Ambisi Besar Sang Raja Muda

Ambisi Besar Sang Raja Muda
Chapter 49:Babi Gemuk


__ADS_3

Pasukan kerajaan Svardia memilih untuk maju terlebih dahulu,mereka mengatur pasukan infantri berat didepan,dan infantri biasa di belakang,sedangkan pasukan yang ada di dua siege tower kebanyakan infantri biasa.


Sedangkan Storm Archer ditempatkan di tembok kayu yang mereka pasang di wilayah yang masuk jarak tembak pasukan pemanah.


Di perkemahan sekarang hanya ada pasukan penombak dan Typhoon Javelin beserta beberapa pasukan infantri biasa.


"Tiup terompet sebagai tanda peperangan dimulai" perintah ketua batalion kedua


Seorang prajutit memegang trumpet tanduk hewan,ia pun meniupnya keras keras di depan barisan catapult.


"Majuu!"


pasukan infantri berat itu menumpuk perisai mereka menjadi dinding dan atap,begitu pula pasukan infatri biasa yang menggunakan perisainya sebagai atap untuk melindungi bagian atas tubuhnya dari anak panah musuh.


Empat catapult maju bersama dua siege tower,kali ini di bagian paling atas siege tower terdapat Strorm Archer yang menghancurkan barisan pemanah musuh itu.


Tiba tiba gerbang pun terbuka dan munculah pasukan infantri Valmurg menuju infantri berat Svardia,mereka keluar dan melakukan pegerakan berbelok melengkung kekiri untuk menyerang titik lemah mereka,yakni dibagian samping.


Mereka menghancurkan formasi infantri berat Svardia,pasukan infatri berat Svaria mengganti formasi.


Mereka pun mundur sebentar dan melakukan formasi bulan sabit untuk mengepung mereka,para storm archer masih berurusan dengan pemanah dan alat pertahanan kota seperti balista dan catapult.tujuan mereka hanya mengatasi mereka agar tak merubuhkan Siege tower.


Siege tower pun mendekat,beberapa penyihir di menara membakar siege tower itu,sebelum mereka membakar siege tower sepenuhnya,mereka terkena salam hangat dari Storm Archer yang berada di bagian paling atas.


Pertempuran besar besaran masih terjadi di tanah lapang itu,pasukan infantri musuh menghambat infantri berat untuk memasuki kota.


"Kepung mereka,giring menjsuh dari kota!" Kata wakil pemimpin batalion kedua.


Pasukan infantri berat mengepung dan mendorong mereka untuk menjauhi kota,sekarang hanya perlu menyerahkan semuanya pada pasukan infantri biasa yang berperang si tembok dan di dalam kota.


Suar pun dinyalakan,dari udara terdapat pasukan Elit Ordo Griffin Rider yang para pengendara griffin itu membawa suatu kantong


Mereka terbang di sekitaran pasukan Svardia yang berada di tembok kota,mereka membuka kantong itu dan mengeluarkan minyak yang dikemas dalam botol kaca.


Minyak itu jatuh dang mengenai pasukan Svardia itu,ada yang terkena pecahan kaca karena jatuh dibagian kepala dan badan,lalu mereka pun terluka dan minyak pun mengoyori mereka.


"Gawat,mereka ingin membakar pasukanku dari bawah,Typhoon Javeliners!,serang mereka!"

__ADS_1


Pasukan Typhoon Javeliners berbaris membentuk formasi segitiga dan melemparkan javelin mereka dan mengendalikanya dengan energi sihir.


Beberapa pengendara griffin itu jatuh ke tanah,sedangkan yang lain masih bermanuver menghindari javelin yang mengejar mereka.


"Pasukan yang berada di tanah lapang,kalian semua munduur!" Perintah ketua batalion kedua


Terompet pun ditiup,dan mereka yang berlumuran minyak mundur ke belakang perkemahan dimana mereka membangun pemandian didekat sumur yang mereka gali sendiri.


Wakil ketua batalion kedua itu menuntun mereka semua,ia pun memperingayi pasukan itu untuk cepat cepat membersihkan diri mereka.


"Pergi ke sumur dan bersihkan tubuh kalian,dan jangan mencemari air"


Semua pasukan yang ada di gerbang kota meskipun mereka terluka dan berlumuran minyak,mereka mengamankan wilayah tembok kota dan menanhkap semua orang yang menyerah dan mengumpulkanya di sekitaran pintu gerbang,mereka menyebar ke menara tembok kota dan mengganti bendera,dan bendera yang paling besar sendiri dipasang di gerbang.


Storm Archer mengumpulkan anak panah petir yang ada didekat mereka dan segera membantu pasukan Typhoon Javeliner yang terbang diatas tanah lapang dan sekitaran  perkemahan.


Griffin Rider itu terkejut dari serangan petir dari belakang mereka,banyak dari mereka yang tersambar petir dan hangus.


Beberapa pasukan segera menuju ke sumber suar yang dinyalakan itu,mereka bergegas kesana dan terkejut melihat mansion besar yang terdapat banyak pemanah.


Pasukan Svardia itu segera menghindar dan bersembunyi,beberapa anak panah menancap di jalan saat mereka tiba tiba berada disana,untung saja mereka cepat menghindar.


Pasukan infantri berat menuju mansion itu dan menyerang bersama Storm Archer,pemanah itu didesak untuk berhenti dan mereka menangkap penguasa kota itu.


Ketua batalion kedua bersama wakilnya menuju mansion,dan mereka melihat penguasa kota yang masih muda.


"Aku menyerah!,aku menyerah,jangan paksa aku" kata pria gemuk itu marah


Penguasa kota itu berpenampilan seperti anak orang kaya,terdapat cincin berharga ditanganya.


Pria itu tubuhnya gendut seperti babi dan ia sangat penakut,benar benar sosok yang tidak cocok untuk dijadikan pemimpin untuk penduduk kota.


Ketua batalion itu menarik nafas dalam dalam dan mengeluarkanya,ia pun berteriak dengan keras.


"Kailan semua tak perlu khawatir,kami hanya ingin menduduki wilayah Valmurg untuk menghilangkan kelaliman dari para bangsawan yang tak kompeten ini"


Prajurit Svardia itu mendengarnya dengan saksama

__ADS_1


"raja kami yang mulia Fermund dia adalah orang yang membutuhkan kalian untuk melakukan perputaran perekonomian yang berada dalam genggamanya,jadi tidak begitu buruk jika wilayah ini dikelola oleh raja kami,"


Wakil ketua itu menambahkan apa yang sudah diucapkan oleh ketua bataliom


"Benar,jika kalian menyerahkan kesetiaan dan tanah ini pada raja kami,maka  akan ada yang mengirim pedagang yang menjual berbagai benda dengan setengah harga khusus untuk wilayah taklukan raja kami,dan kota ini akan dibebaskan dari pajak bulan ini saja dan akan ada dana alokasi untuk kota,"


Mendengar itu si gemuk itu benar benar menyerah dan bersedia untuk bekerja dibawah kuasa Fermund.


"Dana alokasi kota itu akan diberikan untuk penguasa kota,namun pria gendut dan manja ini tak gocok menjadi penguasa kota,dia ini sudah membuat kalian menderita bukan,apa kalian tak mau balas dendam,kalian bisa memukulinya bersama sama disini." Kata wakil ketua batalion itu dengan keras.


Pria gemuk itu ketakutan sekali saat ia mendengar itu,ia ingin kabur namun tubuhnya didudukkan oleh prajurit itu,jadinya ia susah untuk bangkit karena ada prajurit yang mendekatkan pedang ke leharnya


"Aku sudah menyerah!,kenapa kalian ingin membunuhku,apa kalian tak tahu siapa aku!"


Mendengar itu,ketua batalion itu mengeluarkan pisaunya dan mendekatkan pisaunya ke keher pria gemuk itu dan menyuruhnya untuk mengatakan siapa identitasnya.


"Hohoo,aku ingin tahu siapa kau dan siapa bantuan terbesarmu untuk menyelamatkanmu babi!"


"Aku adalah keponakan raja,dan ayahku adalah pemimpin pasukan elit Griffin Rider"


Mendengar itu mereka pun terkejut,mereka tak menyangkanya,pantas saja tadi banyak sekal Griffin Rider yang muncul.


"Apa kalian takut,jika takut lepaskan aku dan bersujudlah padaku sekarang"


Ketua batalion kedua itu tertawa terbahak bahak mendengarnya,lalu ia menamparnya dengan keras dan berkata "apa kau tahu jika ayahmu itu kabur ketakutan saat di lembah Garlon,dan saat kau memanggil GriffinTidermu tadi,pasukan Griffin mu itu telah dihancurkan oleh pasukan Sky Hunter,apa kau tuli,pantas saja kalian tak tahu reputasi kami yang membantai pasukan ayahmu di lembah Gorlan"


Bentakan ketua batalion kedua itu membuat semua orang yang bersembunyi di rumahnya masing masing mulai keluar satu per satu.


Lalu mereka berkumpul,terlihat oleh prajurit Svardia,para penduduk kota itu  membawa berbagai alat yang digunakan untuk memukulnya,bahkan banyak dari mereka yang memvawa benda tajam.


Pasukan Svardia pun waspada dan mulai mengangkat senjata


Seorang pria botak yang memegang pisau daging itu maju dan berkata "bukankah  kalian membolehkan kami untuk menyiksanya,sekarang biarkan kami menyiksanya sekarang juga"


Mendengar itu semua prajurit Svardia memberi jalan,dan prajurit yang ada di dekat pria gemuk itu mulai membaringkan badan si gemuk itu,sekarang babi gemuk itu sulit bangkit dan hanya bisa merangkak.


"Tidaak!,jangaan,ampuni akuu!!!" Teriak pria gemuk itu dikerubungi oleh penduduk kota.

__ADS_1


Ketua dan wakil ketua batalion dua melihat bagaimana mereka menyiksa pria gemuk itu.


Semua prajurit Svardia itu malah takut sendiri setelah penduduk kota menyiksanya dengan kejam,padahal mereka sendiri yang mengajak mereka untuk melakukan penyiksaan kepada pria gemuk itu untuk membalaskan dendam mereka.


__ADS_2