Ambisi Besar Sang Raja Muda

Ambisi Besar Sang Raja Muda
Chapter 27:Menunggu Hasil


__ADS_3

Para milisi calon pasukan elit itu dipisahkan menjadi dua unit,unit pemanah dan pelempar javelin.


Di siang hari dengan cuaca mendukung,mereka berangkat menuju sarang thunderbird.


Rhogan dan Rovan beserta prajurit kerajaan bertugas untuk melindungi mereka saat ujian terakhir.


Bereka berbaris sesuai kelompok mereka, Rhogan berdiri di depan mereka dan mengatakan sesuatu sebelum memulai ujian.


"Disini,di sarang thunderbird,kalian akan melakukan ujian ke tahap tiga,kalian semua telah lulus dan akan dijadikan prajurit,namun kita harus menguji kalian di tahap terakhir,"


Semua milisi itu gugup,mereka berkeringat dingin,memegang senjatanya dengan erat dan bersiap menuju uji coba yang melibatkan hidup mereka.


"Thunderbird adalah monster tingkat tinggi,yang paling kuat di kerajaan ini dan mereka merajai langit kerajaan dan bahkan mereka berani melawan naga,dulu kerajaan mencoba untuk menaklukkan mereka dan menjadikan mereka tunggangan untuk militer,namun gagal karena mereka kuat"


Penjelasan Rhovan membuat mereka semakin takut,namun mereka tetap bersiaga dan menetapkan hati mereka.


"Jangan takut,raja mengumpulkan kalian untuk menjadi pasukan yang dapat membunuh monster,sehingga ketika ada musuh yang memanfaatkan monster untuk perang,kita bisa membunuh mereka,setelah aku mengatakan ini aku harap kalian akan menjaga rahasia,karena kalianlah unit militer yang dibentuk oleh raja dan bertujuan untuk menggemparkan dunia" kata Rovan memberi semangat


Rovan membocorkan sedikit rencana rajanya,mereka pun bangga ketika tahu pasukan mereka dibentuk oleh raja secara langsung untuk kenjadi pengeliminasi monster,mereka semakin tenang ketika terdapat tentara resmi kerajaan yang mengawasi dan melindungi mereka.


"Sekarang ikut aku untuk masuk ke sarang mereka untuk membunuh satu Thunderbird saja!,tentunya yang paling besar" teriak Rhogan


Para milisi itu memasuki sarang thunderbird dengan tenang,mereka melihat sekitaran sarang dengan penuh kewaspadaan,mereka pun dari tadi memegang senjatanya dengan posisi siap.


Setelah masuk lebih dalam,mereka tak menemukan kawanan thunderbird,apa lagi yang paling besar,mereka hanya  menemukan satu thunderbird yang tak terlalu besar,Rhogan pun langsung memberi aba aba untuk penyerangan

__ADS_1


"Panah bersiap!"


Mendengar teriakan Rhogan,thunderbird itu terbangun,para pemanah itu berkumpul dalan satu barisan dan melepaskan banyak anak panah,burung besar itu langsung saja merengganggkan sayapnya dan mengeluarkan petir yang menghanguskan anak panah itu.


"Javeliners maju!" Teriak Rovan


Para javelin itu membawa perisai dan tombak pendek yang ada dipunggungnya,mereka melempar tombak itu dengan energi sihir mereka di ujung tombak pendek itu.


Javelin yang dilemparkan ditangkis lagi oleh petir,namun dua javelin berhasil mengenai burung besar itu.


Burung besar itu terluka,dai ia mengeluarkan suara rintihan yang keras hingga ada beberapa thunderbird yang datang.


Pemanah bergerak lagi,banyak anak panah dilepaskan untuk menghalau thunderbird itu


Para javeliner mencoba untuk membunuh thunderbird sementara para pemanah menghalau kawanan Thunderbird yang datang.


Para milisi itu kabur dengan cepat membawa mayat thunderbird yang seukuran dua kali lipat tubuh manusia itu,saat burung itu mati,mereka memotong sayapnya dengan senjata cadangan para pemanah yaitu pedang pendek.


Para pasukan kerajaan mengulur waktu untuk para milisi itu,mereka beearung sambil mundur,pasukan kerajaan yang dibawa untuk pengujian semuanya adalah pemanah beserta beberapa penyihir untuk membantu.


Setelah mereka berada di ambang kematian karena berhadapan dengan thunderbird,mereka pun berhasil kembali ke ibukota.


Para milisi itu dibawa ke barak besar lagi untuk istirahat,dan besok mereka akan menemui raja di istana.


Yang mereka lakukan hanya menggunakan tubuh thunderbird sebagai bahan masakan untuk mereka makan,dan terdapat jatah untuk dibagikan kepada keluarga mereka.

__ADS_1


Sementara itu Fermund sedang mengamati beberapa kertas berisi informasi tentang perkembangan senjata itu,dan semua orang ikut andil dalam produksi pun diselidiki.


Kakek butler itu berdiri disamping kananya bersama dengan Fermund yang kini sedang menulis surat untuk Juvel.


Fermund menulis pesan untuk membuat masing masing 690 buah untuk anak panah petir dan javelin angin,serta armor ringan yang dikombinasikan dengan sihir peningkatan tubuh.


Fermund memasukkan suratnya kedalam amplop dan menyegelnya dengan lilin cair yang di cap dengan lambang kerajaan.


Anggota Night Raven yang menjadi mata mata Fermund,untuk mengawasi pihak produksi senjata segera mengirim surat itu kepada Juvel.


Ia selalu bertukar surat dengan Juvel untuk melihat perkembangan produksinya berjalan lancar.


Dari pagi tadi setelah uji coba purwarupa hingga tengah hari,masih hanya menghasilkan delapan puluhan buah senjata magis yang dibuat.


Daripada Fermund bosan menunggu,lebih baik dia membaca informasi dari pembuat senjata yang dipercayakan oleh Juvel.


Ia tentu percaya dengan pekerjaan bawahanya,apalagi bawahanya memiliki reputasi yang tak boleh ia hancurkan karena kesalahan  kecil.


Mata mata dari Night Raven telah berusaha keras untuk mengumpulkan informasinya secara akurat.


"Mereka semua bersih,tak ada yang mencurigakan,namun aku tetap harus hati hati"


Fermund membaca informasinya dengan teliti,ia pun tak menemukan keanehan apapun,Fermund berpikir mereka semua merasa bahagia telah membuat sesuatu inovasi baru sehingga nama mereka akan tercantum di sejarah.


Fermund sudah tak khawatir lagi tentang produksi rahasia ini,karena ia telah menempatkan mata mata di organisasi yang akan mengintai semua hal yang berpotensi menghancurkan rencana Fermund.

__ADS_1


Fermund juga mengirim beberapa pasukan bayaran untuk membantu pertahanan di utara,semua pasukan bayaran yang sering disewa oleh Fermund perlahan menjalin ikatan saling percaya,mereka selalu menolak jika ada pihak lain yang membayar lebih besar hanya untuk berbalik menghancurkan pasukan di wilayah utara.


Senja sudah muncul,menjadikan langit berwarna jingga,Fermund memasuki istana dan bersantai meminum teh menunggu hasil dari rencananya berhasil.


__ADS_2