Ambisi Besar Sang Raja Muda

Ambisi Besar Sang Raja Muda
Chapter 122:Penyerangan Dimulai


__ADS_3

Dua detasemen dari Gothwand sedang mempersiapkan segala hal untuk penyerangan besok.


Sekarang mereka masih bersantai di kemah kemah yang letaknya agak jauh dari kota perbatasan itu.


Beberapa prajurit detasemen itu menghadap ke perbatasan,sejauh mata mereka memandang,terdapat benteng yang di menatanya berkibar bendera Noskela.


'Sangat dekat sekali mereka membangun benteng di perbatasan" kata salah satu prajurit


Salah satu prajurit Svardia berkata "Mereka sangat waspada sekali tentang pertahanan"


"Oleh karena itu mereka membangun benteng besar dekat dengan musuh untuk mengawasi pergerakan kita"


Semua prajurit detasemen itu mengira kalau klan Noskela sudah tahu tentang penyerangan raja Dothrud terhadap mereka.


Saat mereka semua kembali ke tenda,Mereka lihat para pedati yang membawa suplai logistik.


ereka juga melihat sembilan catapukt di luar tenda,semua catapukt itu sedang menghadap ke perbatasan.


Para prajurit detasemen itu bersantai sambil membakar daging yang akan mereka makan.


Semua prajurit Svardia bersama dua ratus prajurit detasemen Gothwand itu bersama sama bersiap siap.


Ada yang memakai waktu luang mereka untuk membersihkan peralatan,ada juga yang sedang sparring dan ditonton oleh banyak temanya.


Kebanyakan dari mereka sedang tertidur atau melakukan hal lain.


Mereka melakukan itu sampai sore hari,mereka semuanya berkumpul di suatu tempat untuk mandi,terdapat beberapa wadah air besar dengan kain.


Mereka membasahi lainya dan mengelap badan mereka hingga bersih,mereka bahkan menggosok gosok hingga kotoran dan keringatnya hilang.


Seperti kebiasaan prajurit pada umumnya,mereka tak memakai baju zirah saat hari mulai gelap,namun di pinggang mereka terdapat pedang yang selalu siap dihunuskan.


Mereka memasak makan malam sambil bersenda gurau meminum gingger ale yang menghangatkan tubuh mereka.


Saat malam sudah larut,beberapa lama sesudah mereka berpesta,ada beberapa prajurit yang memakai baju zirah dan berjaga.


Sedangkan yang lainya mengorok tidur di tenda mereka.


Mereka bergantian berjaga dalam jangka waktu tertentu,mereka yang dibangunkan untuk berjaga segera mengusap mata nereka dan duduk mengawasi sekitar.


Matahari terbit dari arah kota setelah malam panjang penuh penjagaan.


Sekarang mereka mengemasi tenda mereka dan menunggu Rulker datang untuk memberitahukan mereka sesuatu.

__ADS_1


Komandan pemimpin pasukan yang ada di kemah itu mendisiplinkan semua prajurit.


Mereka berbaris rapih termasuk dua detasemen Gothwand yabg berbaris di sisi kiri pasukan Svardia.


Mereka sudah bersiap dengan senjata mereka,semua prajurit berdiri menghadap kota itu.


Tak sampai menunggu lama,Rulker sudah datang bersama pasukan penombak yang tak begitu banyak.


Rulker didampingi oleh dua komandanya,mereka bertiga berkuda menuju pasukan itu dan bersiap menyerang.


Pasukan Sky Hunter dikumpilkan dan berbaris dalam barisan khusus Sky Hunter.


Jadi di lembah tuh terdapat pasukan beberapa jenis yang berbaris sesuai unit mereka.


Rulker pun menyemangati mereka dan mencoba untuk membuat moral mereka tinggi dengan berteriak pada mereka.


"Prajurit pemberaniku!!,kali ini kita menerima perintah dari raja kita,untuk membantu raja Dothrud yang mana adalah sekutu kita"


"Sekutu kita akan menyerang dari barat ke timur,sedangkan kita akan menyerang dari selatan ke utara"


"Tujuan pertama kia adalah tembok itu,kita akan taklukkan mereka dengan badai besar dari lima ribu pasukan ditambah dua ratus prajurit detasemen Gothwand!!"


Semua prajurit bersorak,Rulker pun menyuruh pasukan itu bergerak ke benteng musuh  yang bisa Mereka lihat dari jauh.


Mereka semua berangkat dalam barisan,pasukan penombak ada di paling depan bersama rulker dan komandan.


Lalu infantri berat dan detasemen Gothwand ada di lapisan kedua,sementara pemanah biasa dan pasukan Sky Hunter berada di belakang.


Pedati pedati itu berada di paling belakang,mereka berjalan dengan pelan mengikuti pasukan itu menuju benteng yang ada didepan.


Catapult yang berjalan terlebih dahulu didepan mulai terkena serangan beberapa anak panah yang menancap di catapult itu.


"Tetap maju!!".


Mereka semua maju tanpa takut mati hanya untuk mendekat dan melakukan serangan.


Rulker dan komandan ya berbelok ke kiri dan mundur tak terlalu jauh dan berbalik lagi melihat pasukan mereka yang maju.


Para penombak membentuk dinding formasi,sedangkan para infantri membentuk atap,mereka maju perlahan menuju benteng tanpa khawatir dipenuhi.


Prajurit Typhoon Javeliner melempar membelinya dan mengendalikan senjata itu untuk maju melesat terus ke benteng.


Javelin itu mengenai beberapa prajurit dan hempasan angin ya menjatuhkan para pemanah yang anda di tembok dan terjun ke bawah.

__ADS_1


Javelin itu kembali lagi ke tangan pemiliknya,dan mereka tetap maju menuju benteng.


Prajurit yang mendorong catapult itu berhenti ketika mereka sudah begitu dekat dengan tembok,segera pedati itu mendekat dan mereka sudah siap melakukan serangan.


Batu besar diangkut dan dituangkan minyak,salah satu prajurit yang membawa orbit membakar minyak itu hingga menjadi batu api.


"Lepaskan!!"


Sembilan catapult itu melemparkan batu berapi,batu itu melambung tinggi dan jatuh di tembok benteng itu.


Pecahan batu yang membentur bagian atas tembok itu mengenai beberapa prajurit,mereka menyerang dengan catapult terus menerus.


Sementara semua prajurit berlari kencang menuju gerbang yang akan dihancurkan dengan batu api itu.


Semua pemanah dan pasukan Sky Hunter berhenti agak jauh dari gerbang,sedangkan semua Pasukan infantri dan menembak itu memasuki kota setelah gerbang itu hancur.


Mereka bertempur dalam benteng itu dengan klan Noskela yang kebingungan.


Pemimpin semua Pasukan di benteng itu pun berteriak menyemangati prajurit sambil memberi mereka arahan.


"Prajurit Noskela yang berani,mereka dari Svardia akan menyerang kita,mereka mengkhianati perjanjian damai,maka bunuh mereka!"


Semua prajurit Noskela itu semakin teratur setelah kepanikan karena kebingungan terhadap pasukan Svardia itu.


Pada akhirnya pasukan Noskela itu masih bertahan dari gempuran prajurit Svardia.


Pemimpin pasukan yang sigap itu segera menyuruh pasukan kavaleri melewati pintu rahasia untuk mengirim pesan sebelum musuh mengepung.


Dia pun terjun bersama bawahannya membantu menghadapi prajurit Svardia.


Sementara itu,ada sebuah kota yang ada di wilayah Noskela,di tembok kota itu para pemanah menunggu dan melihat barisan pasukan yang dipimpin oleh raja Dothrud.


Pasukan itu hanya diam dan mengatur donasi perisai dan membiarkan catapult maju terlebih dahulu.


Para pemanah dan penyihir do menara itu seketika menghancurkan beberapa Catapult yang maju.


Raja Dothrud pun memberi isyarat,terdapat satu prajurit pengawalnya yang memegang Ray Rod.


Prajurit itu mengeluarkan Ray Ball raksasa.


Semua prajurit panik dan berlindung sekaligus memperingatkan pasukan yang ada didekat tembok untuk menjauh.


"Tembakkan!" suruh raja Dothrud

__ADS_1


Ray Ball itu ditembakkan dan melaju ke depan dengan cepat,prajurit pengawal tadi sampai jatuh kebelakang karena daya dorong saat bola cahaya itu ditembakkan.


__ADS_2