
Duke Nordford besama Vasileus dengan didampingi Thunder Archer,mereka dibawa ke barak yang jaraknya agak jauh dari gerbang kota.
Di ruangan yang sepertinya adalah ruang pertemuan,mereka berbicara sesuatu disana.
"Kalian semua duduk dan makanlah makanan kami,jangan khawatir tak ada racun"
Seorang prajurit Thunder Archer mencoba makanan itu,ia baik baik saja dan menikmatinya,ia memastikan bahwa makanan itu aman.
"Di kota ini kami bekerja sebagai petani dan peternak,dan ini adalah daging domba dan susus sapi yang berkualitas,"
Mereka semua memakan makanan itu dengan lahap.
"Kami sangat menghargai pedagang yang menjual kebutuhan yang kami inginkan,ada dua saja, tujuan yang pertama aku ingin kalian untuk mengirim pedagang kalian kesini,karena kalian adalah negara yang mengedepankan perdagangan,aku ingin ikut dalam jaringan pedagang agar aku bisa membeli banyak kebutuhan"
"Hmm,baik lanjutkan" kata duke Nordford sambil makan
"Alasan kedua adalah,kami sedang berada dalam krisis panen gagal,kami ingin mempelajari cara kalian untuk bertani gandum,jelai dan lainya,bukankah kalian penggemar berat roti"
Kedua orang itu mengangguk membenarkan
"Maka dari itu kirimkan permintaanku untuk rajamu,tulis surat bahwa aku bersedia menyerah dengan dua permintaan tadi" pinta Morsiv
"Kalau begitu berikan aku pena,tinta dan kertas,aku akan menulis surat pada raja Fermund" kata Vasileon
Vasileon menulis disana bahwa kota Vartis menyerah pada kerajaan Svardia dengan dua syarat,dan Morsiv menjelaskan tentang wilayah penting dan semua yuridiksi yang ada di kerajaan Valmurg dan mencatatnya di kertas yang lain.
"Kalian tinggal saja disini sebelum raja kalian membalas surat kalian,"
"Maafkan aku,tapi kita tak bisa tinggal begitu lama disini,oleh karena itu satu batalion pasukan bersama komandan batalion akan menetap disini"
"Baiklah jika begitu,aku meminta satu bendera kalian untuk mengganti bendera di gerbang, karena aku sudah dianeksasi oleh Kerajaan Svardia," kata Morsiv tersenyum.
Mereka berdua pun keluar bersama penguasa kota,dan mereka terkejut karena di tempat pasukanya berdiri tadi,terdapat tenda.
"Itu perwira Vasileon bersama duke Nordford,mereka sudah keluar,"
Dua orang itu langsung menuju barisan,Vasileon menarik nafas panjang dan berteriak.
"Dengar semuanya,satu batalion akan menetap disini,jaga wilayah ini sampai raja mengirimkan balasan surat yang kutulis,sedangkan sisanya lanjutkan untuk menyerang kota berikutnya bersamaku dan duke Nordford!,apa kalian paham!"
"Kami mengerti,"
"Yang menetap disini adalah batalion lima,komandan batalion lima harus menerima surat balasan melakukan apa yang diperintahkan raja,komandan batalion kelima,apa kau mengerti?" Tanya duke Nordford
"Mengerti!!!"
__ADS_1
Pasukan itu berangkat meninggalkan satu batalion yang akan menetap diluar kawasan kota,saat mereka pergi meninggalkan kota itu,terlihat pemandangan prajurit penjaga kota yang mengganti bendera.
Mereka memasang bendera kerajaan Svardia dan menjatuhkan bendera kerajaan Valmurg,mereka pun berjalan dengan bersorak dengan keras,sorakan itu meningkatkan moral dan semangat mereka.
Prajurit penjaga kota Vartis merinding mendengar sorakan pembakar semangat,mereka mengira ngira berapa lama mereka bisa bertahan jika benar terjadi pengepungan.
"Menuju ke wilayah berikutnya!,kita akan memasuki lebih dalam ke wilayah musuh dan merebut tanah mereka!,ikuti aku!!!" Teriak Vasileon
Sementara itu disisi lain,armada laut kerajaan Svardia dalam pelayaran untuk menyerang kota pelabuhan Lenfica,yang menurut informasi yang didapat,pelabuhan mereka sangat fungsional.
Mereka berlayar dengan kecepatan penuh,penyihir angin yang mengeluarkan anginya je layar yang mengembang itu.
700 kapal dengan dipimpin oleh satu laksamana dan 3 komodor,berlayar dekat dengan pesisir ke utara,jika mereka menemukan sebuah kota,beei mereka kesempatan untuk evakuasi penduduk sipil,lalu langsung saja penyerangan akan dimulai.
"Laksamana Beryton,apa kita akan menyerang dengan cara lama?" Tanya seorang pria
"Komodor Heinkel,kita akan menggunakan cara yang raja sarankan,yaitu menjebol lambung kapal dengan javekin angin,"
"Jadi begitu" balas komodor itu
"namun aku punya taktik baru untuk mengatasi serangan dari benteng,yaitu membentuk formasi rantai dan Typhoon Javeliner akan melemparkan javelinya ke benteng,"
Semua orang tak sabar untuk memenangkan pertempuran,mereka sangat percaya diri dengan pasukan hebat dan strategi mereka yang cerdik.
"Bentengnya sudah terlihat,bersiap untuk melakukan serangan" teriak seorang pengintai di tiang kapal.
Semua prajurit di kapal berada dalam posisinya masing masing,pemegang kemudi dan awak kapal bahu membahu untuk mengarahkan kapal sesuai kemauan laksamana
"Kapal musuh terlihat,mereka mencoba untuk mengepung kita,"
Pengintai di tiang kapal itu melihat dengan jelas jika kapa musuh menyebar bagaikan jaring yang akan menangkap ikan.
"Berpecah menjadi dua bagian dan menyerang sisi kanan dan kiri armada mereka!" perintah laksamana itu.
Mereka akan bertempur di lautan yang tenang dan cuaca yang cerah,akan ada kapal yang hancur dan tenggelam setelah ini
"Penyihir api di haluan kapal segera bersiap!"
Armada kerajaan Svardia terbagi menjadi dua,dan mereka akan menyerang dari sisi kiri dan kanan armada musuh,para penyihir api yang ada di depan kapal bersiap untuk menyemburkan api.
Kapal dari dua pihak yang berperang itu semakin dekat,dan akhirnya armada dari Svardia melancarkan serangan pertama setelah kapal mereka menubruk kapal musuh.
"Bersiap untuk menerima guncangan!!!" teriak seorang prajurit untuk memperingatkan
Kapal itu saling bertubrukan,dan guncanganya bahkan mampu membuat kapal hampir terbalik,dengan cepat,semua penyihir api menyemburkan api ke kapal musuh.
__ADS_1
"Uaaarrrghh!,panaas!" Teriak prajurit musuh yang menaruh javeliner mereka didepan kapal
"Gempur mereka,tetap maju!" Laksamana mereka memberi perintah,dan prajurit pemegang bendera yang memberikan kode perintah.
Kapal kerajaan Svardia mulai masuk ke barisan kapal musuh dan bersatu kembali,dan seketika laksamana ingin mencoba ide yang pernah dikatakan oleh rajanya.
"Typhoon Javeliners!!,serang lambung kapal misuh sekarang!!"
Typhon Javeliner yang ada di sisi kiri dan kanan kapal itu tak semuanya melempar javelinya,hanya ada dua atau tiga orang yang melempar javelin itu,karena javelin yang mereka lempar itu terlalu berharga.
Lambung kapal pun berlubang dan kemasukan air,ide raja mereka pun berhasil,mereka tertawa keras.
"Yahahaha!!!" Tawa prajurit armada Svardia itu
"Orang Svardia sialan,berani kalian,akan kuhancurkan kalian dari sini"
Seorang pria botak berjenggot merah berteriak di atas benteng kepada armada Svardia
"Apa kau penguasa kota pelabuhan ini,aku menyarankanmu untuk menyerah" kata laksamana memberi saran
"Tak mungkin,itu tak akan terjadi,"
Laksamana itu tersenyum dan berkata "aku ingin melihat bagaimana kau mengubah jalanya pertempuran ini"
Penyihir api berkumpul di benteng dan menyatukan sihir api mereka menjadi bola api raksasa,kapal yang tersisa pun mundur sambil menyerang.
"Typhoon Javeliners,bersiap!" Kata komodor Heinkel
"Tunggu,hentikan jangan dulu!" Kata Laksamana itu menghentikan
"Kenapa laksamana,jika kita melempar javelin angin kesama,bukanya api besar itu akan membakar mereka sendiri" balas komodor itu
"Kau bodoh!!!,javelin itu terlalu berharga jika untuk memperbesar api yang berakibat javelin itu hangus,lalu bagaimana jika seseorang dari pihak musuh mengambil javelin itu untuk diteliti dan diproduksi"
Semua prajurit itu terdiam,mereka mengurungkan niatnya untuk melempar javelin yang berharga itu.
"Terus bagaimana,apa kita harus menghindar"
"Tidak usah,penyihir angin yang akan mengatasi ini,keluarkan angin topan ke bola api besar itu"
Penyihir angin yang berada di kapal bendera,atau kapal utama,mengeluarkan angin topan yang diarahkan ke api itu.
Musuh yang tak menduganya langsung saja membatalkan sihir itu,namun sudah terlambat,bola api itu membakar diri mereka sendiri,sampai sampai apinya menyebar di sihir angin topan yang masih aktif.
"Sudah cukup!,hilangkan sihirmu!"
__ADS_1
Mereka semua hampir ikut terbakar,setelah angin topan itu hilang,mereka bernafas berat.
Armada Svardia pun berlabuh ke pelabuhan itu dan mengirimkan beberapa orang tanpa bersenjata untuk berbicara didepan penduduk sipil yang bersembunyi.