan berhasil memasuki kota,Vasileon mengayunkan kapak besarnya dalam keadaan berkuda membunuh semua prajurit musuh,setelah kota berhasil dimasuki,prajurit musuh menyerang dengan kekuatan penuh dan memanggil jagoan mereka.


Jagoan yang mereka harapkan itu datang bersama penguasa kota yang didampingi pasukan pemanah dan infantri.


Penguasa kota itu mengatakan sesuatu kepada Vasileon "kami tak akan menyerah dengan mudah,harga diri kami akan terlukai,maka dari itu kalian tak akan kubiarkan memasuki kota lebih dalam,sekarang lawan dia"


Jagoan mereka adalah pria kekar yang memakai zirah, berambut acak acakan dan muka yang seperti kurang  tidur,pria itu membawa senjata tombak panjang.


"Mari bertarung" kata pria itu.


Dua orang itu berhadap hadapan,disekitar mereka ada prajurit Svardia dan Valmurg yang menonton mereka.

__ADS_1


Pria kurang tidur itu mengambil kuda kuda bertombak,dan sepertinya sudah jelas kalau  ia akan mengeluarkan gerakan tusukan.


Vasileon bersiap untuk posisi bertahan,dan pertarungan hidup dan mati itu dimulai.


Pria kurang tidur itu melakukan gerakan tusukan yang bertubi tubi,dan Vasileon hanya bisa bertahan dan menunggu kesempatan untuk menyerang balik.


"Jangan remehkan aku!" Teriak Vasileon


Ia pun melakukan gerakan menebas untuk menangkis serangan itu dan menyerang balik dengan tebasan kuat dari samping.


Pria kurang tidur itu berhasil menghindar, namun Vasileon masih menyerang lagi,ia maju dan mengayunkan kapaknya kebawah.


Serangan Vasileon tertangkis oleh tombak pria itu,Vasileon mendorong kapaknya lebih kuat kebawah,dan pria yang menjadi lawanya pun tak bisa menahanya dengan tombaknya lagi.


Vasileus menendang pria yang menahan seranganya dengan tombak,pria itu sampai terbang karena ditendang,ia pun tak sadarkan diri.


"Aku tak akan membunuhnmu karena rajaku membutuhkan kalian,sekarang menyerahlah,kami akan menanggung semua jerusakan dan mengatasi masalah kalian dengan satu pesan yang kami kirim pada raja" kata Vasileon


"Baiklah,kami menyerah pada kalian,setidaknya kami menyerah dalam keadaan kalah dalam pertempuran,menyerah begitu saja tanpa benrtempur bukan cara kami" kata penguasa kota itu


"Kami akan mengirim surat pada raja,dan apa kau punya permintaan atau syarat untuk menyerahkan kesetiaanmu dan juga tanah ini?" Tanya Vasileon


"Aku hanya ingin prajuritku dilatih oleh orang kuat,hadirkan orang itu kesini,latih pasukan kami,dan kami akan ikut berperang bersama kalian" kata pria itu


"Baiklah,akan kutulis,dan aku belum mengetahui namamu,siapa namamu?"


Vasileon bertanya padanya,lalu ia pun menunduk dan memperkenalkan dirinya kepada Vasileon "Namaku adalah Truman,penguasa kota Ridfon,senang berkenalan denganmu perwira"


"Namaku adalah Vasileon dari klan Valdis"


Setelah mereka berkenalan,bendera pun diganti,semua bendera Valmurg diganti oleh bendera Svardia


Setelah peperangan itu,pasukan Svardia berkemah di dekat tembok kota dan memberi makanan dan obat obatan kepada penduduk kota,dan para penyihir penyembuh segera menyembuhkan semua prajurit itu


Kini sudah ada tiga kota yang ditaklukkan,kita hanya akan melihat tindakan Fermund untuk mengatur wilayah taklukanya.

__ADS_1


Dan pasti di ibukota kerajaan Valmurg,raja itu pasti akan naik pitam melihat tiga kota di selatan kerajaan Valmurg sudah ditaklukkan.


__ADS_2