Ambisi Besar Sang Raja Muda

Ambisi Besar Sang Raja Muda
Chapter 16:Balas Dendam


__ADS_3

Semua orang kembali ke urusanya masing masing,Fermund mengajak saudarinya untuk pergi ke kamar mereka.


Sementara itu,si raja peniru bersama bibi Fermund memasuki ruangan kerja raja,dari tadi wanita itu terus menyentuh si raja peniru.


Wanita itu mulai tenang dan membicarakan sesuatu kepada peniru itu.


"Suamiku,apa yang sebenarnya terjadi,jelaskan semuanya padaku,aku saat itu pingsan dan dikirim kembali ke keluargaku,"


"Aku yang menyuruh seseorang untuk mengirimu ke keluargamu untuk menjauhkanmu dari bahaya" kata peniru itu


"Tapi kenapa harus ke sana,bukankah kau tahu jika mereka tidak menganggapku sebagai bagian dari mereka,aku membenci mereka"


"Maafkan aku,kalau begitu aku akan menghilangkan penderitaanmu"


Tanpa disadari,peniru itu mengambil pisau di pinggangnya dan menusuk wanita itu,dia merasa bingung,setelah merasakan rasa sakit itu dia sadar jika dia adalah peniru,kemudian ia telah mati.


Peniru itu membersihkan pisaunya dengan kain baju wanita itu,ia pun meninggalkan ruangan itu dan menuju ke ruangan lain.


Ia berjalan melewati lorong dan berakhir di pintu sebuah ruangan,yang ia tuju adalah tempat mandi pribadi raja,ia pun memasukinya dan ia menemukan Fermund ada disana.


"Tugas telah dilaksanakan yang mulia" kata peniru itu pada Fermund


"Kalau begitu kembalikan mahkotaku dan hapuskan sihir itu dari tubuhmu"


Peniru itu kemudian melepas  efek sihir yang dari tadi melekat pada tubuhnya.


Seketika wajah yang meniru raja itu leleh hingga seluruh tubuh raja yang ia tiru menggunakan sihir, lelehan itu berwarna putih lalu menjadi seperti lumpur kotor,yang terlihat sekarang hanya tubuh asli peniru itu,ia seorang pria kekar dengan wajah garang.

__ADS_1


"Sekarang bersihkan tubuhmu,dan ingat,jangan salah gunakan sihir itu,atau kau akan menerima akibatnya"


"Baiklah yang mulia,aku akan menggunakan sihir ini dengan izinmu,aku berjanji"


Fermund mengancamnya untuk tak menyalahgunakan sihir itu karena sangat berbahaya,pengguna sihir itu bisa menyamar menjadi siapa saja,asalkan ada bagian tubuh seseorang yang ingin dia tiru.


Sihir  yang seperti itu sudah termasuk dalam golongan sihir terlarang,dan bagaimana Fermund  bisa tahu dan memerintahkan seseorang untuk menggunakanya.


Setelah orang itu masuk kolam air panas dan membersihkan tubuhnya,Fermund pergi meninggalkan orang itu dan menuju kamar sepupunya,sekarang sepupunya yang tak sadarkan diri berada disana.


Ia berjalan dengan cepat dengan tersenyum disepanjang koridor istana yang ia lewati,ia masih mengingat kejadian tadi,dimana sepupunya sungguh putus asa.


Ia menikmati kesedihan sepupunya itu,Fermund tak merasa bersalah karena ia berpendapat jika balasan atas perbuatan sepupunya akan datang cepat atau lambat.


Fermund pun mempercepat langkahnya,ia menuju bagian yang dikhususkan menjadi kamar untuk keluarga kerajaan.


Setelah Fermund menaiki tangga menuju lantai dua,sudah terlihat banyak  ruangan kamar yang berjejer khusus untuk keluarga kerajaan,dan kamar sepupunya berada di ruangan yang paling pojok sebelah kanan.


Sepertinya Fermund berencana membunuh sepupunya dengan tanganya sendiri,ini berbeda sat ia membunuh pamanya.


Fermund saat itu menyuruh jenderal untuk memenggalnya,tapi sekarang dia yang akan melakukanya sendiri pada sepupunya,mungkin luka yang diberikan oleh sepupunya membuat Fermund tak bisa melupakanya.


Fermund memasukak kunci ke pintu,ia membuka kuncinya lalu masuk ke kamar sepupunya,saat Fermund membuka pintu,tak ada siapa siapa disana.


Segera setelah itu,ada pergerakan yang cepat dari kiri,ternyata itu adalah sepupunya Colford,untung saja Fermund sempat menghindar.


Sepertinya Colford berencana untuk menyerang siapapun yang mendekati kamarnya,entah ia merasa terancam karena banyak pikiran atau ia ingin kabur saat ada orang datang membuka kunci kamarnya

__ADS_1


Colford memegang vas bunga untuk memukul Fermund dari samping namun gagal,Colford melakukan itu secara spontan tanpa dia mengetahui siapa orang yang ia pukul.


"Sepupuku!,apa yang kau lakukan!,ini aku" teriak Fermund


"Fermund,itu kau,aku tak sengaja ingin memukulmu,maafkan aku,"


Ia terkejut saat melihat sepupunya yang datang,ia pun menjatuhkan vas bunga itu dan mundur ke belakang.


Fermund pun tersenyum menenangkan sepupunya,ia pun menutup pintu dan memulai aksinya.


Dia mendekati sepupunya Colford,dan Colford merasa ada yang tidak benar,perasaanya tidak enak.


Fermund pun mendorong sepupunya itu dengan keras ke tembok,lalu ia dengan cepat mencekik Colford sembari mendempetkan badanya ke tembok,Fermund  mengangkat sepupunya keatas.


Ia semakin kuat mencekik sepupunya,ia menancapkan kedua jempolnya ke leher Colford saat mencekik,sepupunya itu meronta ronta hingga menggunakan kakinya untuk menendang.


Fermund tak merasakan apapun dari tendangan sepupunya,sepupunya makin lama sudah tak sanggup bernafas.


Wajah Colford semakin membiru,Fermund pun segera mengakhiri rasa sakit sepupunya dengan mematahkan lehernya.


Fermund menjatuhkan tubuh sepupunya yang tak bernyawa itu.


"Beristirahatlah dengan damai,susul ibumu di dunia bawah" kata Fermund setelah ia membunuh sepupunya


Fermund membersihkan jubah dan pakaianya,ia pergi meninggalkan tuangan itu,dan untuk mayat sepupunya,akan ditangani oleh para butler assasin.


Sekarang hati telah gelap,ia mengajak saudarinya untuk menikmati makan malam sebelum tidur.

__ADS_1


Mereka bertiga berkumpul di ruang makan dan menikmati hidangan mewah,mereka sudah merasakan rasa dari hidangan mewah yang menjadi makanan sehari hari mereka,nsmun hari ini terasa istimewa.


__ADS_2