Ambisi Besar Sang Raja Muda

Ambisi Besar Sang Raja Muda
Chapter 69:Kerjasama Tim


__ADS_3

Semua mata mata wanita menuju istana dengan menghilangkan aura keberadaan mereka,mereka terbang meloncat tinggi melewati pagar besi.


Mereka menuju asrama maid istana,dimana semua maid berada,mereka berencana mencari kepala maid untuk menjadi maid istana.


Tujuh orang wanita itu bergerombol menuju wanita yang berumur tiga puluh tahunan.


Wanita itu melihat tujuh mata mata yang sedang menyamar jadi petanindan gadis peternakan.


"Siapa kalian,katakan urusan kalian"


Salah satu diantara tujuh orang itu maju kedepan dan berkata  "kami disini untuk menjadi maid"


Kepala maid itu percaya begitu saja,mereka diantar ke gudsng penyimpansn,disana terdapat kotak kayu berisi seragam maid yang dilipat rapi dan ditumpuk.


Mereka segera mengambil seragam dan menuju ke suatu tempat untuk mengganti baju dan mengenakan seragam maid.


"Cepat kenakan seragamnya dan kita akan segera memeriksa kualifikasimu sebagai maid istana" kata kepala pelayan


Kepala pelayan itu ingin mengetahui kualifikasi tujuh mata mata itu,jadi mereka disuruh melakukan pekerjaan mulai dari mencuci dan menjamur,membersihkan ruangan dan juga memasak.


Setelah beberapa mereka melakukan hal yang diperintahkan,mereka semuanya lulus,yang pandai memasak diposisikan di dapur istana,lalu sisanya disebar di berbagai ruangan.


Mereka terbagi dua,tiga maid diletakkan didapur dan empat lainya menyebar.


Mereka memperkenalkan diri mereka ke maid yang lain,dan empat orang mata mata itu ikut bersama tiga maid untuk membersihkan kamar untuk tamu.


Merek mengambil sapu dan lap untuk membersihkan kamar sambil berbicara dan bercanda.


Seseorang dari tiga maid senior itu tiba tiba bergosip sambil mengelap meja.


"Apa kalian tahu tentang rencana penguasa kota kita,dia berkata untuk menyatukan negara kota,di berbagai wilayah,tersebar banyak sekali prajurit yang sedang dilatih"


Empat mata mata itu hanya mendengar sambil membersihkan ruangan itu.


"Aku pikir dia sama saja dengan dua raja mengecewakan dari kerajaan Valmurg"

__ADS_1


"Sstt,kecilkan suaramu,apa kau ingin dipenggal,jika ingin mati jangan bawa aku juga" kata maid yang terkejut mendengar apa yang dikatakan temanya.


Tiga maid itu hanya melihat empat mata mata sibuk dengan pekerjaanya,tiga orang itu menatap semua mata mata itu.


Empag mata mata itu berhenti bekerja dan balik menatap tiga maid itu


"Kenapa kalian melihat kami" kata salah satu mata mata itu.


Tiga maid itu tersenyum dan salah satu maid itu berkata "kalian sangat rajin,setelah oekerjaan ini selesai mari kita berbicara bersama"


Beralih ke tiga belas mata mata pria,mereka menyebar di seluruh kerumunan dengan berharap mendengar sesuatu yang berguna dari gosip yang dikatakan oleh penduduk kota.


Mereka mencari kerumunan penduduk kota atau tempat untuk bersantai di mana ada banyak orang berkumpul, mereka diganti sana dan mendengarkan jangan atau informasi yang sistem dibahas oleh penduduk kota.


Ada beberapa mata mata yang berkeliling melihat lihat kota untuk mengetahui tata letak dan mengetahui beberapa wilayah di ibukota.


Dengan sihir levitasi dan teknik bayangan,mereka menuju tempat tinggi atau menara.


Mereka melihat pemandangan kota dari pucuk menara dan mencoba melakukan pemetaan kota.


Saat malam tiba,mereka berkumpul di gang buntu,mereka mengatakan informasi yang mereka dapat.


Namun saat semua informasi itu sudah dirangkum,sepertinya mereka hanya mengetahui sedikit informasi saja,mereka harus berusaha lebih baik untuk memata matai musuh.


Salah satu pria maju dan mengungkapkan idenya.


"Kalian semua,aku punya ide bagaimana jika semua pria di tim ini menyusup ke gudang persenjataan istana untuk mencuri baju zirah untuk menyamar menjadi prajurit"


"Itu ide bagus,tapi bagaimana kami bisa mengenali kalian jika kalian memakai helm" kata wanita yang menyamar jadi maid


Pria itu berpikir,setelah mondar mandir,dia teripikirkan suatu hal


"Bagaimana dengan mengetuk helm,jika kita bertemu prajurit maka ketuk helm,bila prajurit itu tak membalas dengan mengetuk helm,maka dia bukan anggota tim kita"


"Lalu bagaimana dengan kami yang menyamar jadi maid"

__ADS_1


Pria itu tersenyum dan berkata "ya kalian bisa mengetuk kepala kalian,apa susahnya"


Ketua tim itu setuju dan memberitahukan mereka jika mereka saling bertemu mereka harus mengetuk helm untuk memberitahu teman satu tim.


Semua pria setuju dengan ide itu,tak ada seseorang dari duapuluh orang itu menyanggah ide itu karena terlalu beresiko.


Mereka semua memang orang orang yang menantang maut,tujuh wanita mata mata itu kembali ke asrama pelayan mereka dan tigabelas pria itu mulai menyusup.


Menggunakan teknik bayangan yang dikombinasikan dengan sihur levitasi,melompati tembok dan bergerak tanpa suara.


Mereka membuat pingsan semua penjaga dan membuka gembok dari kunci yang dipegang oleh salah satu penjaga itu.


Mereka memasuki gudang persenjataan dan berusaha dengan keras mengambil baju zirah tanpa adanya suara dari beberapa lempengan besi yang berbenturan.


"Kalian semua ambil baju zirahnya dengan pelan dan perlahan" suruh ketua tim


Tak lupa juga mereka mengambil tombak dan perisai,setelah mengunci gembok dan menaruhnya di sabuk penjaga,mereka pergi ke suatu tempat sepi yang tersembunyi


Setelah mereka menemukan tempat seperti itu,langsung saja tiga belas orang itu memakai baju zirah,suara dari pemasangan baju zirah itu membuat seorang prajurit menuju ke sumber suara.


Saat prajurit itu mulai mendekati mereka,prajurit ltu marah melihat tiga belas prajurit yang berkumpul disuatu tempat.


Untung saja tiga belas pria mata mata itu berhasil memakai baju zirah,mereka hampir ketahuan,mereka pun menyebar ke berbagai tempat di istana dan melihat lihat sambil memahami semua tata letak tentunya.


Mereka juga mencoba untuk mengetahui beberapa area di istana,dan mereka semua hanya berjaga dan berpatroli di istana,bukan didalam istana.


Di pagi hari,maid yang menyamar mata mata disuruh untuk menyajikan makanan,dan ada beberapa mata mata yang menyamar menjadi prajurit berada di ruang makan.


Lima orang prajurit yang mana mereka adalah mata mata bersama lima orang prajurit penjaga berbaris agak jauh dari meja makan dan berdiri.


Saat lima irang mata mata itu bertemu,seorang mata mata mengetuk helmnya,ada empat orang yang mengetuk helmnya.


Mereka kaget saat pintu terbuka,mereka mencoba menenangkan diri mereka agar tidak tegang,mereka melihat penguasa kota bersama wanita yang diketahui bahwa dia adalah ibunya.


Rupanya bukan cuma dua orang itu saja yang datang,terdapat dua pria memakai baju zirah,satunya botak dan satunya lagi gondrong.

__ADS_1


Mereka duduk dan makan bersama.


__ADS_2