
Para mata-mata itu menyebar ke tiga wilayah taklukkan kerajaan Svardia,mereka memanggil semua anggotanya.
Mereka tiba tiba menyamar menjadi penduduk sipil saat mereka memasuki kota diam diam diwaktu malam.
Di semua kota sudah tiba para pedagang dari kerajaan Svardia membawa bahan pokok,baju dan aksesoris,serta alat alat berguna.
Mereka menjualnya setengah harga hanya untuk bulan ini,semua orang datang tak perduli mereka termasuk golongan apa.
Terutama para wanita muda dan ibu rumah tangga,mereka berebutan memilih baju bagus dengan ornamen khas kerajaan Svardia.
Para mata mata yang membaur melihat hal menarik ini,mereka ikut melihat lihat dan membeli.
Di kota Vartis,ada beberapa mata mata yang mengunjungi tenda untuk melihat kehidupan prajurit itu,ada banyak orang yang berterimakasih dengan memberikan sesuatu.
Dari kejauhan terdapat lima puluh orangĀ assassin dari Night Raven yang menyamar menjadi prajurit mengendarai kuda.
"Kami adalah pasukan yang dikirim untuk memberi pesan kepada pimpinan,tunjukan pimpinan kalian" kata salah satu assaasin itu
"Aku pemimpinya,kalian masuklah ke tendaku" kata komandan batalion
Satu orang assassin memasuki tenda seorang komandan,mereka berbicara dengan pelan,sepertinya ini adalah pembicaraan rahasia.
Setelah malam tiba di kota Vartis,tiga wanita mata mata bersama sepuluh pria temanya,mereka membawa wine yang akan diberikan untuk prajurit sebagai hadiah,dari sini sandiwara mereka dimulai
"Prajurit kuat,datanglah kesini dan coba wine berkualitas ini"
Semua orang pun mendekati mereka dan curiga,namun mereka masih tak menyadarinya.
"Siapa kau,kenapa kemari?" Tanya komandan batalion itu
"Aku adalah seorang pedagang keliling yang yang ingin menawatkan kalian wine berkualitas yang kubawa dari utara kerajaan Valmurg,kami belum dapat pelanggan sama sekali,oleh karena itu,belilah satu gentong wine kami" paksa mata mata itu
"Baiklah jika kalian memaksa,komandan ini punya seratus koin emas disini,berapa harga segentong wine mu?"
"Kalian adalah pembeli pertama jadi akan kuberi penurunan harga,sekarang harganya hanya lima puluh koin emas saja"
Mata mata itu bersandiwara dengan baik,mereka berhasil membuat mereka membeli dan meminum wine yang sudah dibubuhi racun yang tak mematikan,namun menyiksa.
Rencananya setelah semua prajurit itu minum winenya,mereka akan menginterogasi mereka dengan kekerasan dan mereka tak bisa melawan.
"Biar kami berdua yang mengangkatnya" kata seorang prajurit
__ADS_1
Dua prajurit itu mengangkat tong berisi wine racun itu didalam gudang,dan komandan itu meminta untuk menunggu dan menyajikan makan untuk mereka.
Mereka pun memanfaatkan hal itu untuk berbincang bincang sambil perlahan mengorek informasi penting.
Salah satu prajurit yang mengangkat tong itu tadi kembali dan berbisik kepada komandan itu,lalu tiba tiba dia menyuruh prajuritnya untuk menangkap mereka semua.
"Kalian semua tangkap mereka!"
Mata mata yang menyamar menjadi mata mata itu kaget,mereka dengan cepat melawan mereka dan mencari cara untuk kabur.
Namun sayangnya mereka dikepung dan ditangkap.
"Terimakasih kalian para assassin dari Night Raven,kalian telah menyelamatkan kami"
Para mata mata musuh itu kaget,rupanya terdapat assassin yang menyamar menjadi prajurit dan mereka adalah assassin dari Svardia.
"Mereka adalah mata mata musuh yang mencoba untuk meracuni kita,untung saja ada para assassin yang memeriksa wine itu dengan meminumkanya ke tikus" kata komandan itu menjelaskan
Semua pasukan itu marah pada mata mata itu,namun mereka masih bisa di tertibkan.
"Raja Fermund telah memerintahkan kami untuk menyebar di wilayah taklukanya untuk menghilangkan bahaya yang tersembunyi,sekarang katakan siapa kalian dan dimana rekan kalian yang lain?" tanya assassin itu menginterogasi
Para mata mata itu langsung bungkam
Mereka pun ketakutan pada akhirnya,mereka semua pun mengaku dan mengatakan semuanya.
Seorang wanita mata mata mulai mengatakan yang sebenarnya pada mereka
"Kami adalah kelompok mata mata yang bernama Bloody Ruby,kami dibayar oleh raja kerajaan Valmurg untuk mengorek informasi dari kalian semua untuk menemukan kelemahan kalian,dan semua anggota kami sudah menyebar ke tiga kota taklukan raja kalian,aku sudah mengatakanya,jangan siksa kami"
"Jangan khawatir,aku tak akan menyiksa kalian,karena raja kami mungkin bisa merekrut kalian semua menjadi bawahan pribadinya" kata assassin itu
Komandan itu terkejut karena seorang asaassin itu berkata dua kota lainya,komandan itu bertanya apa dua kota ini termasuk kota taklukan raja mereka.
"Tunggu dulu tuan Assassin,dua kota lain,apa pasukan kita berhasil menaklukkan dua kota?"
Assassin itu tersenyum dan menjawab "benar,kota pelabuhan Lenfica dan kota Rodfin berhasil ditaklukkan"
Sekarang mereka semua jadi panik,mereka memikirkan nasib pasukan lain yang menjadi sasaran mata mata musuh
"Kalian tenang dulu,pasti mereka akan menangani masalah mata mata musuh,karena raja kami juga mengirim para assassin ke wilayah taklukanya," jawab assassin itu
__ADS_1
"Baguslah jika begitu" kata komandan itu lega
"Untuk sekarang kita kirim pesan ke ibukota mengenai semua yang terjadi dan biarkan seseorang dari ibukota kemari dan membawa mereka kembali ke ibukota untuk diserahkan pada raja"
Assasin itu mengurung mereka di tenda di dekat tenda besar,mereka memberi mata mata itu makanan dan selimut,dan tenda itu dijaga oleh beberapa prajurit.
Beralih ke kota pelabuhan Lenfica,para insinyur dari Svardia sedang membangun kembali benteng yang hancur,mereka juga memperbaiki semua bangunan rusak,juga membangun tempat usaha baru yang akan dikelola oleh orang orang kiriman lemimpin serikat pedagang.
Mata mata itu sudah membaur,pemimpin mereka memilih untuk melakukan misi disini,mereka membaur dan mengirek informasi dari penduduk kota.
Para assassin kiriman raja menyebar dan menyamar menjadi penduduk sipil,salah satu dari mereka membawa pesan yang akan disampaikan kepada laksamana.
Setelah mengatakan semuanya pada laksamana itu,mereka menyebar lagi,beberapa dari mereka berjaga didekat dermaga dan menyamar sebagai orang yang memancing ikan sembari mengamati situasi.
Disaat malam,lampu kota pun bersinar terang benderang,namun disaat tengah malam,terdapat beberapa bayangan yang bergerak cepat dengan keheningan.
Assassin yang menyamar menjadi tunawisma menyadari ada serangan musuh,mereka pun memperingatkan pasukan yang berjaga.
Munculah sosok bayangan itu terbang,para assassin yang melihat mereka mengeluarkan sihir bola cahaya,dan sosok mereka pun terlihat.
Rupanya mereka adalah anggota Blood Ruby,sepertinya mereka beraksi bersama pemimpinya.
Javelin angin melayang ke arah mereka,angin yang menghempaskan mereka tak bisa menghentikan pencuri itu,mereka berusaha menangkap senjata yang terbang melayang dalam kendali pelemparnya.
"Mereka mengincar senjata elemental kita,jangan biarkan mereka mencurinya!" Kata seorang Prajurit Typhoon Javeliner
Para assassin itu mengeluarkan pisau ganda mereka dan menyerang semua pencuri itu,beberapa assassin yang mengeluarkan crossbow bracelet dengan anak panah beracun,para assassin itu memanahi anggota Blood Ruby itu dengan tepat sasaran,mereka terluka dan jatuh ke tanah.
"Beraninya kalian,akan kubunuh kalian dan merebut senjata dahsyat itu!" Kata pemimpin kelompok Blood Ruby itu.
Pemimpin kelompok Blood Ruby itu adalah seorang pria jangkung berkulit pucat,ia bersatu dengan anggotanya yang tersisa dan menangani pemanah yang ada dibawah.
Para assassin kesusahan untuk menyerang pria jangkung itu,mereka dibantu oleh penyihir angin dan api,setelah itu assassin yang memakai crossbow bracelet mulai mengganti senjata,mereka mengeluarkan tomahawk dan menyerang mereka dengan sekuat tenaga.
Laksamana bersama prajurit Typhoon Javeliner hanya diam saja melihat mereka bertarung,pasukan elit itu tak bisa sembarangan mengeluarkan senjata elemental mereka karena resiko dicuri,laksamana hanya menyuruh pasukan infantri biasa untuk mengamankan area pertempuran agar tak ada siapapun yang mengganggu.
"Penyihir api dang angin,satukan sihir kalian dan arahkan ke pria jangkung itu"
Kedua penyihir itu menciptakan topan api dengan sihir mereka yang disatukan,mereka pun mencoba untuk menyerang pria jangkung itu tanpa merusak bangunan.
"Trik murahan!,tak akan berguna padaku"
__ADS_1
Pria jangkung itu berhasil menghilangkan sihir gabungan itu,namun disekitarnya banyak assassin yang sudah bersiap untuk menyerangnya.
Semua assassin yang berada di dekat pria jangkung itu melempar pisau kecil dan tomahawk,mereka berharab bahwa senjata itu mengenai pria jangkung itu daan pertarunganya akan selesai.