Ambisi Besar Sang Raja Muda

Ambisi Besar Sang Raja Muda
Chapter 107:Pengungsi


__ADS_3

Fermund masih dalam keadaan terkejut,Fermund menarik nafas dan mengeluarkannya.


Dia menuju ruang kerjanya dan menulis surat balasan ke Raja Dothrud,dia menulis banyak sekali kata.


Fermund menstenpel surat itu dengan segel lilin cair lalu menyuruh utusan untuk mengirimnya.


Setelah itu dia mengumpulkan seluruh keluarga.ya dan memberi mereka berita kemenangan atas kota Rovalor.


Mereka semua berkumpul di ruang keluarga dan Fermund segera mengatakan informasinya.


"Kalian semua,ada berita mengejutkan yang aku terima"


"Ada berita apa itu suamiku?" Tanya Edwina.


Ada berita jika kota Rovalor telah ditaklukkan"


Semua orang yang mendengarnya terkejut,mereka menanyakan kebenaranya.


"apa benar itu kakak?"


Kata Felis sambil mendekati kakaknya.


"Itu benar,mereka menyerang kota Rovalor berdasarkan strategi,dan mereka berhasil"


Mereka semua tak bisa membayangkan jika mereka bisa melihat sejarah yang berubah.


"Sekarang kota Rovalor akan menjadi kekuasaan King's Domain"


Mendengar kata Fermund,mereka semua berpikir jika kakak mereka sedang membuka kesempatan untuk orang lain.


"Apa ada lagi informasi yang lain?" Tanya Rulker


Fermund menghela nafas dan berkata "sayangnya semua penduduk kota,karen evakuasi"


Semua orang bahagia jika rakyat sipil tak terdapat korban,namun mereka menyayangkan hal itu, karena perekonomian tidak aman berjalan dengan baik.


"Dan Strandborg itu,keberadaannya tak diketahui"


Mereka semua tahu jika Fermund ingin sekali menangkap Strandborg untuk balas dendam yang mengakhiri permusuhan mereka.


"Jika begitu kita akan mencarinya,serahkan padaku sepupu"


Fermund pun tersenyum ke sepupunya,dia meminum teh dan berpikir bagaimana semua orang itu kembali ke kota.


Dan sepertinya kelicikan Fermund akan digunakan lagi,dia harus memikirkan suatu cara.

__ADS_1


Fermund pun meminta untuk sendirian kepada keluarganya dan mulai berpikir.


Dia mengirim surat lagi kepada asosiasi burung hantu untuk menemukan  keberadaan dari musuhnya yakni Strandborg.


Prajurit itu mengambil surat yang diberikan oleh Fermund lalu pergi.


Beralih ke raja Dothrud,sekarang dia sedang sibuk mengurus kota yang baru saja dia lakukan,mereka sangat sibuk dan harus mengerjakan pekerjaan ganda.


Karena pekerjaan mereka di klan Gothwand belum selesai.


Raja itu ingin sekali melihat kota Rovalor,dia akan mengajak Fermund untuk berangkat ke kota saat semua tugasnya selesai.


"Banyak sekali kertas ini,sampai kapan aku harus mengerjakan ini"


Semua orang yang membantu tugasnya pun merasakan hal yang sama


Saat sibuk menyelesaikan pekerjaannya,pangeran itu datang,dia menunduk pada ayahnya dan mendekat.


"Ooh putraku,apa audah waktunya untuk dirimu berangkat?" Tanya Dothrud


Pangeran itu mengangguk.dan berkata "Benar ayah,aku akan pergi belajar di kerajaan teokrasi Avelion,guruku sudah menunggu disana"


"Kalau begitu berangkatlah dan belajar dengan giat"


Pangeran itu hanya menunduk mendengar semua yang ayahnya katakan,dia berpelukan dengan ayahnya.


Dothrud pun malu,dia malu bukan karena di puji oleh putranya,namun dia malu karena dia menang denganmenggunakan strategi milik orang lain.


Pangeran itu melambai ke ayahnya dan menutup pintu,raja itu pun kembali ke meja kerjanya dan menyelesaikan tugasnya.


Setelah beberapa kali raja Dothrud menyelesaikan beberapa,pasti terdapat kertas baru yang datang.


Pembantu pekerjaannya pun melihat wajah rajanya dan berkata "tetaplah berjuang yang mulia"


Beralih ke kamp pengungsian,mereka para penduduk diberi makan oleh Alsena dua kali setiap hari.


Mereka makan pada saat siang dan juga saat malam.


Penduduk pta itu mulai hidup terbiasa sebagai pengungsi,mereka pun sepertinya ingin hidup seperti ini terus menerus.


Namun ada seorang pria bersama kelompoknya yang berisi laki laki muda sedang mengemasi barang barangnya.


Pria itu mengumpulkan mereka di waktu pagi pagi sekali,dia berdiri diatas batu dan sepertinya dia ingin mengadakan sesuatu.


"Penduduk kota,keluarlah dan dengar perkataanku!!"

__ADS_1


Semua orang berkerumun ke pria itu yang berdiri diatas batu,di belakang pria itu terdapat kelompoknya yang melihat kerumunan itu.


"Apa kalian ingin terus terusan berada disini dan mengandalkan sumbangan dari orang orang!!,apa kalian sudah menikmati kehidupan seperti ini?!!"


Semua orang itu hanya diam dan melihat pria itu.


"Kembalilah ke rumah kalian di kota,disanalah tempat kalian semua berada,mereka pasti akan menerima kita kembali karena mereka butuh kita!!"


"Apa maksudmu itu?" Tanya seorang wanita


"Jika kota kita tak ada orang,maka kota itu akan menjadinkota miskin dan bangkrut yang perekonomiannya lemah"


"jika kalian pulang kesana dan kembali manjalani kehidupan,pasti kerajaan kita akan lebih makmur" jawab pria itu


Semua pria itu meneriakinya sembari curiga pada pria itu


"Bagaimana kau tahu hal itu?!"


"Apa mungkin dia penghianat yang bekerja sama dengan musuh"


"Dia hanya orang biasa,yang tak berguna,mana bisa dia melakukan penghianatan,apalagi meyakinkan musuh"


Pria itu menatik nafas panjang dan mengeluarkanya,dia tampat sedikit marah melihat orang orang didepanya.


Ketika Pria itu muak melihat mereka semua dia tak sadar menggumamkan sesuatu.


"Dasar orang bodoh yang pemalas"


Pria itu punmeyakinlan.merela untuk terakhir kalinya.


"Aku hanya ingin kalian kembali ke kampung halaman kalian dan menjalani kehidupan seperti biasanya"


"Dan apa kalian tak berpikir jika semua rumah dan bangunan yang kalian tinggalkan akan menjadi kotor dan terbengkalai"


"Semua bangunan itu akan dipenuhi rerumputan dan kampung halaman kalian akan jadi kota mati,atau sebaliknya,mungkin kota itu akan dipenuhi banyak imigran yang akan mengambil alih rumah kalian.


Pria itu pergi dengan muda yang mereka beli dati seseorang,kelompok berjumlah duabelas orang itu pun pergi dengan membawa senjata untuk melindungi diri mereka.


Semua orang itu hanya melihat mereka dan kembali tidur di tenda mereka.


Mereka semua tak perduli lagi dengan pria itu dan malas malasan di tenda mereka.


Sedangkan Strandborg juga terlihat malas malasan dengan membaca banyak buku di perpustakaan kecil di mansion Alsena.


Setelah lama membaca buku,dia pun memutuskan untuk menulis surat pengunduran dirinya sebagai pemimpin persatuan kota Rovalia.

__ADS_1


Dan Strandborg mengadakan pemilihan pemimpin yang baru dengan cara adil yang baru saja dia pikirkan.


Lima surat dia tulisan dibagian ke semua penguasa kota untuk mengikuti cara ini jika mereka ingin jadi pemimpin.


__ADS_2