Ambisi Besar Sang Raja Muda

Ambisi Besar Sang Raja Muda
Chapter 48:Penaklukan Yang Sulit


__ADS_3

Setelah bertahan cukup lama pasukan kerajaan Svardia mulai menerapkan strategi yang dirancang oleh Bruvas.


Siege tower maju perlahan mendekati tembok kota musuh, sedangkan catapult menghujani pemanah di tembok musuh itu dengan batu berapi besar.


"Pemanaah!,tetap bertahan!" Teriak pemimpin Garnisun itu


Pemimpin garnisun itu meninggalkan tembok kota dan dia berada di bawah tembok kota,mempersiapkan pasukan untuk maju menyerang perkemahan prajurit Svardia.


Setelah pasukan pemanah musuh terhenti karena digempur batu api dari catapult,infantri berat membentuk formasi Shield Wall dan mereka maju perlahan bersama Storm Archer dibelakang mereka.


Setelah berjalan agak dekat ke tembok,infantri berat itu membuka celah dari formasi Shield Wall untuk pasukan Storm Archer yang membidik mereka.


"Pemimpin garnisun!,mereka datang,senjata petir itu akan datang kemari!," kata pengintai di menara


"Apa!,sialan!,suruh pasukan pemanah untuk kabur atau berlindung!"


Pemimpin garnisun itu memerintahkan pemanah untuk kabur,namun sudah terlambat.


Sepuluh pasukan Storm Archer itu melesatkan panah petirnya,pasukan musuh itu sangat sial,mereka sudah digempur oleh batu api dari catapult,lalu digempur lagi dengan anak panah petir.


"Sialan kalian,berani beraninya kalian!,pasukan penombak,bersedia di tembok kota,mereka akan mendekati tembok kota dengan siege tower!"


Pasukan pemanah sudah tak bisa mempertahankan posisinya,mereka digantikan oleh pasukan penombak yang akan menghalangi pasukan Svardia untuk menuju tembok dengan siege tower.


Siege tower yang bagian depanya sudah sepetri landak,karena mereka dipanahi terus,siege tower pun mendekati tembok kota.


Pengintai itu melihat siege tower yang berada agak dekat dari balista,ia pun memberitahu pemimpin garnisun nya.


"Pemimpin garnisun,ada siege tower musuh yang agak dekat dati balista kita,"


"Haha!,bagus,rubuhkan siege tower itu dengan balista"


Anak panah balista itu menembus mereka,dan terdapat tali yang diikatkan ke anak panah balista itu.


"Mereka bertujuan untuk menjatuhkan siege towernya!" kata Bruvas panik

__ADS_1


Tali yang diikatkan di anak panah balista itu ditarik mundur oleh suatu mekanisme,hanya ada satu siege tower korban balista itu,siege towernya dirubuhkan,dan ada beberapa yang selamat sedangkan sisanya terluka parah,mereka mendekati kematian.


Prajurit yang selamat itu mengamankan teman mereka yang terluka,dan menggotong teman mereka ke perkemahan untuk diobati,mereka bisa mundur dengan aman karena oemanah musuh sudah diganti pasukan penombak.


Pasukan lain yang ada di siege tower lain tak menyia nyiakan perjuangan rekanya itu,mereka pun mendekat,jembatanya diturunkan dan mereka sudah berada di tembok kota musuh.


"Kalian semua maju!!,serang penombak musuh!"


Pasukan infantri yang menaiki tembok menyerbu penombak,mereka memegang perisai mereka erat erat dan menubrukkan perisai mereka ke penombak itu.


"Amankan balista itu,jangan sampai musuh menggunakanya!" Kata seorang prajurit


Pasukan infantri yang sudah berada di tembok kota segera menuju tempat dimana balista itu berada,banyak prajurit yang bertempur untuk memberi jalan.


"Storm Archer kembali!,dan Infantri berat!,pergi ke tembok kota dan bantu mereka,sekalian juga buka mekanisme gerbang agar pasukan di perkemahan bisa masuk!!" Perintah Klenberg


Pasukan Storm Archer mundur setelah melindungi pasukan infantri di atas tembok kota dengan anak panah petir.


Sedangkan prajurit infantri berat berbondong bondong menaiki siege tower untuk menuju tembok kota,mereka mencapai tembok kota dan menuju ke mekanisme gerbang.


Mereka bekerja serentak,banyak pasukan infantri berat yang melawan musuh untuk melindungi prajurit yang mencoba membuka gerbang.


Namun infantri berat yang ingin turun kebawah danmembuka gerbang melihat pemimpin garnisun bersama pasukan kavsleri dan infantri.


Mereka tak berani untuk turun dan sslah sstu dari mereka kembali ke perkemahan.


Prajurit itu menuju Brusvan dan mengatakan apa yang ia lihat dibawah.


Brusvan dan Klenberg memerintahkan pasukan infatri berat dan penombak untuk membuat barisan,terdengar suara gerak kaki mereka menginjak tanah mendekati gerbang.


Pemimpin garnisun itu mempersiapkan pasukanya untuk menghalau prajurit Svardia yang akan menjebol gerbang mereka.


"Typhoon Javrliner!,jebol gerbang"


Javelin angin itu dilempar ke gerbang,gerbang kayu yang tebal itu tertembus dan hancur,angin yang dikeluarkan oleh javelin itu membuat pasukan Valmurg sedikit bergeser dari posisi mereka.

__ADS_1


"Seraang!" Teriak pemimpin garnisun


Pasukan infantri Valmurg berada di depan dan menyerang bersama pemimpin garisun itu,namun mereka melihat ke depan dan terkejut.


Yang berada di depan mereka bukanlah prajurit infantri Svardia,melainkan prajurit Storm Archer.


Storm Archer berada di depan dan menyerang mereka dengan anak panah petir,serangan kejutan itu berhasil menghancurkan pasukan infantri berserta pemimpin garnisun itu,mereka semua telah hangus.


"Kita menaang!"


Prajurit Svardia bersorak gembira,lalu mengumpulkan pasukan musuh yang menyerah disatu tempat,mereka mengganti bendera Valmurg yang ada di gerbang dan menara dengan Bendera Valmurg.


Penguasa kota pun datang dan menyerah.


"Aku,Trivnel,penguasa kota Dorvin,dengan ini kami menyerah kepada kerajaan Svardia,biarkan kami mengurus semua mayat prajurit kamibyang meninggal"


Bruvas pun mendekati penguasa kota itu dan berkata "kami juga akan melakukan hal yang sama,dan juga untuk keluarga dari prajuritmu yang mati itu,mereka akan dibiayai oleh dana kiriman dari kerajaan Svardia"


Peperangan itu usai,dan meskipun kota sudah ditaklukan,mereka merasa hampa karena sudah banyak merenggut nyawa banyak orang.


Seperti biasa Bruvas mengirim surat kepada rajanya di ibukota,ia juga memberitahu kepada penguasa kota tentang mengajukan satu syarat atau permintaan kepada raja,sebagai ganti atas penyerahan wilayah kota dan kesetiaan penguasa kota.


"Aku hanya ingin sesuatu untuk menjadikan kota ini lebih maju,kabulkan permintaanku jika rajamu bisa" kata Trivnel


"Baiklah akan kusampaikan itu" kata Bruvas.


Pasukan itu mengirim bahan makanan kepada penguasa kota untuk penduduk kota,dan semua  pasukan Svardia kembali ke perkemahan dan mengadakan pemakaman,prajuriy yang mati dikubur di dekat lepohonan rindang dan pekuburan itu dipagari.


Beralih ke batalion kedua pasukan baru yang diberi tugas menaklukkan kota di wilayah barat,mereka sedang membangun pertahanan di perkemahan mereka,dan memasang tembok kayu tipis di beberapa tempat didekat tembok untuk Storm Archer


"Kita sudah menempatkan Storm Archer di tembok kayu yang kita buat,sangat susah untuk meletakkan tembok itu di jarak tembak anak panah." Kata ketua pemimpin batalion


"Mereka masih berjaga jaga dan belum bertindak,apa mereka ingin kita menyerang terlebih dahulu?" Kata wakil


Pasukan musuh masih memantau pergerakan pasukan Svardia,sepertinya mereka akan menyerang setelah pasukan Svardia menyerang lebih dulu.

__ADS_1


__ADS_2