Ambisi Besar Sang Raja Muda

Ambisi Besar Sang Raja Muda
Chapter 88:Sebelum Pertempuran di Laut


__ADS_3

Ruker melihat pasukan dari dua klan itu mundur ke kemah mereka,dari jauh bisa dilihat jika mereka memiliki logistik dan pasukan yang banyak.


Sedangkan untuk sekarang pasukan di kota Rulker tidak ada yang meninggal,hanya beberapa orang yang mengalami luka.


Prajurit yang terluka  ditarik mundur ke belakang,sedangkan semua prajurit bergantian berjaga.


Sky Hunter menawarkan pada pasukan garnisun untuk lebih dulu berjaga.


Sekarang,Rulker,Klenberg dan peguasa kota Selbern bersama sama menuju mansion penguasa kota untuk makan malam,mereka membahas stratergi yang akan digunakan untuk bertahan di peperangan.


Klenberg memberitahu Rulker untuk mengurim surat pada penguasa kota pelabuhan.


"Pesan seperti apa yang ingin anda kirimkan pada penguasankota pelabuhan?" Tanya Rulker


"Perintahkan tiga ratus ratus prajurit untuk membantu kita,memukul mundur musuh sampai ke perbatasan"


Rulker pun mengangguk dan mengingatnya,dia pun menulis permintaan bala bantuan itu besok pagi.


Tanpa diduga,sepanjang malam tak ada sama sekali gangguan atau serangan dari pihak musuh yang berkemah tak jauh dari kota itu.


Sehingga mereka bisa tidur dengan tenang dan berjaga dengan lebih waspada.


Pagi hari sudah tiba,pasukan musuh berbaris lagi,Rulker mengirimkan surat itu dengan merpati menuju ke kota pelabuhan.


Segera saja pasukan Sky Hunter bersiap,dan penombak dibelakang juga sudah bersiap.


Kini pasukan Typhoon Javeliner siap memgambil ancang ancang untuk menyerang,merela akan menahan musuh sekuat mungkin,mereka juga khawatir jika musuh punya strategi bagus.


Pagi hari penaklukan itu dimulai,mereka berencana menghancurkan tembok dengan sihir api.


Rulker panik saat melihat penyihir api datang dengan medekati tembok dengan sihir barrier,merek mengeluarkan bola api besar didalam barrier yang mereka bentuk.


Pasukan infantri menggunakan Ray Rod lagi,namun Klenberg bukan orang bodoh,dia melindungi infantri dari pasukan pemanah musuh dengan perisai para penombak itu.

__ADS_1


Jika pasukan pengguna Ray Rod jatuh,musuh akan mengambil alat sihir itu,pada akhirnya mereka bisa mengembangkan senjata itu.


Ray Ball seukuran kepala manusia dikeluarkan dari tongkat itu secara beruntun ke para penyihir  yang berusaha menyerang tembok itu.


Tanah didekat tembok itu membentuk cekungan besar bercampur dari mayat prajurit 8yang gosong.


Para pasukan dari dua klan itu makin tangguh ketika mereka melesatkan panah api di dekat tembok kota,anak panah berapi yang dilesatkan itu mengenai perisai yang dibawa oleh penombak.


Perisai yang dipegang penombak itu mulai panas dan gosong karena ditancapi banyak anak panah menjadi seperti landak.


Pasukan musuh menaruh tangga tinggi di tembok kota,dan para penombak yang perisainya rusak,membuangnya kebawah atau sengaja dilemparkan ke kerumunan prajurit yang mendekati tembok.


Thunder Archer memanahi gerombolan prajurit yang ada di bawah dan mengubah anak panah itu menjadi ranjau.


Prajurit musuh yang menyentuh anak panah petir itu segera tersetrum,dan orang orang didekatnya juga ikut tersetrum.


Tak punya pilihan dua pemimpin prajurit itu mengeluarkan Trebuchet,dia baru mengeluarkanya sekarang karena takut dirusak oleh senjata elwmental Sky Hunter.


Lima trebuchet dioperasikan,batu besar yang diluncurkan itu mengenai tembok dan bangunan tinggi di dalam tembok.


Tapi sebelum mereka melempar javelin itu,dari sisi kanan muncul bola cahaya ya g menghancurkan Trebuchet musuh,semua pasukan di perkemahan itu kocar kacir melarikan diri,semua pandangan semua prajurit yang bertarung teralih sebentar,pasukan Svardia itu bersorak karena melihat bala bantuan sudah tiba.


"Bala bantuan sudah tiba!!,bunuh mereka semua!!"


Pasukan musuh yang ada di benteng terpukul mundur,ada banyak diantara mereka yang turun kebawah dan membuka gerbang untuk kabur.


Tapi semua tindakan mereka percuma,semuanya dieliminasi,begitu pula di perkemahan itu,semua prajurit musuh bertarung dengan pasukan bala bsntuan yang melakukan serangan kejutan.


"Yeaaah!!!"


Para prajurit garnisun kota bersorak kepada pasukan bala bantuan yang menggempur musuh,pasukan besar itu kabur meninggalkan perkemahan dan barang barang mereka.


Seseorang dari pasukan bala bantuan itu menancapkan bendera Svardia di tengah tengah perkemahan itu.

__ADS_1


Peperangan sudah berakhir sepenuhnya,Rulker dan Selbern berpelukan sambil tertawa,sedangkan Klenberg berteriak keras dengan keadaanya yang bersimbah darah.


Semua yang terluka dibawa ke tenda pengobatan,dan semua jarahan dihitung dan disimpan.


Dan saat di penyimpanan besar di mansion penguasa kota,mereka bertemu dan berkenalan.


Rulker mulai memperkenalkan dirinya kepada pemimpin pasukan bala bantuan "Halo tuan,namaku Rulker dan disebelahku ada tuan Selbern sang penguasa kota dan aku tak perlu mengenalkan tuan Klenberg lagi pada anda"


Pemimpin pasukan bala bantuan itu hanya menunduk dan senyum,dia berkata "namaku Etrus,aku sudah mendengar informasinya,jadi aku bersama lima ratus prajurit telah datang"


Mereka pun menyambut semua pasukan dari bala bantuan dan mengadakan jamuan setelah mandi dan membalut luka mereka.


Sementara itu,pada akhirnya semua kapal berkumpul di kota pelabuhan wilayah Bleisenerg,semua orang terkagum dengan banyaknya kapal itu,mereka pun mulai memandang kerajaan Svardia sebagai sekutu yang kuat dan hebat bagi wilayah Bleisenerg yang selalu diserang oleh musuh.


Satu kapal bendera yang terdapat laksamana Beryton dan tiga kapal yang dipimpin oleh tiga komodor,dengan 505 kapal,mereka siap menaklukkan sebuah pelabuhan ataupun bertempur di tengah lautan.


Mereka mulai berlayar dengan kapal besar di tengah dan kapal berukuran sedang di kiri dan dikanan.


Mereka berlayar agak jauh dari pesisir,semua bendera Svardia dikibarkan di tiang kapal.


Ada juga satu orang di bagian belakang kapal benders yang memegang dua bendera kecil untuk melakukan gerakan yang menjadi kode semaphore untuk memberitahu perintah dari laksamana untuk semua kapal.


Semua prajurit Typhoon Javeliner sudah bersiap di sisi kanan dan kiri kapal.


Fermund sudah menambahkan empat orang penguna Ray Rod, masing masing dua orang di sisi kanan dan kiri kapal.


Semua kapal laut dari kerajaan Svardia dikumpulkan dari dua pelabuhan besar,yakni pelabuhan Sirnest dan Lenfica.


Sekarang laksamana Beryton sedang berada di geladak kedua kapal bersama kapten kapal.


Mereka meminum teh yang dibawa dari pelabuhan Sirnest dan pelabuhan Lenfica sembari berlayar menuju pelabuhan yang akan diserang.


Semua prajurit juga hanya diam bersantai melihat lautan luas dan pulau kecil yang mereka lewati,sementara awak kapal sedang melepas semua ikatan dari layar yang mereka gulung untuk menambah kecepatan.

__ADS_1


Layar itu jatuh kebawah dan mengembang terdorong angin,mereka bisa mencapai pelabuhan dengan cepat sekarang.


__ADS_2