
Sekarang ini berkat penyihir klan Valdis,mereka berdua aman dari mata mata yang ingin melakukan asasinasi terhadap Rulker,dan juga penculikan Edwina bisa dihentikan.
Semua prajurit dan irang kepercayaan Rulker telah tiba di ruangan itu karena mendengar suara keras yang diakibatkan oleh mata mata yang menabrak furnitur.
"Tuanku,anda kenapa!"
"Apa anda baik baik saja!"
"Ada apa ini!"
Rulker itu menjelaskan semua yang terjadi,setelah mereka mendengar oenjelasan tuan mereka Rulker, tiba tiba geram mendengar informasi tentang mata mata dari musuh.
Mereka semua berterimakasih pada oenyihir itu karena menyelamatkan tuanya.
Penyihir itu hanya mengangguk dan menjelaskan bahwa,salah satu dari utusan itu berniat untuk menetap dan melindungi mereka,tadi dia pura pura pulang hanya karena ingin seseorang mata mata si kediaman itu melakukan pergerakan.
Sekarang anggota klan Valdis itu nengabil tubuh pengguna pedang yang menjadi mata mata itu.
Dia mendudukkanya di tembok dan di sembuhkan oleh sihir penyembuh,penyihir itu mulai mengintrogasi mata mata itu setelah pria itu sadarkan diri.
Mereka semua orang kepercayaan Rulker juga melihat pria itu di introgasi
"Jadi aku mau bertanya,mata mata dati mana kau ini?" Tanya penyihir itu
Pria itu hanya diam dan tak. menjawab,dia mengunci mulutnya rapat rapat,penyihir itu mengambil sekantong emas dan menawarkanya pada mata mata untuk membeberkan semua informasi.
Namun dia masih menolaknya dia masih tetap diam,penyihir itu pun mengeluarkan sesuatu.
Penyihir itu mencengkram rahang pria itu,dan mulutnya dimasuki sebuah bola hitam berukuran kecil.
"Apa ini racun!" Kata pria itu terkejut.
Penyihur itu pun mengiyakanya dan berkata "katakan semuahya padaku atau mati karena racun itu secara perlahan lahan"
"Baiklah,aku akan bicara!"
Penyihir itu mengaktifkan sihir barrier kepada Rulker dan Edwina sekaligus pria mata mata itu,tentunya agar seseorang tak bisa membunuhnya dari jauh sebelum pria itu mengatakan informasinya.
"Aku adalah mata mata dari kerajaan Hinvaris"
"Kau dari King's Domain!!," kata salah satu orang kepercayaan Rulker
__ADS_1
Rulker terkejut jika selama ini dia bersama dengan mata mata dari pusat konfederasi Mordivia,yakni King's Domain
"Benar,aku disuruh oleh pangeran untuk mengawasi dua orang itu" kata mata mata itu menunjuk ke Rulker dan Edwina
Penyihir itu masih waspada dengan sisa mata mata di kota ini,penyihir itu mengira kalau mereka pasti bergerak di di luar kediaman.
"Apa ada mata mata lainya ya g dikirim oleh pemimpin konfederasi untuk memata matai wilayah Bleisenerg?"
"Hanya ada sepuluh orang lagi yang berada di garnisun kota,mereka menyamar menjadi prajurit"
Rulker dan semua bawahanya yang ada di sana marah besar dan terkejut mendengar itu,dia mengetahui jika selama ini mereka telah mendapat banyak informasi tentang sistem kemiliteran yang sudah dia atur sedemikian rupa oleh Rulker"
"Sialan kau raja Dothrud!!!,beraninya berbuat seperti ini padaku,aku akan membalasnya suatu hari nanti"
"Ya!!,kita harus membalas!" Kata para bawahan Rulker
Rulker itu mencoba memaksa pria mata mata itu mengungkapkan ciri ciri mereka,setelah mata mata itu mengatakanya,satu bawahan Rulker pergi dan membawa prajurit untuk mengeliminasi sepuluh irang tadi.
Pria mata mata itu meminta penyihir dari klan Valdis itu untuk memberi penawar racunya,namun penyihir itu masih belum puas.
Karena informasi yang dia dapat masih sedikit,dan mata mata itu sepertinya masih menyembunyikan sesuatu.
Sepertinya dia harus melakukan hal ekstrim agar pria itu mengatakan segalanya.
"Hey,kenapa kau malah disitu,beri aku penawarnya,aku sudah memberitahumu segalanya" teriak pria itu
Rulker sepertinya tahu apa yang akan dilakukan ke mata mata itu,dia menyuruh Edwina berada dibelakangnya dan menutup telinganya.
"Hoi!!,apa yang kalu lakukan dengan memanaskan pedang seperti itu!!,apa jangan jangan,kau mau menyiksaku!!" Teriak pria mata mata itu
Penyihir itu mendekat dengan besi panasnya,pria itu bergerak menjauh,namun beberapa bawahan Rulker berinisiatif untuk memeganginya dan melepas beberapa bagian armornya agar pedang panas itu bisa menyentuh kulitnya
"Hoi,hoi,hoi,jangan,apa yang kau lakukan,berhentii!!!"
Penyihir itu meneempelkan besi panas itu ke kaki pria mata mata itu.
Seketika teriakan yang terdengar sangat keras yang menyakitkan dan penuh penderitaan,Rulker hanya terdiam melihat hal itu sedangkan Edwina gemetaran sambil menutupi telinganya.
Edwina tahu jika meskipun dia menutup telinganya,masih bisa terdengar sedikit suara memasuki telinga.
Apalagi suara teriakan keras seperti barusan itu,pasti Edwina mendengar teriakan itu dengan jelas dan dia mulai ketakutan,baru pertama kali ini Edwina mengalami hal seperti ini.
__ADS_1
"Katakan semuanya padaku,kau mengerti?"
Pria itu mengangguk,penyihir itu memberinya heal potion karena dia tak ingin membuang energi sihirnya untuk sesuatu yang tak penting.
Pria itu meminum heal potion itu dan dia mengatakan yang sebemarnya setelah beberapa kali dia bernafas berat.
"Delapan klan sudah bersatu dengan King's Domain dan berencana untuk membagi bagi wilayah Bleisenerg untuk mereka rebut"
Rulker pun marah dan menghantam tanganya ke tembok,orang kepercayaan dan semua bawahanya juga ikut marah.
"Lanjutkan" kata penyihir itu
Pria mata mata itu mengangguk takut dan menjelaskan.
"Mereka bersatu secara rahasia dan berniat melakukan sabotase pada pertahanan di perbatasan utara agar dengan mudah masuk ke wilayah Bleisenerg,yang tak pernah mereka pijak"
Kemarahan Rulker memuncak,dia mengumpulkan semua bawahanya untuk rapat darurat,Rulker bersama phtrinya menunggu di ruang rapat.
Penyihir jtu memberikan penawarnya oada pria mata mata itu,dia menepuk bahu pria itu dan berkata "ikutlah denganku ke Svardia,rajaku akan memperlakukanmu dengan baik,lagipula kau punya bakat berpedang yang sangat cocok untuk menjadi komandan atau mungkin perwira"
Mendengar itu pria itu ragu,dia berpikir jika dia kembali ke King's Domain,maka dia akan direndahkan karena gagal dalam tugas rahasia dan membenerkan informasinya ke musuh.
Dia pun mengangguk,dia memutuskan untuk ikut dan memulai hidup barunya,dia juga sekarang takut dengan penyihir yang ada di sebelahnya saat ini,jadi dia mengiyakanya saja.
Beralih ke ruang tahta di istana kerajaan Svardia,di malam hari,Fermund duduk di singgasana,terdapat tiga saudarinya duduk di tiga kursi mewah sebelah kiri singgasana itu,ada juga jendral,kepala penyihir dan mentri ada di situ.
Mereka sedang mendengar penyihir klan Valdis yang menjadi utusan itu mengatakan semua hal yang dia tulis saat pembicaraan di kota.
Setelah selesai,Fermund tahu masalahnya, dan Fermund tak menyangka bahwa selama inindia mengira bahwa semua anggota konfederasi itu akur,namun dia salah.
"Yang dia inginkan cuma ingin menikahkan putrinya denganku,lalu memberikan bantuan untuk pertahanan kota,benar?" Tanya Fermund
"Benar" kata utusan itu
"Baiklah,sanggupi semua permintaanya,dan juga katakan padanya jika tuan Rulker bergabung dengan kerajaan Svardia,maka itu akan lebih baik,jika dia menolak,maka tidak apa apa"
Mereka tahu jika raja mereka ingin mengikutkan wilayah Bleisenerg yang besar untuk menjadi bagian dari kerajaan Svardia.
"Dan aku juga tertarik dengan klan Gothwand ini,katanya mereka memiliki oelabuhan paling besar diseluruh wilayah konfederasi,aku jadi ingin menaklukkan pelabuhan itu"
Mereka sekali lagi sudah paham dengan wataj dan kesukaan dari raja mereka,pasti raja mereka akan melakukan penaklukan untuk mengincar tempat yang cocok untuk kegiatan perekonomian kerajaan.
__ADS_1
"Jika begitu,katakan saja pada tuan Rulker,kalau dia tak perlu sembunyinsembunyi lagi,dia bisa dekkarasikan perang dengan musuhnya dan kita akan membantunya secara terang terangan,"
Penyihir itu menulis semua yang dikatakan Fermund dan mengirim suratnya ewat burung merpati besok pagi