Ambisi Besar Sang Raja Muda

Ambisi Besar Sang Raja Muda
Chapter 62:Senjata Perusak


__ADS_3

Semua rombongan dari kekaisaran itu pergi meninggalkan laboratorium itu,mereka menaruh delapan purwarupa itu di peti.


Sebelum mereka pergi,Luristine dan Arleta mengucapkan perpisahan,mereka tak teelihat sedih saat melihat satu sama lain,mereka berdua pun berjanji akan bertemu jika ada kesempatan.


"Mungkin nanti aku akan mengunjungimu lagi Arleta"


"Luristine,aku akan menunggumu"


Mereka berdua pun berpekukan dan membuat mereka semua ter enyuh hatinya,melihat gadis imut berpelukan saat berpisah.


Semua penyihir kekaisaran pun sudah bersiap,mereka semuanya terbang meninggalkan laboratorium itu.


Mereka melesat cepat kembali ke ibukota kekaisaran dengan formasi saat terbang untuk melindungi purwarupa yang dipegang oleh Luristine,mereka terbang seperti itu sampai mereka tiba di istana.


Beberapa saat setelah memasuki wilayah kekaisaran,mereka sampai di ibukota,mereka turun dengan perlahan di halaman istana dan dilihat oleh beberapa prajurit.


"Ayo kita cepat menuju istana"


Mereka berjalan ke ruang tahta dengan bergegas,saat mereka berada didepan pintu ruang tahta,dua penyihir itu tanggap langsung membuka pintu itu.


Mereka melihat banyak orang disana,dan semua orang itu sedikit terkejut dan melihat ke arah pintu.


Kebetulan seluruh keluarga kerajaan berkumpul bersama semua bangsawan,menteri,jendral dan kepala penyihir kerajaan ada disana.


Jika ada perkumpulan seperti ini,pasti mereka sedang membahas dan merencanakan sesuatu.


Mereka pun memasuki ruang tahta itu dan menunduk,Luristine yang memperhatikan sekitar mulai bingung


"Mengapa semua orang ada disini?,bahkan ayah juga?"


Rivena pun maju mendekati singgasana dan menunduk,dia berkata "maaf mengganggu kalian semua tapi aku punya informasi penting untuk yang mulia"


"Katakan sekarang juga"


Rivena pun mengambil peti yang dibawa oleh salah satu penyihir dan meletakkanya didepan dan membukanya.


Mereka semua tak terlalu terkejut melihat itu,tapi kepala penyihir itu terkejut.

__ADS_1


"Yang mulia,purwarupa senjata rancanganku sudah jadi,dan senjata ini bekerja,"kata Luristine mengangkat Ray Rod yang ia dekap dari tadi.


Kaisar itu terkejut,dan semua bangsawan juga penasaran tentang Ray Rod.


"Jadi senjata itu sudah jadi!" Kata kaisar bersemangat


"Senjata?,apa ini tentangnkerjasama pembuatan senjata sihir dengan kerajaan Svardia ayah?" Tanya putri kaisar itu


"Itu benar putriku,ini ide dari ayahmu,dan kebetulan Luristin punya sebuah rancangan senjata yang ada didepanmu sekarang ini" jawab permaisuri


"Katamu tadi senjata ini bekerja,apa bisa mengeluarkan sihir"


"Benar yang mulia,kami menguji senjata itu,dan sihir cahaya yang dikeluarkan dari tongkat itu mampu meluluhkan besi tebal.


Semua orang menganga mendengar itu,mata mereka terbuka lebar dan melihat senjata sihir itu,ada beberapa dari mereka yang meragukan,tapi mereka semua tahu tidak bisa mengujinya disini


Kaisar pun teringat satu hal dan bertanya pada Rivena "Aku lupa sesuatu,apa kalian sudah mengintip proses pembuatan senjata itu?"


"Kami tak melihat satupun penyihir disana yang terlihat membuat senjata itu,mereka hanya sibuk mempersiapkan pembuatan senjata ini" jawab Rivena sambil menunjuk jarinya ke purwarupa yang ada di peti


"Dan juga yang mulia,mereka membuat delapan purwarupa untuk kita yang mulia,dan satu purwarupa diambil oleh putri untuk jadi miliknya,jadi sisa tujuh"


"Aku tak mempermasalahkanya,yang penting senjata ini bisa diproduksi,mari kita adakan demonstrasi di halaman istana,ambil armor perisai yang masih baru dari gudang senjata"


Kaisar itu langsung memerintahkan prajurit untuk mempersiapkan semua yang dibutuhkan untuk demonstrasi.


Dan semua bangsawan itu juga ikut melihat demonstrasi,mereka melihat perisai dan armor yang sudah disusun sedemikian rupa.


Tanpa menunggu lama,Rivena mencoba untuk mendemonstrasikan senjata itu,dia mengambil satu Ray Rod dan mengarahkanya ke armor.


Mereka semua yang melihat itu mulai penasaran,seperti instruksi yang dia ingat dari Juvel ia pun membuat bola cahaya menyilaukan dari sedikit energi sihirnya.


"Aku akan mengeluarkan sihirnya jadi aku mohon buka mata kalian selebar lebarnya"


Rivena mengerahkan lebih banyak energi sihir,cahaya yang terfokus itu mengenai armor berat itu,armornya sedikit bergeser karena semburan cahaya itu.


Mereka melihat kehebatan senjata itu,senjata sihir itu benar benar mengeluarkan sihir,namun mereka masih menunggu untuk melihat besinya luluh.

__ADS_1


Rivena menghentikan penyaluran energi sihirnya ke Ray Rod itu,asap mengepul yang muncul disekitar armor perlahan menghilang dan mereka bisa melihat di armor itu merah menyala,leleh dan berlubang.


Rahang mereka semua jatuh sehingga mereka menganga melihat kekuatan dahsyat senjata itu.


Kaisar pun tertawa dengan suara keras dan berkata "jika seperti ini aku tak tertarik lagi dengan senjata angin dan petir milik kerajaan Svardia itu,yang ini lebih dahsyat meskipun mereka juga yang membuatnya"


Mereka semua melihat ke arah kaisar yang kegirangan.


"Aku akui bakat penyihir Svardia memang diluar nalar,selanjutnya aku akan melihat mereka jika punya kesempatan" kata kepala penyihir


"Kalau begitu aku ikut denganmu ayah,akunpunya teman baru disana,dia adalah murid dari kepala penyihir kerajaan Svardia"


Mereka semua bahagia mendengar itu,sekarang tujuan mereka bisa berjalan lebih mudah.


"Kau hebat Luristine,gadis sepertimu sudah membangun hubungan diplomasi dan memperolah koneksi" kata putri kekaisaran itu


"Sudah aku putuskan bahwa aku akan membentuk aliansi dengan Svardia,kita sudah membicarakanya tadi dan sekarang disini kita sudah melihat buktinya"


"Kalau begitu tunggu apa lagi,segera kirim utusan untuk pergi menemui raja Fermund" kata permaisuri


Beralih ke ibukota Svardia,Fermund pun terkejut oleh perkataan Juvel yang hadir di istana memberitakan keberhasilanya membuat purwarupa senjata itu.


Fermund pun terkejut dan mukanya lemas.


"Ada apa yang mulia?" Tanya Juvel


"Aku hanya khawatir dunia akan hacur jika senjata seperti itu digunakan didalam perang,meskipun aku punya Dispel Orb,itu akan menambah perang yang berkepanjangan lagi untuk merebutkan Dispel Orb" kata Fermund membayangkan


Femund masih membayangkan kegilaan dan kekacauan dari senjata itu apa bila digunakan untuk perang.


Juvel yang melihat rajanya berusaha menenangkan Fermund dengan menjanjikan sesuatu.


"Yang mulia,aku akan berjanji padamu untuk menciptakan sesuatu yang melindungi,aku akan meneliti barrier kota di wilayah utara untuk memenuhi janjiku"


"Kalau begitu baguslah,dan jangan memaksakan dirimu"


Juvel pun mengangguk,ia pun undur diri meninggalkan Fermund

__ADS_1


Sekarang ia harus menghadapi Levina yang berniat untuk tinggal di istana selama sisa hidupnya.


__ADS_2