Ambisi Besar Sang Raja Muda

Ambisi Besar Sang Raja Muda
Chapter 39:Kejadian Yang Tak Terduga


__ADS_3

Pasukan besar itu mulai perangkat dari wilayah tengah menuju utara,menjemput teman mereka yang bertahan di lembah,setelah itu mereka akan memasuki wilayah musuh dan menaklukkan beberapa kota.


Diantara alat pengepungan yaang mereka bawa adalah siege tower dan catapult,sedangkan untuk battering ram,mereka tak membutuhkanya karena sudah ada pasukan Typhoon Javeliner yang mampu menjebol gerbang dengan daya tembusnya.


Beberapa pasukan mendorongnya dan terdapat pedati yang membawa batu batu besar untuk catapult.


Terdapat lima komandan dan satu perwira yang memimpin pasukan itu,setiap komandan memimpin dua ribu orang,dan satu perwira yang mengkomandoi seribu pasukan di garis depan barisan besar pasukan itu.


Sebelas ribu pasukan itu  melewati perbukitan di wilayah utara,mereka akan pergi ke basis kedua garis pertahanan di utara.


Mereka menemukan tempat itu sesuai petunjuk yang diberikan,mereka disambut oleh Miers dan semua pasukan yang melihat mereka.


"Selamat datang di basis pertahanan kedua,aku ingin mengundang kalian masuk,tetapi aku tak tahu apa bangunan ini bisa menampung mereka" kata Miers


"Tujuan kami berhenti disini adalah untuk menambah pasukan untuk pertahanan,setelah itu kami menuju lembah Gorlan untuk bertemu pasukan yang menunggu" kata perwira itu


"Kalau begitu kami tak akan mengganggu kalian,sebelum kalian pergi,bisa katakan siapa namamu pemimpin pasukan" kata Miers


"Vasileon dari klan Valdis"


Miers pun terbelalak,rupanya ia baru pertama kali melihat sesorang dari klan Valdis,kini orang itu dihadapanya.


"Kalau begitu,silahkan lanjutkan perjalananya" kat Miers mempersilahkan


Pasukan besar itu kini tinggal sepuluh ribu prajurit,mereka terus berjalan ke utara,tak jauh dari basis pertahanan kedua tadi mereka melewati puing puing basis pertahanan pertama.


Mereka berjalan sambil melihat bangunan yang hancur dan mayat musuh yang membusuk,mungkin mereka sudah tahu jika pasukan yang dipimpin Duke Nordford melakukan serangan.


Akhirnya mereka sampai di jalan yang ada di celah tebing,meskipun terlihat sempit,namun pasukan dan alat pengepungan yang dibawa berhasil melalui  jalan itu,meskipun proses melewati jalan itu membutuhkan waktu yang lama.


Setelah melewati jalan itu,mereka sampai di perbukitan,mereka juga melihat banyak sekali mayat membusuk di perbukitan,dan itu semua mayat musuh mereka.


Sensasi mengerikkan terasa saat melihat mayat mayat itu,dan lebih jauh di utara,mereka bisa melihat tembok batu,sebentar lagi mereka akan sampai ke tujuan.

__ADS_1


Setelah mereka mendekat,kehadiran mereka diketahui oleh pasukan pengawas di menara,dia melihat pasukan besar membawa panji kerajaan.


"Itu mereka,bala bantuan dari kerajaan" kata pengintai itu dengan lantang,duke Nordford dan beberapa prajurit pun menaiki tembok dengan tangga dan melihat mereka dari jauh.


"Selamat datang!!!" Kata duke Norford.


Vasileon hanya mengangkat tangan tinggi tinggi untuk merespon duke Nordford.


Gerbang pun dibuka, sekaligus jembatan kayu yang turun dari gerbang untuk mereka bisa melewati parit dan masuk ke perkemahan mereka.


Perkemahan itu penuh dengan orang,dan semua prajurit yang baru datang beristirahat,lalu Duke Nordford mengajak Vasileon dan lima komandanya menuju tendanya yang paling besar untuk minum gingger ale.


"Jadi ini adalah perkemahan musuh yang kau rebut dari mereka,sangat teduh dan banyak sekali makanan disini" kata Vasileon yang melihat makanan yang tersaji dimeja


"Itu benar,kami menempati tempat ini saat mereka kabur,mati kita makan sekarang,kebetulan kalian datang saat waktu makan siang"


Mereka berdua menikmati makanan itu,semua prajurit ikut makan makanan yang mereka sukai,semur daging dengan jamur serta roti, yang membuat mereka kenyang dan jadi lebih sehat.


Sesuai rencana,mereka akan menyerang kota Vartis,saat merek sampai di kota itu nanti, mereka akan membangun tenda di dekat kota itu untuk mulai penyerangan.


Namun mereka tak membangun tenda di wilayah yang sudah mencakup jarak serang pemanah dan menyihir di menara.


Setelah melintasi lembah Gorlan,mereka telah melintasi tanah musuh mereka,namun mereka masih belum merakasakan sensasinya.


Selama ini kerajaan Svardia terus ditekan oleh kerajaan Valmurg,kerajaan itu mulai menekan kerajaan Svardia dari masa ayah pamanya yang menjadi raja saat itu.


Kerajaan Valmurg diduga ingin menghancurkan perekonomian kerajaan Svardia dengan perang yang mereka sulut,agar kerajaan Svardia menjadi kerajaan yang miskin.


Mungkin musuh melakukan itu karena iri,karena selain kerajaan Svardia diberkati oleh lokasinya yang ada di pesisir,ditambah dengan banyaknya pertambangan di tanah Svardia ini,itu bisa menjadi alasan yang pasti.


Mereka sudah melihat dari kejauhan,kota dengan tembok yang terlihat kuat dan tinggi,mereka seketika merasa bahwa pengepungan ini akan sulit dan membutuhkan waktu berhari hari lamanya agar bisa ditaklukkan.


Namun mereka melihat gerbang kota yang dibuka,munculah beberapa prajurit dengan membawa bendera putih sambil menggerakkan tangan untuk melambaikan bendera putih itu.

__ADS_1


Semua pasukan berhenti,dan prajurit di barisan yang paling depan itu terkejut,apa benar yang mereka lihat dengan mata mereka sendiri itu benar benar nyata.


"Mereka mengibarkan bendera putih!" Kata prajurit barisan yang paling depan


Setelah mendengar itu semua prajurit dibelakang pun heran dan bertanya tanya apa yang dilihat oleh mereka yang berada di barisan depan benar benar nyata.


"Apa mereka menyerah?,apa mereka benar benar menyerah?" Kata semua pasukan itu dengan heran dan kebingungan.


"Apa kalian menjadi bodoh karena terlalu melatih fisik kalian!,bisa jadi itu adalah jebakan" teriak Vasileon kepada pasukanya


"Pasukan infateri berat!,semuanya didepan,dan pasukan Typhoon Javeliner harus berada di belakang pasukan infantri berat" perintah duke Nordford.


Pasukan Svardia yang berdiri agak jauh dari kota itu mengubah susunan barisan dan membuat pasukan yang mengibarkan bendera itu kaget,dan juga pasukan pemanah yang ada di tembok menjadi waspada.


Lalu Duke Nordford bersama Vasileon maju dengan ditemani pasukan Thunder Archer mendekati pasukan yang memegang bendera putih itu,saat mereka berdua mendekat, ada suara yang mengagetkan mereka berdua.


"Kalian sudah datang,aku tahu kalian pasti waspada dan mengira ini adalah jebakan,namun aku disini benar benar menyerah pada kalian dan bersedia di aneksasi oleh kerajaanmu"


Seseorang pria berkumis yang berada di atas gerbang kota itu,Vasileon langsung menanyainya dengan suara lantang


"Apa kau adalah penguasa kota?,katakan namamu?,dan juga tujuanmu"


"Namaku adalah Morsiv,penguasa kota kerajaan Valmurg,dan sudah kubilang tadi,bahwa aku menyerah pada kalian dan bersedia untuk di aneksasi oleh kerajaanmu,apa itu cukup jelas bagi kalian" kata penguasa kota itu dengan nada menunjukan bahwa dia sangat kesal


"Apa kami bisa mempercayaimu,kenapa kau menyerah sedangkan kotamu ini sangat kuat untuk bisa bertahan dari serangan kami?" Tanya Duke Nordford


"Aku hanya tidak ingin menyakiti penduduk sipil yang kucintai dengan senjata penghancur milik kalian itu,"


Dua orang itu langsung merasa bersalah,dan memutuskan untuk berhati hati untuk tak melukai penduduk sipil saat perang.


"lagipula kami semua sudah muak kepada raja yang memungut pajak dan mengelontorkan dana hanya untuk perang,dan bukan untuk sesuatu yang lebih penting dan berguna,lebih baik aku mengikuti kalian"


Pria itu turun dari tembok itu dan menghampiri dua orang itu,Vasileon dan duke Nordford turun dari kudanya dan mereka pun mengadakan pembicaraan di barak yang ada didalam kota.

__ADS_1


__ADS_2