Ambisi Besar Sang Raja Muda

Ambisi Besar Sang Raja Muda
Chapter 114:Pasukan Bayaran


__ADS_3

Wakil dewa yang mendengar perkataan dua orang itu,dia tersenyum dan memberi mereka bendera.


"Mulai sekarang kalian berdua adalah bangsawan dari kerajaan teokrasi Avelion"


Mereka berdua senang dan menunduk,dua orang itu berterima kasih pada wakil dewa itu


"Aku akan membangun ordo monasteri yang kalian inginkan"


Wakil dewa itu menyuruh mereka pulang dan memikirkan nama dan mendesain lambang ordo mereka.


Mereka berdua pulang kembali ke kota mereka,wakil dewa itu menarik nafas dan berkata "haah,tak kusangka aku akan termakan omonganku sendiri,sekarang aku harus bagaimana"


Seseorang kardinal disampingnya pun berkata "tuanku,jika mereka meminta penjelasan,naka jelaskan saja dengan jujur"


Wakil dewa itu pun mengangguk dan mulai tenang.


Kembali ke Strandborg,sekarang dia seorang mengumpulkan para pasukan bayaran untuk kepentingannya sendiri.


Sebelum dia menyewa banyak pasukan bayaran,dia mendapat surat misterius.


Di kertas itu tertulisjika dua penguasa kota itu hendak membelot,dan beralih untuk menyerahkan kesetiaan mereka pada kerajaan teokrasi Avelion.


Strandborg memberitahu sahabatnya Zelnoir dan Murtis, juga Alsena,keluarga Strandborg itu tahu jika mereka memberontak


Sebelum Strandborg mennterang dia menunggu semua Griffin Rider untuk dikumpulkan,le kota Alsena.


Strandborg juga memikirkan rencana soal barrier pelindung,dia berpikir keras dan memutuskan untuk memakai rencana licik.


Dia mengirim beberapa penyihir untuk pergi ke dua kota itu mereka menuju ke ruang bawah tanah untuk menyamar dan mengawasi disana selama beberapa hari.


Pasukan bayaran semuanya berada di pos pertahanan dekat kota yang dia tinggali sekarang.


Setelah kedua penguasa mahkota itu pulang,mereka dikirim surat kecil yang dikirim merpati oleh Strandborg.


Saat mereka membuka kertas itu dan terkejut mengetahui pembelotan mereka diketahui oleh Strandborg. Mereka menyiapkan prajurit di perbatasan kota mereka dan saling bertukar surat.


Mereka juga mengirim surat ke wakil dewa soal Strandborg dan ancamannya,mereka meminta bantuan kepada wakil dewa untuk masalah ini.


Langsung saja dua penguasa kota itu segera menyatukan diri dan menamai wilayah mereka dengan nama Estrandia.


Mereka juga menamai Ordo itu atas nama baru koalisi dua penguasa kota itu,mereka juga mendesain zirah Ordo mereka dalam masa isolasi diri karena ancaman penyerangan dari Strandborg.

__ADS_1


Mereka membuat satu zirah bergaya zirah kerajaan teokrasi dan di bagian dada itu terdapat lambang lingkaran berwarna kuning yang memiliki duri duri di tepinya.


Mereka memproduksi baju zirah itu,mereka membeli semua bahannya di kerajaan teokrasi.


Tak lupa pemasangan bendera di setiap sudut tembok kota.


Setelah melakukan banyak persiapan,mereka hanya diam dan menunggu bala bantuan dati ksatria teokrasi datang ke kota,


Sedangan Stranborg,mereka menyuruh banyak pasukan bayaran itu menyerang menuju ke dua  kota.


Prajurit besar itu berangkat ke dua kota itu,mereka adalah empat pasukan yang masing masing berjumlah seribu orang.


Berarti pasukan akan dibagi menjadi dua dan menyerang dua kota secara bersamaan.


Pasukan dari Estrandia pun sudah berangkat keluar dari kota dan menuju pasukan bayaran yang dalam perjalanan.


Mereka mengirim kavaleri dan pemanah untuk menahan mereka semua.


Pasukan bayaran itu dipimpin oleh yang cakap,seluruh pasukan bayaran yang paling cerdas itu diberi ilmi strategi setelah direkrut.


Namun pasukan kavaleri Estrandia tak kalah pintar,mereka mencoba mengirim kavaleri pengintai untuk melihat pasukan bayaran yang lewat.


Semua kavaleri itu bersembunyi di perbukitan bersama pemanah, mereka hendak menyerang mereka dengan serangan kejutan.


Mereka semua sudah siap di posisi mereka masing masing, pasukan kavaleri pengintai itu mengatakan bahwa pasukan bayaran itu dudah datang.


Mereka pun bersiap sedia,yang mereka lakukan sekarang adalah menunggu mereka datang.


Mereka melihat pasukan bayaran yang terdiri dari infantri dan pemanah,mereka juga punya beberapa penyihir diantara  mereka.


"Komandan,mereka memiliki penyihir juga" kata salah satu prajurit kavaleri.


Komandan itu hanya diam menunggu mereka melintas.


Setelah banyak dari mereka yang melintas,komandan itu memberi aba aba untuk menjatuhkan dua balok pohon di depan dan dibelakang pasukan itu.


Pergerakan pasukan bayaran itu berhenti dan menjadi waspada.


Seketika dari kanan dan kiri bukit itu,pasukan Estrandia menggelindingkan banyak batu dan membuat banyak dari mereka yang mati.


"Kavaleri!Seraaang!!!"

__ADS_1


Pasukan kavaleri menuruni bukit dan mengacungkan tombaknya,mereka menubruk dan menggempur pasukan itu.


Namun pasukan bayaran itu tak tinggal diam,banyak pria yang  bertubuh besar itu memenjatuhkan banyak prajurit Estrandia.


Mereka membantai pengendara kuda itu dengan ayunan kapak dan gada.


Kuda kuda itu dirampas oleh pasukan bayaran.


Sekarang pasukan kavaleri pun kembali ke atas bukit dan giliran para pemanah yang menghujani mereka anak panah.


Mereka terkena  banyak anak panah hingga mati bergelimpangan.


Mereka menghentikan pasukan itu,dengan menggempur lagi sembari bersorak dan membunuh penyihir dan pemanah musuh terlebih dahulu.


Mereka tahu jika dua ribu pasukan yang lainya masih bergerak menyerang kota kedua mereka.


Mereka mengambil banyak jarahan dari mayat mayat pasukan bayaran itu,mereka juga mengambil alih kuda mereka lagi dan beristirahat.


Komandan pemimpin itu mengirim pesan jika mereka berhasil menghentikan dua ribu pasukan di kota pertama.


Di suatu pos dekat kota kedua wilayah Estrandia,mereka sedang makansembari bergantian berjaga.


Di tembok batu yang lebih rendah dari tembok kota,ada beberapa prajurit yang melihat pasukan besar.


Mereka memberitahu komandan mereka dan bersiap siap untuk bertempur


Pasukan yang menginvasi kota telah tiba,mereka menyuruh semua pemanah untuk didepan.


Prajurit yang ada di tembok itu disuruh berlindung,begitu juga pasukan yang ada di bawah tembok.


"Awas!!!,panah apiii!!!"


Semua prajurit pemanah itu merunduk,dan semua orang masuk ke bangunan mereka.


Panah api itu memang tak bisa membakar,namun mereka ada banyak dan menancap di berbagai bangunan.


Pemanahpasukan bayaran itu memanasi kain berminyak yang diikat ke ujung anak panah itu,dan hal itu memberi kesempatan untuk pemanah di tembok membalas balik.


"Kalian semua bidiik!!"


"Lepaskaan"

__ADS_1


Hujan anak panah datang ke gerombolan pasukan bayaranitu,dengan cepat pasukan yang membawa perisai mengangkat perisainya membentuk atap.


Mereka juga berlari dan mengerumuni pemanah untuk melindungi mereka dengan atap perisai


__ADS_2