
Mereka semua hendak pulang kembai ke ibukota,tapinsebelum itu,mereka akan makan dulu.
Semua orang di kedai melihat mereka semua saat mereka membuka pintu,enam orang pun duduk dan satu orang dari mereka memesan makanan.
"Apa dirimu adalah pemilik kedai ini?" Tanya pria mata mata itu.
"Ya,apa yang kau inginkan,menyewa kamar atau makanan"
"Beritahu menu makanan kedai ini" pinta pria itu
Pemilik kedai itupun membawa papan yang terdapat tulisan,pria mata mata itu menunjuk suatu tulisan itu,pemilik toko mengangguk dan pria itu kembali ke bangku bersama rekan timnya.
Semua orang masih melihayi tujuh mata mata itu,mereka mengura tujuh mata mata itu adalah orang aneh.
Lalu semua makanan yang mereka pesan pun dibawa,ada tujuh mangkok berisi semur daging, dan tujuh gelas besar berisi beer.
Tujuh orang mata mata itu memakanya dengan lahap,setelah selesai makan,salah satubdari mereka pergi ke pemilik dan bertanya.
"Berapa untuk semua yang kami pesan?" Tanya pria mata mata
"Delapan keping perak" kata pemilik itu sedikit keras
"Baiklah,ambil satu koin emas ini dan ambil kembalianya"
Pemilik toko itu terkejut,dan langsung menggenggam erat erat sekeping koin emas itu
Tujuh orang itu pergi,dan ada satu orang yang juga ikut pergi,namun ke arah berbeda
Tujuh mata mata tadi mencari kapal yang menuju ke kerajaan Svardia,jika tidak ada,mungkin mereka akan membayar seorang pelaut untuk pergi ke Svardia.
Setelah mereka bertemu pelaut yang akan ke kerajaan Svardia,mereka bertujuh dihadang oleh kerumunan besar berandalan.
"Hei kau berhenti!!" Kata ketua berandalan itu
Semua orang langsung takut dan menghindari mereka.
"Itu mereka"
"Geng Shark Jaw telah datang"
__ADS_1
"Kenapa mereka ada di sini"
Semua penduduk menyelamatkan barang barang mereka,dan tujuh orang yang sudah naik di geladak kapal pun turun menghampiri mereka.
"Kenapa kau mengganggu kami?" Tanya pemimpin mata mata
"Serahkan uangmu,bawahanku melihat mu memberi koin emas,benda itu sangat jarang sekali berada di tangan orang biasa seperti kalian"
"Maafkan aku,tapi apa kau serius ingin merebutnya dariku"
Mendengar itu ketua geng langsung menyuruh anak buahnya untuk menghajar tujuh orang itu.
"Kalian jangan bunuh mereka,cukup buat mereka tak sadarkan diri"
Tujuh orang mata mata itu menggunakan kemampuan asasinasi mereka,namun mereka tidak boleh melukai mereka karena mereka akan dihentikan oleh pihak keamanan nanti.
Setelah hal itu terjadi,mereka tak bisa kembali ke kerajaan Svardia untuk waktu yang lama.
Tujuh orang mata mata itu mengeluarkan senjata mereka,semua anggota heng itu dihajar sampai babak belur,dan salah satu dari tujuh orang mata mata itu menusuk mata ketua geng itu,mereka bertujuh akhirnya masuk kapal dan berlayar menjauh dari dermaga.
Sementara itu di kota Rovalor mereka semua menyiapkan festival,Strandborg menganjurkan untuk mendekorasi semua kota,karena semua penguasa kota akan datang ke kota Rovalor dengan berparade.
Dia mengurus masalah pertahanan kota yang harus disamaratakan,dia juga membentuk dewan agung yang anggotanya adalah perwakilan dari penguasa kota.
Strandborg pun membebaskan semua kota untuk membuat peraturanya sendiri,dengan syarat tak menyusshkan warga kota.
Banyak tumpukan kertas dokumen yang harus dia periksa,sementara orang lain bersenang senang mempersiapkan festival besar sekaligus pernikahan.
Sementara itu di kota Lordum, penguasa kota bersama orang kepercayaanya sedang berbicara di ruangan pribadi.
Terdapat pria tua,yang mana adalah penasehat penguasa kota yang masih muda,penguasa kota itu masih berumur enam belas tahun,semua orang kepercayaan dari penguasa kota sebelumnya menaruh harapan pada laki laki muda itu.
"Penguasa kota,mereka sudah bersatu sekarang,aku takut kita tak bisa menahanya lebih jauh lagi jika mereka menyerang"
Laki laki itu tersenyum dan berkata "tuan Cladris,mereka saja tak bisa menembus tembok kita,meskipun mereka semuanya bersatu,pertahanan kita masih tak tertembus."
Penasehat itu menghela nafas,dan menatap penguasa kota mudanya yang naif itu.
"Penguasa kota,bagaimana jika barrier sihir kita tak mampu menahan serangan mereka?"
__ADS_1
Laki laki naif itu menatap penasehatnya dan berkata "apa maksudmu mengatakan itu"
"Barrier kita membutuhkan energi sihir besar yang dijaga oleh empat penyihir,lalu pemulihan energi sihir secara alami sangat lambat,ketahanan Barrier pertahanan kita bisa menurun"
"Katakan secara jelas dan berterus teranglah kakek,jangan basa basi lagi" kata laki laki itu
"Sevenarnya aku ingin kita bersekutu dengan kerajaan Svardia,penyihir mereka sangat hebat membuat alat sihir,jika kita bisa mengirimkan beberapa orang kita kesana,maka kita akan mencuribsemua ilmu mereka"
Kata penasehatnya itu membuatnya tertarik,namun laki laki itu ragu apa mereka bisa membiarkan penduduk kotanya belajar di akademi mereka untuk mengambil ilmu mereka.
"Jika anda ragu,maka tawarkan sesuatu yang membuat mereka bahagia" saran penasehat
"Apa itu?" Tanya laki laki itu
"Penyerahan diri"
Setelah kakek tua itu mengatakan hal itu,laki laki itu terkejut dan tak menyangka bahwa penasehatnya akan menginginkan hal itu sejak lama.
"Kenapa kau bicara seperti itu,kita menyerahkan diri,apa untungnya,lebih baik kita tetap indepeden,mungkin aku akan rela menyerahkan diri pada raja Fermund saat aku terdesak"
"Baiklah jika begitu,aku akan mematuhi keputusan anda"
Sementara itu di ibukota kerajaan Svardia,seorang mata mata menghadap Felis secara rahasia,Feona dan Levina pun berada di sana juga.
"Jadi,mana informasinya"
Mata mata itu menyerahkan semua gulungan yang didapatkanya,Felis memberinya satu kantong berukuran sedang berisi koin emas yang banyak.
Setelah mata mata itu pergi,mereka membaca semua informasi itu bersama sama,bahkan mereka membuat kriteria untuk semua putri bangsawan yang sudah dirangkum informasinya.
Tiba tiba pintu terbuka.
Fermund datang membawa gulungan kertas yang terdapat surat didalamnya,mereka bertiga terkejut dan menyembunyikan gulunganya di bawah meja.
Untung saja saat Fermund masuk,pandanganya tertuju pada gulungan yang belum dibuka itu.
"Aku mendapat surat dari salah satu klan besar di konfederasi,apa kalian ingin lihat?" Tanya Fermund
Mereka semua pun mengiyakan dan menggiring Fermund untuk duduk di sofa yang jauh dari meja tempat mereka menyembunyikan gulunganya
__ADS_1