Ambisi Besar Sang Raja Muda

Ambisi Besar Sang Raja Muda
Chapter 112:Perjanjian Perdamaian


__ADS_3

Dothrud pun basa basi sebentar dan langsung ke intinya,dia menatap Fermund dan berkata "raja Fermund,sekarang aku disini dengan sepenuh hati ingin mengatakan perjanjian denganmu sekarang ini"


Fermund pun tersenyum dan ikut berbicara untuk menambahkan.


"Jika begitu lupakan masa lalu dan hidup dengan kedamaian tanpa ikut campur urusan negara lain"


Raja Dothrud itu tersenyum,lalu dia menatapnya kaisar,dan menawarkan perjanjian perdamaian.


"Kaisar,apa kau juga ingin membentuk perjanjian damai?,kalau ya maka kita akan berdamai selama integritas dan hubungan kita tidak hancur"


Raja Dothrud itu mengeluarkan papan kayu tipis yang diatasnya terdapat kertas perjanjian damai,para prajurit itu membacakanya pada Fermund dan Kaisar itu.


Setelah semua poin poin di perjanjian itu telah disebutkaan,mereka pun memberi dua kertasnyang sama pada Fermund dan Kaisar.


Fermund dan Kaisar yang membawa stempel itu menunggu lilin yang dilelehkan itu dituangkan di pojok bawah kanan kertas.


Setelah prajurit itu memberi lelehan lilin panas itu ke kertas,mereka menstempelnya dengan kuat kuat.


Setelah distempel,mereka mulai menaruh kembali stempel itu.


Dan sebelum mereka menuju aula King's Domain,mereka bicara tentang perjanjian khusus atau permintaan dan saran yang bisa disampaikan.


Dothrud pun bertanya pada Fermund terlebih dahulu.


"Raja Fermund,apa kau punya sesuatu yang bisa disampaikan padaku sebagai saran atau permintaan?"


"Tidak ada,aku tidak perlu itu semua,yang aku perlu hanyalah niat dan kesungguhan anda raja Dothrud"


Mendengar perkataan Fermund,Dothrud tersenyum dan merasa bangga mendapat hormat dari Fermund.


"Lalu anda Kaisar,apa ada yang bisa disampaikan untukku?"


"Raja Dothrud,kudengar kau sedang meningkatkan militermu,itu juga sama dengan yang aku lakukan,bagaimana jika kita melakukan latihan gabungan"


Fermund tersenyum lebar dan memegang janggutnya,dia sangat heran kenapa kaisar selalu ingin meningkatkan kemiliteranya dan tak fokus ke hal lain.


Dothrud pun menyetujuinya,mereka membuat perencanaan dan terkadang Fermund memberi mereka saran.

__ADS_1


Setelah perencanaan itu disepakati,kini giliran raja Dothrud yang ingin mengutarakan permintaannya pada mereka berdua.


"Raja Fermund dan kaisar Ganelon,aku ingin membentuk hubungan dagang dengan anda berdua,dan aku harap,kalian setuju"


Fermund dan Kaisar itu menyetujuinya,apalagi Fermund yang ahli dalam perekonomian merencanakan segalanya.


"Tuan tuan,sebelum kita ngadakan hubungan dagang,pertama tama bentuk jalur distribusi yang memadai" saran Fermund


"Lalu kalian tahu tentang permintaan dan suplai bukan,barang yang mudah dijumpai akan memiliki harga nurah,dan barang yang langka akan memiliki harga yang mahal"


"Namun ada beberapa barang yang harga danĀ  ilainya tinggi karena butuh usaha keras untuk memproduksi,ataupun bahan dan komposisinya yang langka"


"Lalu ada barang pokok dan non pokok,juga ada barabg konsumsi dan benda yang dijual berrdasarkan kelangkaan"


Fermund memberitahu semua tentang ilmu ekonomi yang dia tahu,raja Dothrud dan kaisar itu terkagum atas wawasan Fermund.


Namun Fermund pun tak berhenti bicara dan baru berhenti beberapa saatseteeelah tenggorokanyq kering.


Mereka semuamya pun mencapai persetujuan dalam kerjasama,mereka mendiskusikan dan memutuskan banyak hal.


Raja Dothrud mengajak mereka ke aula setelah pembicaraan serius itu,mereka akan meresmikanya disana dan mereka akan berpesta.


Saat mereka mendekati aula,prajurit penjaga yang ada di aula itu membukakan pintu,dan tiga penguasa itu masuk kedalam.


Fermund dan Kaisar itu melihat keluarga mereka sedang berbincang bincang dengan ratu dari King's Domain.


Tiga Penguasa itu berjalan saat semua bangsawan yang ada di ruangan itu memberi jalan.


Mereka menaiki empat anak tangga yang tak terlalu tinggi lalu menghadap ke kerumunan itu.


Mereka berdiri di tempat yang agak tinggi di aula itu,dan Raja Dothrud pun berkata pada seluruh bangsawanya.


"Semua orang yang hadir disini,kami telah berbicara banyak dan memutuskan banyak kesepakatan"


"Mulai sekarang kita harus melupakan masa lalu,dan menyambut kehidupan yang tenang,karena kami sudah meresmikan perjanjian perdamaian antara dua kerajaan dan kekaisaran."


Raja Dothrud memintanFermund dan Kaisar itu menunjukkan kertas yang distempel itu.

__ADS_1


Semua orang disitu memuji tiga penguasa itu dan mereka mulai melanjutkan pestanya lagi.


Beralih ke kerajaan teokrasi Avelion,di biara besar dewa pengetahuan Torchela,sang wakil dewa sedang berdoa di altar.


Di depan altar itu terdapat patung raksasa yang berwujud pria yang memakai jubah sarjana dan memegang pena dan buku.


Seorang pria ksatria berziarah putih yang terdapat lambang matahari emas Di dadanya menuju wakil dewa itu.


"Sang wakil dewa,tiga negara sudah mencapai satu keputusan untuk berdamai"


Wakil dewa itu mundur dari altar itu dan berbalik ke ksatria tadi,lalu dia menghirup dan mebuang nafas.


"Di benua kita yang luas ini,situasi sudah jauh berbeda,banyaknya negri yang bangkit,negri yang hancur,dan negeri baru"


Pria itu maju lebih dekat lagi dan berkata "satu negara kecil diambang kehancuran dan mungkin akan dianeksasi,sehingga hanya menyisakan empat negara besar yang bertahan"


Wakil dewa itu pun tersenyum dan berkata "aku tahu maksudmu tuan Hertid dari paladin suci,kau sedang membahas kerajaan Svardia"


"Dan..,si raja penakluk itu,dia telah meluaskan wilayahnya hingga membuat benua jauh berbeda dari yang dulu"


Wakil dewa itu berjalan,dan ksatria itu berjalan mengikutinya dibelakang,mereka meninggalkan ruangan dewa itu dan berjalan menuju ke suatu ruangan.


Mereka duduk dan wakil dewa itu meminta ksatria paladin suci itu memberitahunya informasi.


Ksatria itu pun menjelaskan informasi tentang perjanjian damai tiga negara,dan keterpurukan persatuan negara kota.


"Kehidupan dunia luar sangatlah keras,dan baguslah aku memilih untuk menjadi wakil dewa yang menjaga biara beaar dan seluruh kuil dewa pengetahuan" kata wakil dewa itu bersyukur


"Wakil dewa,mungkinsaja selama tiga negara itu berdamai tak akan ada lagi perang dan invasi" kata ksatria itu


"Aku berharap jika itu terjadi saat ini juga,namun di masa depan perjanjian bisa rusak dan peperangan kembali terjadi lagi" balas wakil dewa itu


"Lalu apa kita akan mengambil tindakan setelah kita netral selama puluhan tahun?"


Wakil dewa itu pun mengangguk,dan ksatria itu terkejut.


Wakil dewa itu pun berdiri dan berkata "Aku akan mengirim utusan ke tiga kerajaan itu untuk membentuk sebuah aliansi yang mencegah peperangan terjadi lagi"

__ADS_1


"Aku akan mendukung anda tuan,tapi bagaimana jika ada yang menolak?,bagaimana jika Fermund itu menolak?"


Mendengar pertanyaan ksatria itu,wakil dewa itu berkata "Jika begitu kita beri dia keuntungan yang membuatnya setuju"


__ADS_2