
Fermund membawa Levina dan dua saudarinya pergi ke ruang pribadi,Fermund pun menghela napas dan memutuskannseseorang untuk ikut.
"Perlu kalian ketahui,aku tak akan keluar,aku lebih nyaman disini" kata Levina
Felisa dan Feona,mereka berdua pun menatap kakaknya sambil menunggu keputusanya.
"Sudah kuputuskan aku akan mengajak Feona untuk oergj bersamaku"
Felis pun terkejut,dan tak menyangka bahwa dia tak dipilih oleh kakaknya.
"Yeey,sudah kubilang ini giliranku kakak tertua,kau puas?" Kata Feona
Felis pun murung,Levina didekatnya langsung memeluknya dan mengelus kepalanya,meskipun Felis tak dipilih kakaknya,ia memilih untuk mengalah.
"Sekarang aku akan pergi,ada banyak hal yang harus aku lakukan"
Fermund pun pergi meninggalkan mereka,dia menuju ke ruang kerjanya untuk menyelsaikan pekerjaan yang belum selesai.
Fermund menghadapi tumpukan kertas itu,ia melihatnya satu persatu dan membacanya,dia melakukan pekerjaanya hingga matahari terbenam.
Menjelang waktu petang,Fermund mengentikan pekerjaanya dan mukai mandi di pemandian pribadi milik keluarga kerajan.
Ia mandi dengan air panas,membasuh tubuhnya yang berkeringat akibat gerah,dia hanya berendam sebentar dan membasuh tubuhnya dengan air hangat,lalu Fermund keluar dari kolam dan memakai bajunya kembali.
Fermund segera pergi ke ruang makan,ia akan makan bersama tiga orang saudarinya.
Fermund berpapasan dengan tiga saudarinya yang kebetulan baru mandi,Fermund mencium bau harum dari mereka bertiga.
"Sepupuku,kebetulan kau disini,mari kita masuk" kata Levina
Levina memegang tangan Fermund,saat mereka bertiga berjalan,semakin harum aroma parfum itu tersebar.
Mereka duduk di meja masing masing dan memakan makanan yang ada,mereka mengambil makanan yang ada di dekat mereka dan memakanya.
Setelah perut mereka kenyang,Fermund menyuruh mereka semua tidur lebih awal,namun sepertinya Feona akan memilih baju terbaik untuk datang ke ibukota kekaisaran sebelum dia benar benar tidur.
Felis dan Levina pun pergi bersama Feona ke kamarnya,mereka memilihkan pakaian yang bagus untuk saudarinya yang paling muda itu.
Mereka membuka lemari dan mencari cari baju yang akan mereka pilih.
__ADS_1
Levina mengambil dua baju yang elegan dengan warna yang berbeda.
"Feona,bagaimana menurutmu dengan dua baju ini?" Tanya Levina
"Sepertinya ini terlalu mencolok,sepertinya aku tak bisa memakainya" jawab Feona
Mereka berdua pun mulai membongkar bongkar lemari Feona untuk menemukan pakaian yang cocok untuk dikenakan oleh Feona.
Saat Feona mencari,ia menemukan pakaian merah yang indah,Feona pun menatap pakaian itu lama sekali.
"Apa kau ingin memakai itu untuk pergi ke kekaisaran?" Tanya Levina
Felis pun melihat baju merah itu,setelah ia melihatnya,dia teringat kalau baju itu merupakan hadiah "Oh,Feona,bukankah ini baju hadiah dari kakak kita,kenapa kau malah menyimpanya di bagian paling dalam di lemarimu,apa kau tak menghargai pemberian kakakmu tercinta" kata Felis menggoda Feona
"Bukan seperti itu,aku takut pakaian ini akan rusak saat sering dipakai,jadi aku menyimpanya saja"
"Kalau begitu sudah diputuskan,besok kau akan memakai pakaian ini,sekarang cepat tata kemvali semua pakaian berantakan ini dan tidur bersama" kata Levina
Mereka merapihkan pakaian itu,semua pakaian itu dilipat dan digantung di lemari,setelah itu mereka bertiga berbaring di kasur.
Mereka sedikit bercerita sebekum tidur,sampai Feona menghentikan Felis dan Levina karena dia harus bangun pagi besok.
Matahari yang bersinar di timur menandakan hari baru telah tiba,pagi itu Fermund dan Feona menunggu kedatangan Arleta,Fermund sendiri berinisiatif untuk mengajak gadis itu.
Arleta dengan berlari menuju kereta kuda,dia melihat Fermund dan Feona sudah duduk didalam kereta kuda itu,dia sepertinya diantar oleh seorang prajurit untuk menuju ke istana.
"Selamat pagi adik Arleta" sapa Feona lembut
"Selamat pagi putri,sekarang saya sudah siap"
Fermund pun mengelus kepala Arleta yang duduk berhadapan denganya di kereta kuda.
Mereka berjalan ke barat menuju ibukota kekaisaran dengan didampingi oleh limapuluh Royal Guard tentunya,dan sudah di informasikan pasukan kekaisaran akan menunggu di perbatasan untuk menjemput dan mengantar mereka menuju ibukota.
Mereka melalui jalan yang agak dekat dengan pwgunungan selatan untuk jalan pintas mereka melihat gunung itu di sepanjang perjalanan.
Saat hampir dekat dengan perbatasan,mereka memacu kudanya lebih cepat lagi,merek melihat dibawah bukit terdapat pasukan yang memegang panji kekaisaran.
Satu prajurit Royal Guard pun maju mendekati pasukan kecil itu untuk bicara.
__ADS_1
"Apa kalian pasukan yang diperintahkan untuk menjemput kami?"
"Benar,mari kita pergi bersama menuju ibukota kekaisaran"
Setelah mereka berbicara,kereta kuda yang dinaiki oleh Fermund dikawan oleh kavaleri kekaisaran dan Royal Guard berkuda,kereta kuda itu diposisikan ditengah dan mereka semua melaju dengan cepat.
Mereka melewati beberapa desa dan satu kota,setelah pejalanan itu,prajurit kekaisaran itu mendekat ke jendela yang dibuka dan mengatakan jika ibukota ada di depan.
Perlahan lahan mereka mendekati tembok tinggi itu,mereka pun memasuki ibukota,semua rakyat itu bersorak kepada Fermund.
Fermund dan Feona yang melihat itu mulal melambai lambai ke orang orang itu.
Arleta yang tidur karena perjalanan itu tiba tiba terbangun oleh sorakan penduduk ibukota.
Setelah melewati banyak rumah dijalan besar itu,mereka memasuki istana,dan di taman istana,sang kaisar dan permaisuri sudah menunggu,disana ada juga para bangsawan dan putri kekaisaran bersama tunanganya.
Disana juga ada jenderal,menteri dan juga kepala penyihir yang datang bersama Luristine putrinya.
Luristine berharap bahwa Arleta akan datang kesini,namun ia harus menurunkan ekspektasinya dan menyerah pada realita
"Adikku,sepertinya mereka menyambut kita,jangan sampai kau gugup,kau juga Arleta"
Mereka pun mengangguk
Pintu kereta kuda dibuka oleh pasukan Royal Guard yang turun dari kudanya.
Fermund turun dan menunutun adiknya untuk turun,saat mereka semua melihat Feona,wajah mereka semua memerah karena kagum dengan kecantikan Feona.
Bahkan tunangan putri itu sendiri tak berhenti menatapnya,dan akhirnya,putri kekaisaran itu mencubitnya.
Luristine masih melihat ke kereta kuda itu,dia terkejut saat Arleta turun dan membenarkan posisi tasnya.
"Arletaa!!!"
Luristine berlari menuju Arleta,dan Arleta yang sudah merenggangkan tanganya,dia menerima pelukan dari temanya.
Mereka semua yang melihat Luristine yang memeluk Arleta sudah menduga jika dia yang di bicarakan oleh Luristine di pertemuan kemarin.
"Raja Fermund,selamat datang di ibukota ku,aku sudah mengadakan jamuan sebelum peresmian aliansi kita dimulai" sambut kaisar dengan ramah
__ADS_1
Fermund pun ikut mendekati kaisar yang menghampirinya,ia pun berkata "terimabkasih atas keramah tamahan yang diperlihatkan oleh kaisar kepadaku"
Fermund pun memakai bahasa yang sopan,setelah mengatakan itu,mereka semua berpikir bahwa raja dari kerajaan Svardia adalah orang yang santun dan terpelajar.