
Para utusan itu melanjutkan perjalanan dari kota pelabuhan setelah berlayar berjudul lama, bolehkah tak butuh waktu lama untuk sampai di ibukota, mereka langsung saja menuju ke istana untuk bertemu Fermund.
Semua rakyat yang melihat utusan beserta pengawal yang berjalan dikeramaian,saat rakyat melihat jubah putih dengan simbol cahaya yang berwarna emas,mereka bisa mengetahui bahwa mereka berasal dari kuil besar dewa Oreneia.
Semua rakyat disana menghormati mereka,sudah jadi kebiasaan jika rakyat menghormati orang yang berasal dari kuil besar.
Mereka terus berjalan menuju istana,saat mereka melihat istana didepan mereka,langsung saja para prajurit penjaga menyambut dan mengatakan tujuan kedatangan mereka dengan sopan.
"Anda semua berasal dari kuil besar,apa anda ingin bertemu dengan yang mulia Fermund?" Tanya penjaga itu
"Benar,kami ingin bertemu calon raja" jawab utusan itu
Utusan dan pengawalnya diantar memasuki istana,mereka akan dibawa ke ruang tahta untuk bertemu Fermund.
Sementara itu Fermund yang masih sibuk dengan pekerjaanya,Feona mendatanginya dan mengatakan utusan sudah datang.
Fermund bergegas menuju ruang tahta,dia harus datang terlebih dahulu di ruang tahta,setelah ia berjalan cepat ia sudah sampai di depan pintu besar ruang tahta.
Fermund membuka pintunya dengan perlahan dan disana hanya ada Felis bersama kakek butler.
Dua orang itu menoleh ke arah pintu,pembicaraan pun terhenti dan kakek butler itu menunduk dan memberi salam.
"Salam yang mulia"
"Hmm,ya" jawab Fermund
"Kudengar dari Feona,utusanya sudah datang,jadi kakak harus datang lebih dulu bukan,akan aneh jika raja datang setelah utusan yang datang terlebih dulu" kata Felis menyindir
"Benar sekali,sekarang aku tinggal duduk dan menunggu utusan itu kemari"
__ADS_1
Fermund duduk di singgasananya,di sisi kirinya terdapat Felis dan Kakek butler itu,mereka menunggu utusan itu tiba sebentar lagi.
Suara pintu terbuka mengejutkan mereka berdua,dan tak disangka,utusan itu datang bersama Feona.
"Kerja bagus adikku,kau mengantar utusan dari pendeta agung"
Feona tersenyum dan mendekat ke sisi kanan singgasana.
"Pangeran Fermund,anda sudah membuat pendeta agung kami menunggu agar semua masalah di kerajaan tuntas semuanya,sekarang karena semuanya sudah tuntas segeralah pergi ke kuil besar dewa cahaya"
"Aku bisa pergi sekarang juga jika kalian tak ingin menunggu lebih lama lagi" kata Fermund
Utusan itu terdiam sebentar dan memberi Fermund untuk bersiap siap.
"Jika ingin pergi sekarang,maka seharusnya anda bersiap siap sekarang"
Felis dan Feona cuma bisa menerima semua yang kakak mereka perintahkan,dan sekarang Fermund pergi bersama utusan itu ke selatan.
Seperti biasa saat Fermund ingin melakukan perjalanan,dia selalu berada di kereta kuda,setelah ia masuk ke kereta kuda,mulailah perjalanan dari ibukota ke kota Nostmir,tempat kuil besar dewa cahaya Oreneia berada.
Fermund hanya dikawal oleh tiga butler assassin yang terkuat,mereka adalah telur emas kakek butler itu.
Mereka menuju kota Sirnest lagi,dan saat memasuki kota itu,mereka dihampiri oleh seorang memakai jas bersama dengan puluhan prajurit menunggu di gerbang.
Penguasa kota itu ternyata datang langsung untuk menemui raja,dia memberi hormat kepada raja dan menyediakan kapal untuk pergi ke kota pelabuhan di selatan,penguasa kota itu tahu jika utusan kuil besar melewati wilayahnya menuju ibukota mengantar Fermund untuk ke kuil besar.
Fermund dan utusanya disambut denhan ramah oleh penguasa kota di pangkalan militer.
"Yang mulia,saya berinisiatif untuk menyediakan kapal militer dengan penuh penhawalan untuk mengantar anda je kota Nostmir"
__ADS_1
"Terima kasih,aku belum tahu namamu,beritahu aku namamu?" Namaku adalah Bensfreed yang mulia.
"Kalau begitu,saat semua pasukan elitku sudah terbentuk sepenuhnya,aku akan mengirimkan semua Typhoon Javeliner ke seluruh pangkalan militer termasuk pangkalan militer ini"
Bensfreed langsung menunduk dan tersenyum bahagia,ia mempersilahkan mereka semua untuk masuk kapal dan memulai perjalanan tanpa menunggu lagi.
Mereka menaiki kapal militer yang besar,terlihat oleh Fermund,lambung kapal yang kuat,dan terdapat lapisan besi yang ada di pinggir kanan dan kiri geladak bagian tengah,dan dibagian iyu ditambahkan beberapa perisai yang tersusun erat,sepertinya itu tempat untuk para Javeliners disaat pertempuran di laut.
Jangkar pun di angkat,dan layar yang terikat diturunkan,dengan angin yang bagus,kapal itu berlayar meninggalkan dermaga dengan kecepatan penuh.
Perjalanan kapal sangat lambat meskipun dalam kecepatan penuh,mungkin mereka akan sampai di kota pelabuhan saat menjelang malam.
Ternyata yang Fermund duga benar benar terjadi,langit telah berwarna jingga,namun mereka masih di tengah lautan,ia dan lima orang dari kuil itu masuk ke geladak lapisan kedua.
Matahari pun sudah terbenam,semua lentera telah dinyalakan,Fermund bersama lima orang utusan itu makan bersama kapten di ruang kapten,sedangkan tiga butler assassin itu berjaga di pintu ruang kapten
Setelah makan bersama itu usai,seorang awak yang memantau di tiang kapal melihat daratan yang bercahaya.
Semua awak kapal berkumpul di haluan dan melihat kota pelabuhan,mereka sampai di kota pelabuhan itu sesuai petunjuk.
Kapal itu menuju dermaga yang kosong dan menurunkan jangkar,mereka melihat gemerlap kota pelabuhan dengan cahaya penerangan yang menyinari kota.
Kapal militer itu menarik perhatian semua orang yang ada di pelabuhan,dan saat calon raja mereka melambai dan bersamanya,lima orang dari kuil besar dewa cahaya,mereka langsung tahu jika pemberkatan di kota Nostmir akan segera dilaksanakan.
Dari kerumunan yang melihat calon raja itu,prajurit datang mendekati kapal itu,ia menawarkan untuk tinggal dan beristirahat di mansion penguasa kota dan melanjutkan perjalanan besok.
Fermund langsung menyetujuinya,ia bersama lima orang utusan itu dikawal untuk pergi ke mansion penguasa kota.
Setelah sampai,penguasa kota itu menyambut mereka dengan jamuan di ruang makan,meskipun mereka telah mengisi perut mereka saat di kapal,tapi mereka tak bisa menolak permintaan itu,Fermund dan lima orang utusan itu menuruti penguasa kota itu dan memakan makanan yang tersaji.
__ADS_1