Ambisi Besar Sang Raja Muda

Ambisi Besar Sang Raja Muda
Chapter 117:Daya Tarik Ray Rod


__ADS_3

Dua penguasa itu juga ingin meresmikan dua kota dan wilayah yang disatukan,dan meskipun nama wilayah itu sudah diubah.


Mereka belum meresmikan nama mereka,mereka juga akan menamai kota mereka dengan nama baru.


"Aku Igolin,mulai sekarang,kotaku akan berubah nama menjadi kota Grolin"


"Aku juga,namaku Hithens,menyambut pembaharuan ini,aku mengubah nama kota ku menjadi kota Torthens"


"Dan kini mereka hendak mengubah dua wilayah yang bersatu untuk menjadi wilayah Estrandia yang mulai sekarang akan menjaga perbatasan dari teokrasi!!" Kata uskup itu


Mereka mengibarkan bendera kerajaan teokrasi dan dibawah bendera teokrasi,terdapat bendera ordo.


Mulai saat dia selesai mengisi garnisun seluruh tempat di Estrandia,wakil dewa memberi pesan pada uskup untuk berada tetap disana dan menstabilkan wilayah Estrandia.


"Aku,adalah uskup dari teokrasi,wakil dewa memberi perintah untuk tetap di wilayah Estrandia untuk menstabilkan wilayah ini"


"Kami menyambut anda uskup!!" Teriak semua prajurit serentak


Uskup itu berbalik dan menyuruh dua orang itu untuk maju,dan uskup itu kembali mundur dan berbalik.


Dia hanya diam melihat dua penguasa kota digunakan berbicara.


"Prajurit yang pemberani,medua kota sudah diberitahu akan berita dari dua anak kami yang akan menikah"


"Putra putri kami akan menikah dan menempati kota baru yang masih dalam proses pembangunan,mereka akan jadi penguasa kota"


Semua orang terlihat setuju setuju saja,mereka memberi selamat pada dua penguasa kota itu untuk pernikahan dua anak mereka.


Beralih ke ibukota Svardia,dua orang utusan bersama empat penyihir datang dan mengirimkan alat sihir untuk membujuk Fermund yang punya ketertarikan terhadap hal itu.


Lalu dua utusan itu menaiki Griffin dan menurunkan monster itu ke tanah lapang.


Fermund pun melihat mereka menghadap kepadanya,dia menghela nafas dan sudah muak,tidak perduli lagi terhadap persekutuan konyol itu.


Di dekat singgasana itu terda9at tiga saudarinya,disana ada Silford,mentri dan Juvel yang dipanggil oleh Fermund dari organisasi penyihir.


Mereka pun memperkenalkan senjatanya pada


Fermund dengan penjelasan yang detil.


"Raja Fermund?kami memperkenalkan pada anda"


Para penyihir itu pun membuka selimut yang   menyelimuti alat sihir yang besar dan berat itu.


Setelah dibuka,mereka melihat alat seperti lingkaran pipih mengikat,dibelakangnya terdapat lingkaran sihir.


Bentuknya seperti ketapel besar yang ditengahnya ada kaca yang bisa diarahkan ke atas dan bawah


"Nama alat sihir ini adalah Heatlight Mirror,dia menyerap cahaya matahari melalui lingkaran sihir dan mengarahkanya melalui cermin untuk mengekuarkan siran panas yang menghancurkan" kata utusan itu dengan sangat detil.


Fermund menatap Juvel sambil berbisik "bukankah alat ini mirip Ray Rod,namun hanya versi beam nya saja"

__ADS_1


Mendengar bisikan Fermund Juvel tanpa berkata mengangguk angguk sambil fokus melihati alat sihir itu.


Fermund meminta mereka untuk menguji coba senjata itu.


Para penyihir itu mengangkat alat sihir itu dan meletakkannya dengan menghadap ke pohon.


Lalu mereka meletakkan tanganya ke bagian belakang cermin itu.


Salah satu penyihir itu berkata "sekarang aku akan menguji alat sihir Heatlight"


Meŕka mengeluarkan mana mereka untuk mengaktifkan lingkaran sihir.


Setelah lingkaran sihir itu menyala,mereka mengarahkan cerminya ke depan.


Setelah itu dari cermin keluarlah cahaya panas  matahar yang membuat pgon itu berlubang besar karena cahaya itu.


Fermund melihat kekuatan senjata itu menyuruh salah satu bawahan Juvel untuk mengambil Ray Rod mereka dan mencoba memperlihatkan pada para penyihir teokrasi.


"Alat sihir kalian sangat hebat,namun tunggulah sebentar,aku akan menunjukkan pada kalian sesuatu yang hebat"


Para penyihir dan urusan itu penasaran,mereka duduk menunggu dan menduga duga apa yang lebih hebat dari cermin Heat Light mereka.


Mereka duduk sambil melihat penyihir yang mendarat ke tanah dengan membawa suatu tongkat.


Fermund menyuruh mereka berdiri dan mendekat kepadanya,lalu dia mengatakan sesuatu pada penyihir itu.


"Kuperkenalkan pada kalianpada senjata sihir kami,namanya adalah Ray Rod"


Segera saja Juvel memegang Ray Rod itu dan memperagakan alat sihir itu.


"Lihatlah baik baik"


Mereka melihat beam cahaya yang sangat besar menghancurkan batu besar yang menjadi dekorasi di taman istana.


Lalu Juvel beralih posisi menggunakan Ray Ball,reaksi mereka tak kalah heboh saat melihat beam cahaya itu,kini mereka melihat bola cahaya raksasa yang ditembakkan ke langit.


Mereka hanya terdiam dan menganga melihat ke langit.


Fermund pun mendekati utusan itu dan memegang bahunya dan berkata "jika kau ingin membujuk kami dengan senjata sihir, kalian setidaknya bawa yang lebih kuat,atau lebih menarik"


Semua orang itu memandangi Fermund yang tersenyum.


"Pulang lah kembali ke ibukota dan beritahu wakil dewa mu itu,aku tak tertarik untuk ikut persekutuan itu"


Semua penyihir itu membungkus kembali alat sihir mereka dengan kain dan pergi dari istana itu dengan terbang,sedangkan untuk dua utusan itu,mereka menaiki sebuah Griffin.


Mereka cepat cepat menuju biara besar dan memberitahu wakil dewa mereka jika ada senjata hebat yang melebihi cermin Heatlight.


Mereka menghadap ke sebuah ruang seperti ruang sidang,setelah mereka memasukinya,merela melihat banyak uskup disana.


Mereka duduk di tribuh setengah lingkaran yang diatasnya terdapat singgasana,dan wakil dewa itu duduk di singgasana dan disamping kirinya terdapat ksatria paladin suci.

__ADS_1


"Salam wakil dewa"


Wakil dewa itu mengangkat tangan dan menyuruh mereka bicara


"Wakil dewa,maafkan kami karena kami gagal membujuk Raja Fermund itu"


Para uskup itu pun berbicara satu sama lain mengungkapkan kekesalan mereka terhadap perlakuan Fermund.


Wakil dewa itu menyuruh mereka diam dan membiarkan utusan itu menyelesaikan perkataannya.


"Saat kami menawarkan senjata sihir terkuat kita,namun kami melihat senjata sihir yang lebih kuat,dan senjata sihir itu berwujud tongkat"


Mereka semua heran sekaligus marah saat utusan itu  menyebut senjata terkuat teokrasi masih kalah kuat dengan senjata sihir tongkat itu.


Saat para uskup itu berdebat,muncul ksatria paladin suci mengantar seorang pria yang membawa peti kecil.


Pria yang membawa peti itu terlihat takut dengan para uskup yang marah marah,dan dia juga melihat dua orang didepanya.


"Wakil dewa!,Saat telah mengantarkan utusan dari kekaisaran"


Pria membawa peti kecil itu maju dan berlutut dan berkata "yang mulia wakil dewa,kekaisaran kami memberi anda hadiah atas kerjasama dengan pihak kerajaan teokrasi Avelion"


Saat pria itu  membuka peti dan berniat menujukkan isi dari peti itu,mereka dikagetkan oleh teriakan dua utusan yang melihat Ray Rod ada disana.


Semua uskup itu memarahi mereka berdua,hingga wakil dewa itu mengelus dadanya karena ikut terkejut oleh teriakan mereka.


Salah satu utusan itu pun berkata pada wakil dewa.


"Wakil dewa,senjata ini yang aku maksud,kekuatannya lebih besar daripada cermin Heatlight kita"


"Benar!!,kami sudah melihat kekuatanya di ibukota tadi"


Semua orang itu pun melihati tongkat itu,wakil dewa menyuruh pria dari kekaisaran itu mendekat dan menanyakan nama senjata ini.


"Apa nama senjata ini?"


"Namanya Ray Rod yang mulia"


Wakil dewa itu bertanya kepada pria itu tentang asal usul senjata sihir ini


Pria itu pun menjelaskannya dengan sangat detil.


"Senjata ini berawal dari perjanjian kekaisaran dan kerajaan Svardia,kaisar sangat mengakui bakat penyihir Svardia dan bekerjasama membuat sejata ini"


Mereka mendengarkan jika kaisar mengakui bakat penyihir kerajaan,jadi apa yang dikatakan oleh kedua utusan tadi benar adanya.


"Senjata ini dirancang oleh putri dari kepala penyihir kekaisaran dan dibuat oleh organisasi penyihir yang dikepalai oleh kepala penyihir kerajaan Svardia"


Wakil dewa dan uskup itu tertarik dan ingin sekali menguji coba senjata itu.


Wakil dewa beranjak dari singgasananya dan mengambil senjata Ray Rod.

__ADS_1


Sepertinya petinggi kerajaan teokrasi Avelion tertarik dan terpesona oleh Ray Rod itu.


__ADS_2