
Wakil dewa itu mengatakan sesuatu yang mengejutkan pada kekaisaran.
"Aku ingin membeli banyak senjata ini dari kekaisaran"
Semua uskup itu berbicara satu sama lain,mereka berpikir senjata itu sangat bagus untuk militer mereka.
Salah satu uskup itu berdiri dan mengatakan sesuatu pada wakil dewa.
"Wakil dewa,kita bisa membeli senjata itu,namun kita belum.melihat kekuatanya"
Wakil dewa itu menatap ke uskup itu,lalu dia menatap pria dari kekaisaran lalu berkata "bagaimana cara menggunakan alat sihir ini?"
"Anda hanya perlu menyalurkan energi sihir ke benda itu"
"Dan Ray Rod terdapat dua tipe serangan,yakni Ray Beam dan Ray Ball,perbedaanya bisa dilihat dari lingkaran sihirnya."
Wakil dewa itu penasaran dan pergi ke luar ruangan dan berniat mencobanya.
Semua uskup dan juga dua utusan bersama pria tadi sampai ke tanah lapang.
Wakil dewa itu mengarahkan Ray Rod itu ke udara dan mengalirkan sihirnya.
Seketika terdapat beam kuat yang melesat menembus awan hingga jauh mata memandang.
Wakil dewa itu mulai tertarik dan juga terkejut setelah mencoba senjata itu dengan tanganya sendiri.
Dan para uskup itu hanya menganga karena tak menduga kekuatanya akan sangat besar.
Pria kekaisaran itu mendekat ke wakil dewa dan berkata "yang mulia semakin banyak energi sihir yang disalurkan,maka semakin jauh dan semakin besar kekuatannya"
"Kirim utusan untuk memberi pesan pada kekaisaran jika aku ingin membeli banyak benda ini."
"Seperti perintaanmu wakil dewa" kata paladin suci
Wakil dewa pun mencoba mode serangan kedua.
Saat dia mengeluarkan energi sihirnya,terbentuk bola cahaya besar yang terbentuk.
Lalu dia melemparinya ke langit dengan cepal dan setelah beberapa saat bola cahaya raksasa itu meledak.
Mata para uskup itu terbuka lebar dan melihat kekuatan dahsyat itu,dan wakil dewa itu menggegam erat senjata itu.
"Memang benar pepatah lama jika orang yang punya bakat itu sangat mengerikkan" kata wakil dewa
__ADS_1
Wakil dewan itu mengecup Ray Rod itu dan berjalan kembali ke ruangan tadi meninggalkan para uskupnya.
Lalu pria dari kekaisaran itu pergi,setelah pria.itu keluar dari biara suci,dia dijemput oleh kereta kuda.
Pria itu masuk ke dalam kereta kuda dan pulang ke ibukota kekaisaran.
Strandborg gagal menaklukan dua kota itu dan tiga sekutunya pun memaksanya menjadi pemimpin lagi.
"Mereka para pengkhianat sudah tak menganggumu,sekarang anda harus menjadi pemimpin Rovalia"
Strandborg pun melihat ke tiga orang itu dan berkata "Sekarang Rovalia hanya tersisa tiga kota,maka kenapa tak jadikan satu"
Mereka semua pun berpikir hal itu,mereka setuju setuju saja jika mereka menggabungkan wilayah.
Strandborg pun tak punya pilihan mendirikan negara kecil dari persatuan kota yang sudah mereka
Beralih ke Fermund,dia juga mendapat informasi baru lagi,persatuan kota Rovalor itu menyatukan wilayah mereka dan jadi negara independen kecil.
Negara kota Rovalia itu dikepung oleh tiga kekuatan besar.
Fermund menghubungi Juvel dan ingin membicarakan sesuatu dengannya.
Juvel datang bersama Arleta Saat Fermund berada di ruang kerjanya.
"Apa yang hendak anda bicarakan denganku raja?" Tanya Juvel
Fermund pun mengatakan pemikirannya dengan tenang dan pelan.
"Senjata Ray Rod akan melebar luas dari sekarang,apa kita tak punya inovasi yang bisa menahan Ray Rod itu"
Mendengar itu mereka langsung serius dan membenarkan perkataan Fermund.
Juvel pun mengatakan sesuatu untuk menenangkan Fermund.
"Tenang lah yang mulia raja,kami akan berpikir dan menciptakan hal baru secara rahasia tanpa diketahui sekutu kita"
"Nona Juvel benar yang mulia,kami akan berusaha" kata Arleta menyemangati
Fermund pun tersenyum dan berkata "kita adalah kerajaan yang paling luas,kita harus mempertahankan wilayah dan kebanggaan kita"
Fermund pun menyuruh Juvel pergi,Fermund pun menyendiri sambil melakukan tugasnya.
Saat melakukan pekerjanya,dia sesekali mempedulikan pertahanan dari kerajaanya.
__ADS_1
Fermund saat ini hanya khawatir terhadap pengaruh Ray Rod ini,dia punya solusi atas masalah ini,namun dia tak bisa menunjukkan Dispel Org yang selama ini dia pegang ditanganya.
Setelah lama sekali Fermund menyelesaikan pekerjaannya,dia menuju ke istri dan saudarinya untuk mengembalikan kebahagiaanya.
Fermund sedang berkumpul di gazebo bersama istri dan saudaranya.
Mereka selalu melanjutkan kebiasaan mereka,cara baik untuk menenangkan diri bagi mereka.
"Suamiku!,apa semua pekerjaanku sudah selesai?"
Fermund pun berjam ke arah istrinya dengan mengangguk,dan saat mereka bertemu,Fermund merangkulnya dan menciumnya.
Fermund duduk dan dituangkan teh oleh istrinya.
Tiga saudarinya itu memandangi mereka berdua dan tersipu malu,mereka ingin melakukannya dengan orang yang menjadi takdir mereka suatu hari nanti.
"Sepupu,apa pekerjaanmu yang kau kerjakan dengan serius itu bisa membuatmu se lesu ini" kata Levina memandangi wajah Fermund.
"Aku memang lelah dengan semua pekerjaan,namu alu lebih lelah dengan masa depan"
Masa depan seperti apa yang membuat suamiku lelah?" Tanya Edwina
Fermund menghela nafas dan mengagakan beberapa kata yang membuat mereka terdiam.
"Aku hanya khawatir akan peperangan"
Istri dan semua saudarinya terdiam,mereka pun melihat Fermund yang memiliki beban berat sebagai raja di usia muda.
"Senjata Ray Rod akan menyebar ke seluruh benua,senjata elemental kita tak akan lama lagi bisa menjadi senjata yang lemah"
"Jadi begitu rupanya yang kau pikirkan" kata Levina
"Mungkin kita akan berlomba lomba membuat pelindung terkuat mulai hari ini,dan mungkin kita akan menciptakan apapun yang bisa menangkal Ray Rod itu"
Mereka semua mendengar perkataan Fermund dan menurut mereka hal itu yang bisa menjadi petunjuk pengembangan inovasi di bidang alat sihir.
Felis pun menepuk pundak kakaknya dan berkata "bukankah dunia akan menjadi damai karena persekutuan dari teokrasi"
"Benar katamu kakak ipar,agi pula jika mereka berniat untuk perang dengan kita,mereka harus melewati para pemberani kita dulu" kata Edwina
Fermund pun tersenyum pada mereka semua dan meminum teh nya untuk menenangkan dirinya.
Sementara itu di ibukota kekaisaran,semua Royal Family dari kekaisaran itu terkejut karena pesanan Ray Rod yang banyak.
__ADS_1