
Semua orang pergi ke rumah untuk mereka tinggal selama kerjasama berlangsung,mereka menuju kamar yang sudah dirapihkan dan menuju kamar mereka untuk beristirahat.
Semua orang tak sabar untuk besok,setelah bahanya tiba,pasti produksi akan dilakukan bersama sama,dan mereka ditugaskan untuk menyaring dan mempelajari ilmu mereka sebanyak banyaknya.
Saat pagi tiba mereka semua bangun dan bersiap,mereka bersama sama berkumpul di koridor dan pergi bersama.
Saat mereka turun,beberapa pelayan mengatakan pada mereka kalau makananya sudah siap.
Luristine langsung bersemangat dan menuju ke ruang makan yang lokasinya sudah diberitahu oleh pelayan itu.
Mereka mengeluarkan liur setelah melihat makanan yang disusun di meja,mereka semua langsung duduk dan memakan makanan itu.
Mereka tak menggunakan etika lagi jntuk memakan makanan yang enak dan mewah itu,mereka menikmauinya hingga berebut.
Beberapa saat setelah mereka makan,Juvel bersama Arleta menuju ruang makan itu,dia membuka pintunya dan melihat kekacauan.
Dia melihat semua rombongan penyihir dari kekaisaran mengambil beberapa makanan berbeda dan menjadikanya satu di piring.
"Selamat pagi kalian semua,apa kalian menikmati sarapan pagi ini,sampai sebegitunya kalian berebutan makanan"
Melihat Juvel dan Atleta yang dayang,situasi menjadi tenang kembali dan mereka membersihkan mulut dan tangan mereka.
"Setelah sarapan kita akan melakukan uji coba dengan bahan yang sudah ada"
"Apa kita akan membuat purwarupanya sekarang?" tanya Luristine
"Benar sekali"
Mereka pu menjadi lebih bersemangat,mereka segera menghabiskan makanan mereka dan menuju ke laboratorium untuk melihat kerja mereka.
Rombongan itu pergi bersama Juvel dan Arleta,mereka semua memasuki laboratorium,seorang penyihir yang membawa catatan menghampiri Juvel.
"Kepala penyihir,bahan nya sudah dipersiapkan di ruang pembuatan,ini catatan lengkapnya"
Juvel menerima gulungan itu,ia membukanya dan terdapat informasi tentang bahan yang mereka beli,disitu tercatat kuantitas barang yang mereka beli dan harga per barang,sepertinya itu catatan dari pedangang yang sepertinya adalah patner bisnis Juvel.
Setelah melihat gulungan itu ia pun menatap mereka dan berkata "Baiklah bahanya sudah ada,dan kita bisa memulai bersama sama membuat purwarupa senjata nya"
__ADS_1
Mereka pun menuju tempat produksi di laboratorium,di tempat itu banyak penyihir yang membongkar bahan yang sudah dibeli,mereka bekerjasama dengan pengerajin kayu untuk memotong dan membentuk kayu itu sesuai dengan rancangan di cetak biru yang mereka lihat.
Luristine dan rombonganya melihat tukang kayu itu memotong kayu kayu itu,mereka berusaha untuk memotong kayu sesuai dengan bentuk yang diinginkan.
Juvel pun segera menjelaskan pada mereka semua komponen untuk membuat Ray Rod.
Mereka semua pun mempelajarinya perlahan lahan,tentang beberapa bagian dari tongkat yang dibentuk oleh pengerajin kayu itu mereka terkadang berdiskusi dengan penyihir Svardia.
"Sekarang kita akan beralih ke sirkuit sihir,kita akan melihat prosesnya"
Mereka melihat batu ruby kecil yang ditulisi oleh simbol rune yang ditulis ke semua sisi batu itu,mereka pun mencobanya dengan pena sihir yang menjadikan energi sihir sebagai tinta untuk menulis simbol rune.
"Batu ruby yang dituliksan simbol rune di demua sisinya akan diletakkan ke bagian lingkaran yang ada diujung tongkat"
Pekerjaan yang dilakukan oleh penyihir Svardia itu membuat mereka minder akan kemampuan mereka selama ini,mereka pun berusaha mencatatnya dengan buku catatan yang dibawa oleh beberapa penyihir dari kekaisaran.
Mereka juga melihat pengukiran dari sihir cahaya di bagian lingkaran yang terpisah dari badan tongkat yang akan disambunhkan ke tongkat nanti.
"Mereka sangat teliti sekali dalam mengukir lingkaran sihirnya" kata Rivena memuji
Luristine penasaran akan sesuatu dan dia bertanya pada Juvel
"Benar,ini lingkaran sihir cahaya untuk penyerangan" jawab Juvel
"Jelaskan secara lengkapnya"
"Sihir yang mengeluarkan semburan cahaya yang terfokus untuk menembus atau meluluhkan suatu benda,kita bisa mengujinya nanti jika beberapa purwarupanya sudah jadi"
Mendengar itu mereka menjadi tak sabar akan pengujian purwarupa dari senjata sihir itu.
Beberapa jam kemudian,delapan purwarupa Ray Rod rancangan Luristine telah selesai dibuat,Luristine merasa senang dan kegirangan mendengar impianya membuat senjata sihir penghancur yang kuat.
"Sekarang aku minta delapan orang penyihir dari kekaisaran mengambil purwarupanya dan dan menguji coba secara bersamaan"
Delapan orang itu mengambil purwarupa dari Ray Rod,mereka diarahkan oleh Juvel menuju delapan sasaran berupa delapan bongkahan besi tebal.
"Gunakan sedikit saja energi sihir dan salurkan ke sirkuit sihir" perintah Juvel
__ADS_1
Mereka pun mulai mencobanya,lingkaran sihir cahaya itu menyala perlahan lahan,lalu bola cahaya kecil muncul di lingkaran itu.
"Semarang keluarkan energi sihir yang lebih banyak untuk melepaskan semburan cahayanya,lebih banyak lebih baik"
Mereka yang memegang purwarupa utu mengerahkan sihirnya lebih banyak dan cahaya menyilaukan muncul.
Semburan cahaya tiba tiba keluar dari bola cahaya kecil itu,semburan itu hanya terfokus untuk mengarah kedepan dan mengenai besi itu.
Saat cahaya itu mengenai besi,terdapat guncangan kecil,dan Juvel menyuruh mereka berhenti setelah besi tebal itu merah menyala karena luluh oleh sihir cahaya itu.
"Woaah!!,akhirnya mimpiku terwujud!!!,sangat luar biasa!!"
Luristine kegirangan sambil berjingkrak jingrak dan berlarian disekitar mereka,sedangkan penyihir kekaisaran hanya melongo melihat kekuatan dahsyat itu.
Disisi lain,penyihir Svardia yang melihat mereka terlihat puas dan bangga,karena karya mereka berhasil memenuhi keinginan Luristine.
"Ujicoba berhasil,aku harus memberitahu yang mulia,dan juga berikan mana potion pada penyihir penguji itu,setelah mereka semua mengerahkan energi sihir yang besar,mereka pasti lelah"
Beberapa penyihir tanggap dan memberi mereka satu botol kaca mana potion untuk diminum oleh penguji itu.
Sedangkan Juvel menyuruh seorang penyihir untuk memberitahu tentang pengujian dariĀ purwarupa Ray Rod yang berhasil.
Luristine segera mengambil satu purwarupa Ray Rod yang berada di tangan penyihir kekaisaran dan menggosok gosokanya ke pipinya dengan tersenyum bahagia.
"Selamat datang bayi kecilku,kamu akan menjadi senjata paling hebat" kata Luristine kegirangan.
Arleta pun mendekati Luristine,dia memeluk teman barunya itu dan berkata "nona Juvel bilang kalian bisa membawa delapan purwarupa itu ke kekaisaran dan mencoba untuk membuatnya sendiri seperti yang telah kami perlihatkan pada kalian"
"Benarkah!"
Luristine kaget dan melihat Juvel,dia melihat Juvel mengangguk,melihat itu Luristine bahagia dan menciumi senjata sihir itu
"Kalau begitu aku akan menamaimu Raylette,kamu adalah milikku"
Rivena pun mendekati Juvel dan berkata "terima kasih nona Juvel,kami akan mencoba mengembangkanya sendiri dengan semua tata cara yang anda perlihatkan tadi"
"Akan lebih bagus jika pasukan Wyvern Bombard menggunakan senjata ini" kata Luristine
__ADS_1
Semua orang disana terkejut mendengar itu Rivena segera menyadarkan Luristine bahwa itu adalah ide buruk yang sebaiknya dihindari.