
Pada pagi hari beberapa tumpukan surat dari wilayah taklukan sedang dibaca semua,dan ia pun menulis beberapa kebijakan sesuai permintaak dari wilayah taklukanya dengan hukum yang ketat.
Fermund sekarang berada di ruang kerjanya,berurusan setumpuk kertas yang harus dikerjakan,di kertas itu banyak sekali persetujuan dan petisi dari wilayah taklukanya.
Dia dibantu oleh asisten pembantu beserta semua akuntanya,Levina juga ada disitu ikut membantu dengan kecerdasanya.
Levina selalu berdiskusi dengan Fermund tentang beberapa kebijakan dan tindakan yang tepat untuk mengatur wilayahnya.
Dia hanya mengatur dua kota,beberapa hal yang pasti sudah dilakukan,seperti membentuk jaringan dagang dan memberi oekerjaan pada penduduk sipil.
Fermund memerintahkan kepadanpemimpin Seathrone Goldmaker Corps untuk membuat berbagai cabang di semua wilayah taklukan,mereka mengelola usaha lokal milik penduduk asli.
"Ini semua harus diperiksa dan juga diselesaikan,belum lagi jika banyak laporan yang dikirim," kata Fermund sambil menstempel
"Aku disini membantumu sepupuku,jadi jangan khawatir"
Mereka mengerjakan itu semua dari pagi hingga sore,dan setelah kertas itu tinggal sedikit,datang seorang assassin dari wilayah perbatasan melapor pada Fermund.
"Rajaku,saya memiliki pesan yang harus pemimpindisampaikan pada anda"
"Cepat katakan"
"Raja baru telah dinobatkan,ia adalah pasukan elit Griffin Rider yang merupakan saudara raja ia bernama Ursvias"
"Aah,jadi dia saudara raja,dia juga pemimpin pasukan lalat itu" kata Fermund meremehkan
"Benar raja,dia melakukan reformasi ekonomi sekarang untuk pertahanan negara,ia membentengi semua kota dengan barrier sihir,dan dia juga membangun garis pertahanan di berbagai wilayah berupa pos kecil yang dihubungkanoleh tembok yang memanjang jauh sekali"
"Jadi prioritasnya kini adalah bertahan sambil mengumpulkan kekuatan begitu" kata Levina
"Tak hanya itu saja nona Levina,mereka sampai melakukan hal yang tak diduga,raja itu menyebar intelejen ke wilayah kita untuk mengumpulkan informasi tentang kerajaan Svardia,"
"Oh,berani beraninya mereka," kata Fermund terpancing emosi
Saya mengirim banyak pesan mengenai hal ini kepada semua penguasa wilayah taklukan anda dengan burung merpati.
"Dengan begini mereka bisa menanganinya" kata Levina
__ADS_1
"Kami mengetahui ini dari Seathrone Goldmaker Corp yang mulia,saat kami pergi ke kota di kerajaan Valmurg,mereka para intelejen menyebar rumor buruk yang menjatuhkan reputasi kerajaan Svardia,tapi untungnya gagal,karena semua rakyat mereka tak percaya lagi dengan semua itu"
Fermund menunduk dan terdiam mendengar itu,hatinya mulai tenang setelah ia mendengar bahwa mereka gagal.
"Apa ada yang lain lagi?" Tanya Levina
"Kami mengetahui keberadaan dua petinggi organisasi intelejen dan menginterogasi mereka,kami mengetahui dari mereka kalau semua pasukan intelejen akan berkumpul dengan membawa semua informasi yang mereka rangkum ke markas untuk dikumpulkan dan diserahkan pada raja di ibukota,ketua regu kami berencana untuk menyerang markas itu nanti malam"
Fermund menatap assassin itu,ia tersenyum dan berkata "Kalau begitu bagus,aku harap mereka berhasil membantai mereka dan membakar bangunan itu"
Lervina yang melihat sepupunya itu menanyainya "Sepupuku,apa kau marah"
Fermund pun beralih memandang Levina dan berkata "setelah semua masalah di wilayah taklukanku selesai,kita akan satukan pasukan dan beri ultimatum pada semua penguasa wilayah di kerajaan Valmurg untuk tunduk,jika mereka tak ingin melihat lautan darah"
Fermund mengatakan itu dengan kemarahan,ia terlihat mengerikan untuk beberapa saat,dan ia mulai tenang kembali,dia menyuruh assassin itu pilang ke asosiasi.
Beralih ke para assassin,mereka semuanya bersiap siap dengan anggota merekabyang kini berjumlah dua belas orang,mereka akan menyerang sebuah markas yang pasti punya penjaga untuk melindungi tempat itu.
Oleh karena itu mereka membeli banyak sekali peralatan,mulai dari armor ringan dari kulit binatang,bom asap,ramuan racun serta ramuan bius juga tali yang memiliki kail.
Para assassin itu tadi berada di bangunan milik dua orang yang mereka bunu tadi dan,mereka berdiam disana dan bersiap siap,saat menjelang sore.
Mereka mengenakan armor ringan beserta tudung dan kain untuk menutup muka,mereka meletakkan senjata mereka di sabuk dan pisau lemparnya mereka sembunyikan di celah armor bagian atas bracelet armor.
Untuk benda lainya mereka menaruhnya di beberapa kantong kecil di sabuk dan tas kecil yang dislempangkan ke tubuh mereka.
Mereka berkumpul dan makan makanan yang mereka beli dari uang yang dirampas dari dua orang yang mereka bunuh,setelah perut mereka kenyang,mereka bersembunyi dan memantau di sekitaran markas itu
Di sekitaran gedungnputih itu terdapat taman dan pepojonan rindang yang seakan menyembunyikan bangunan itu dari semua orang.
Saat malam tiba,banyak sekali orang orang darang membawa beberapa kertas yang mereka lipat mereka mulai memasuki kota.
Para assassin itu berncana untuk membuntuti mereka dengan menyebar di kerumunan orang orang itu.
Namun sebelum itu mereka harus menggunakan jubah hitam terlebih dahulu,sama seperti orang orang intelejen raja itu,setelah merema semua membaur,bersama sama mereka memasuki mansion putih itu.
Mereka memasuki mansion itu,para assassin itu mengikuti kerumunan itu dan melihat segala interior dan ruanganya,terdapat banyak sekali penjaga yang kelihatanya lemah disana,dan setelah lama mereka berjalan,para orang berjubah itu menuntun assassin itu menuju aula besar.
__ADS_1
Mereka memasuki aula besar itu,terdapat ornamen emas yang mewah di ruangan yang diwarnai oleh warna merah,dan disana terdapat patung raja Ursvaris,didepan patung itu ada meja,sepertinya mereka akn mengumpulkan semua informasinya disana.
"Kalian semua selamat datang,aku pemimpin kalian disini mengapresiasi pekerjaan kalian,raja pasti senang"
Seorang pria berambut seperti duri landak dan juga mengenakan berjubah hitam
"Yaa" sorak semua orang berjubah hitam itu
Pria rambut landak itu melihat diantara orang berjubahbitu,sepertinya ia mencari rekan nya si pria gemuk dan orang tua.
"Sekarang serahkan semuanya di meja ini dan terima imbalan kalian"
Semua orang itu menaruh kertas berisi informasi yang mereka dapat,mereka menerima sekantong koin emas lalu pergi,namun sebelum pergi dua assassin itu menutup pintu besar.
Mereka semua bingung dan si rambut landak itu merasa ada yang tidak beres disini.
Bom asap pun diledakkan,asap memyebar ke ruangan itu,segera saja semua assassin menyebar dan membunuh mereka semua.
Si pria rambut landak itu mundur ke belakang patung dan melihat situasi,dia mendengar teriakan semua orang dan bersiap siap untuk menyerang.
Penjaga yang ada di deket ruangan itu memanggil semua penjaga lalu mendobrak pintu.
Sesudah didobrak seketika kepalanya tertancap anak panah dari crossbow bracelet.
Para assassin itu menangani semua penjaga setelah ia membunuh semua orang disitu,para penjaga yang datang banyak yang terbunuh.
Tiba tiba,terdapat serangan dari arah kanan,pria berambut duri itu dilempar jarum yang dilumuri dengan obat bius.
Ia menghindari serangan itu,namun dibelakangnya,seorang Assassin menancapkan jarum itu pada bahunya,akhirnya pria itu terkena obat itu dan langsung tertidur.
"Amankan semua kertas itu,semua kertas itu akan diberikan pada raja." Kata ketua regu
Mereka semua secara cepat mengamankan semua kertas itu,dan mereka semua tinggal melakukan pekerjaan terakhir
Salah satu assassin itu membopong tubuh pria berambut landak itu,dan yang lain menumpuk mayat semua orang yang mereka bunuh,mereka dibakar dengan sihir api.
Mereka menyebar api ke seluruh penjuru bangunan dan membakarnya,mereka pergi dari situ dan menuju kediaman yang mereka tinggali tadi.
__ADS_1