Ambisi Besar Sang Raja Muda

Ambisi Besar Sang Raja Muda
Chapter 4:Menunggu


__ADS_3

Semuanya telah dilakukan sesuai rencana,dan semua bawahanya disibukkan dengan misi yang Fermund berikan,ditambah juga mereka harus melakukan pekerjaan utamanya.


Segala upaya telah dilakukan agar semuanya berjalan lancar,namun apa sentuhan terakhir yang akan direncanakan,masih dalam tahap awal,dan belum pasti keberhasilanya.


Fermund dan bawahanya bermain api dengan melakukan pergerakan diam diam yang beresiko.


Ia bertaruh segalanya untuk keberhasilan yang ia inginkan,ia masih punya banyak trik yang belum ia keluarkan,dan juga  rencana cadangan jika dia mengalami kegagalan.


Kali ini Fermund hanya berdiam diri,ia duduk bersantai sambil membaca buku di kursi taman,ia menghabiskan waktu bukan tanpa alasan.


Ia menunggu waktu yang telah ditentukan untuk memulai semuanya,sebelum itu,misi yang ia berikan pada si pria suram Andreis,haruslah berhasil terlebih dahulu.


Fermund yang sedari tadi duduk di bangku taman,membaca buku sambil minum teh,ia merasakan angin musim semi yang sejuk,ia pun merasakan ketenangan.


Suara kuda berjalan sekaligus ringkikan kuda memecah keheningan dan mengganggu ketenanganya,ada kereta kuda yang memasuki mansionya.


Apa yang ada didalam kereta kuda itu lebih menggangu,sesuatu itu adalah campuran dari pemandangan dan suara berisik yang tak mengenakkan.

__ADS_1


Fermund berdiri,ia menutup bukunya dan menyambut orang itu.


Seorang pria kurus berambut putih,turun dari kereta kuda itu,ia tersenyum pada Fermund,namun itu bukan senyuman yang indah.


"Halo sepupuku Colford,sudah lama kau tak kemari,ada urusan apa kau kemari,apa hanya untuk hal itu?"


Fermund menyapanya dengan hangat,namun didalam hatinya ia ingin menghabisinya dengan pisau yang tersembunyi di belakang pinggulnya.


"Aku hanya ingin meminta wine yang kau produksi,karena itu sangat enak,aku telah menyiapkan uangnya" kata Colford


"Kalau begitu kenapa kau datang kemari,bukankah kau bisa membelinya di tempat pembuatan" kata Fermund


Seketika Fermund terdiam,ketegangan menyebar di antara dua orang itu.


"Kalau begitu kita harus gaanti tempat pembicaraan,jika menurutmu pembicaraan ini pribadi" kata Fermund


Fermund menuntun Colford menuju ruang tamu mansion di lantai satu,adik Fermund memanggil pelayan untuk menyajikan teh dan kudapan.

__ADS_1


Mereka berdua pun duduk di sofa berhadap hadapan,Fermund menatap tajam ke arah Colford"Sekarang,apa yang ingin kau bicarakan,sepupuku"


Seketika wajah serius Colford yang menakutkan terpampang jelas,ia pun mulai melontarkan beberaapa patah kata


"Fermund,sebentar lagi aku akan pergi menuju kuil besar di selatan ibu kota untuk pemberkatan,dan waktuku untuk mewarisi tahta telah dekat,apa kau tidak akan berbuat sesuatu padaku nanti," kata Colbert dengan nada pelan dan muka mengerikanya yang didekatkan pada muka Fermund


berterus terang tanpa kerahasiaan mengatakan itu kepada Fermund,sekarang ini Fermund diam dan tertunduk,lalu ia menatap sepupunya itu,dan seketika ia menghela nafas panjang


"Aku tidak akan mengganggumu,tapi bukankah sebaliknya kau yang terus menggangguku,aku tidak masalah dengan itu,aku serius tentang ini" kata Fermund dengan wajah tersenyum


Disaat mereka bersitegang,tanpa mereka sadari terdapat burung hantu hinggap di jendela membawa surat di paruhnya,Fermund langsung saja dengan kecepatanya,mendekati burung hantu itu dan mengambil suratnya,Fermund membelakangi Colford untuk membaca suratnya.


"Burung hantu di siang hari,sungguh hal yang aneh" kata Colford yang masih duduk dan melihat burung hantu


Fermund membaca surat itu dengan cepat,ia tertawa kecil sehingga sepupunya bisa mendengarnya


"Ada apa,kenapa tertawa disana,jangan menakutiku!" kata Colbert yang kaget sekaligus merinding mendengar tawa kecil Fermund

__ADS_1


Fermund pun segera merobek robek surat itu daan dilemparnya keluar jendela,angin menerbanhkan sobekan kertas itu


"Maaf jika aku menakutimu,aku barusaja mendapat kabar bagus"


__ADS_2