Ambisi Besar Sang Raja Muda

Ambisi Besar Sang Raja Muda
Chapter 74:Dilema


__ADS_3

Masih di ruang tahta istana kekaisaran,kaisar ingin menyembarkan semua informasi yang ia dapatkan,semua bangsawan dan keluarga besar militer harus tahu informasi ini.


Kaisar menyuruh semua utusanya untuk menyebarkan berita ini secapatnya,dan kaisar mengadakan ujicoba Ray Rod yang sudah diproduksi banyak di kekaisaran.


Kaisar ingin melihat apa sinar Ray dari tongkat itu mampu menghancurkan sihir barrier.


Berita tentang Griffin Rider yang dikembangkan itu membuat kepala penyihir kaget,mereka segera memenuhi keinginan kaisar dengan mempersiapkan uji coba Ray Rod terhadap sihir barrier.


Keluarga kekaisaran menuju ke tempat uji coba itu dan melihat dari jauh dengan fokus,didepan penyihir yang memegang Ray Rod terdapat tembok yang dilapisi sihir barrier.


Kepala penyihir dan Luristine berada disana untuk melihat uji coba,mereka dalam kondisi gelisah,mereka akan melihat secara langsung uji coba senjata itu.


"Keluarkan sinar cahayanya sekarang juga!!" perintah kaisar


Penyihid itu mengeluarkan Ray Beam,saat Ray Beam itu mengenai barrier,serangan cahaya itu,lubang yang agak besar timbul,namun barrier itu beregenerasi.


"Sialan,jika begini kita harus bagaimana,jika mereka menyerang,kita akan tamat" kata kaisar khawatir.


Tiba tiba ada prajurit berkuda yang membawa merpati,surat dari Silford sudah sampai.


Kaisar mengambil kertas yang ada di kaki burung itu dan membacanya.


"Siapa yang mengirim pesan itu?" Tanya putri


"Mungkin tuan Silford" jawab Henlock


"Senjata Ray Rod sudah dikembangkan lebih jauh lagi oleh penyihir kerajaan Svardia"


Semua penyihir itu merasa bahwa mereka kalah telak dalam pengembangan senjata itu,ada dari mereka yang ingin menetap di kerajaan Svardia dan mempelajari semua ilmu dari penyihir mereka.


"Kita kalah telak,kita lupa untuk melakukan pengembangan dan hanya Fokus pada produksi massal saja" kata kepala penyihir kekaisaran.


"Tidak apa apa ayah,lagipula mereka akan membagi purwarupanya kepada kita,jika mereka mematok harga,maka beli saja teknik pembuatan sekaligus hak paten untuk senjata itu" kata Luristine berpikir dewasa


"Apa yang gadis ini bicarakan sangat menarik,kita bisa membeli teknik pembuatan senjata itu,namun sepertinya tidak mungkin mereka akan menjual hak paten nya," kata putri itu

__ADS_1


Kaisar pun menatap ke putrinya dan berkata "yang penting mereka bersedia membagi atau menjualnya ke kita,lagipula kita masih belum tahu apa senjata itu mampu menghancurkan sihir barrier"


"Hmm,aku pasti mereka mengujinya di besi tebal,sama seperti ujicoba purwarupa Ray Rod paling pertama" kata Luristine


"Seprtinya aku harus mengadakan rapat dengan raja Fermund mengenai ancaman dari negara kota Rovalia itu"


Beralih ke kota Rovalor,Strandborg selalu berada di benteng kembar untuk melihat pemandangan laut dan mengawasi pasukan yang sedang dilatih.


Besok dia akan berkumpul dengan pasukan dati tiga kota lainya untuk menyerang negara kota Lordum.


Dari atas tembok benteng dia melihat veteran perang yang dikumpulkan untuk melatih mereka,terdapat ahli strategi yang sudah lama mengikuti ayahnya,kemudian dia bersumpah setia pada Strandborg.


"Ambisiku akan segera dimulai,penyatua semua kota dibawah pemerintahanku,setelah semua negara kota bersatu aku akan membentuk dewan besar yang menjadi tangan dan kakiku"


Strandborg mengepalkan tanganya,dia melihat ke cincin safir pemberian ibunya.


Teriakan dari para prajurit yang berlatih,membangun formasi dan memperagakan gerakan,membuat Strandborg tak sabar untuk melepaskan prajurit kuatnya ke pertempuran demi ambisinya.


Strandborg melihat mereka sangat berkeringat karena terus bergerak untuk sparring antar prajurit.


Strandborg sedang menunggu tunanganya untuk bersiap menemui dia dan makan siang di pinggir pantai.


Tunangan Strandborg dikenalkan oleh ibunya yang memiliki koneksi dari pedagang nomor satu yang selalu membantunya.


"Strandborg,aku sudah siap,mari kita pergi"


Strandborg memegang tangan tunanganya dan menuju ke tempat makan di pinggir pantai yang dinaungi oleh tenda biru.


Mereka duduk berhadapan,dihadapan mereka terdapat hidangan yang sudah disiapkan


"Harlena,ayo kita makan sebelum semuanya menjadi dingin"


Perempuan itu tersenyum dan memakan hidanganya,mereka terkadang berbicara saat makan.


"Herlena,besok aku akan pergi bertempur,aku ingin mewujudkan ambisimu,setelah aku pulang kita akan menikah"

__ADS_1


Wanita itu mengernyitkan dahinya,dia  menatap Strandborg dan berkata "jangan ucapkan hal itu atau kau mati di peperangan nanti,apa kau ingin membuatku menjadi janda sebelum oernikahan" kata wanita itu blak blakan


Strandborg pun tersenyum,dia mengelus kepala wanita itu,dia menenangkanya dan menjelaskan padanya jika kemenanganya adalah mutlak.


Mereka beralih tempat setelah mereka selesai makan,mereka duduk di kursi yang menghadap ke laut,ditengah dua kursi itu terdapat meja bundar,di meja itu ada botol wine dan dua gelas kaca khusus wine.


Mereka menikmati wine sambil melihat pemandangan sore,mereka berdua menghabiskan waktu disana hingga matahari akan terbenam.


"Strandborg,ayo kita pergi ke mansion,matahari akan tenggelam"


Herlena merangkul tangan Strandborg dan berjalan menuju mansion.


Sementara itu di ibukota Svardia,Fermund melihat surat dari kaisar yang dikirim lewat merpati.


"Jadi kaisar ingin rapat tentang mengatasi Griffin Rider,dan juga mereka menginginkan Ray Rod terbaru dan bersedia membeli teknik pembuatanya?"


"Mereka sangat berterus terang sekali" kata Mentri


"Jika mereka menginginkanya maka aku akan memberikanya secara percuma,dan juga tentang rapatnya,kaisar kali ini ingin rapat di wilayahku"


"Kalau begitu kita putuskan untuk rapat di wilayah duke Wenster saja,karena mereka tak perlu jauh jauh ke ibukota" saran mentri


"Baiklah jika begitu,besok aku akan mempersiapkanya,dan besok juga kirim surat ke kaisar untuk datang ke wilayah duke Wenster satu hari setelah persiapan sudah selesai.


Mentri itu mengangguk dan meninggalkan Fermund,sedangkan Silford masih santai berada di sisi Fermund.


"Tuan Silford,kembalilah ke ruanganmu,akau akan mandi dahulu,setelah itu kita makan malam bersama"


Silford menunduk ke Fermund lalu pergi.


Fermund menuju pemandian pribadinya,tanpa basa basi dia segera memasuki kolam air hangat itu dan menenangkan diri.


Dia memikirkan tentang Strandborg yang akan menyerang besok,dengan Griffin Rider yang Strandborg kembangkan,pasti akan sangat mudah untuk membuat mereka hancur,kecuali ada seseorang yang menyerah.


Fermund memiliki solusi tentang bartier sihir itu,namun jika Fermund mengeluarkanya,seluruh benua akan gempar.

__ADS_1


Intinya Fermund sedang berada di dalam dilema sekarang.


__ADS_2