
Kini dua orang sudah bertemu,mereka sedikit menjaga jarak dan berhati hati sayu sama lain.
Mereka bertatap muka,dengan mata terbuka,mereka saling melihat,Fermund pun mulai menanyakan sesuatu
"Pertama,kau adalah satu dari empat bersaudara putra Valis Valdis,dan setelah ayahmu meninggal,kalianbdiasuh oleh tetua,apa aku benar?"
"Benar,semua orang sudah tahu reputasi ayahku" jawab Vasileus
"Kedua,apa kau sebagai pemimpin klan,paham terhadap aturan dari kelompok kalian sendiri,kalian punya integritas bukan"
"Tentu kenapa tidak,aku selalu menaati hukum,leluhur kami yang membuat hukum klan"
"Aku percaya padamu,namun aku tidak melihat itu di semua anggota klanmu,apalagi para tetua itu"
Saat Fermund mengatakan itu,Vasileus mengepalkan tanganya dan menggebrak meja itu hingga terbelah dua,semua kudapan dan minuman di meja itu jatuh berserakan.
"Kau boleh menghinaku,tapi tidak untuk para tetuaku,sudah kuduga kehadiranmu hanya membuatku marah"
Fermund diam tak bersuara,ia menunggu Vasileus selesai untuk marah marah padanya.
"Apa kau sudah selesai,tenanglah dan dengarkan aku"
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang kau inginkan,kenapa kau melakukan ini semua"
Fermund tersenyum pada Vasileus dan menjawabnya dengan langsung "aku ingin dirimu"
Setelah mendengar itu Muka Vasileus memerah,dia mengacungkan jari telunjuknya kepada Fermund dan berteriak pada Fermund
"Kau,apa yang barusan kau katakan dasar aneh,tak kusangka itu niatmu yang sebenarnya"
Fermund pun segera meluruskan pada Vasileus kesalahpahaman yang ia timbulkan tanpa sadar.
"Aku ingin dirimu karena kau adalah orang yang berbeda,maksudku kau adalah orang yang berbakat,aku ingin kau bergabung denganku membuat kekuatan kerajaan kita lebih hebat lagi"
"Itu tidak akan terjadi,tidak akan pernah"
"Kau datang kemari,adiknya Vasileus" kata Fermund
"Kau ingin membuat kami klan terhormat kami untuk tunduk padamu,hmph,jangan mimpi" kata Vasileon
Fermund pun menerangkan kembali niat aslinya kepada merek semua.
"Apa kalian tak memperhatikan perkataanku tadi,aku berniat untuk bergabung dengan kalian,bukan untuk menundukkan kalian dan bersedia patuh padaku,tapi jika kalian memilih yang kedua,aku akan senang"
__ADS_1
"Kami tidak akan pernah merendahkan harga diri para leluhur kami untuk tunduk kepadamu" kata Vasilea dengan suara keras
"Aku hanya meminta kalian untuk patuh,bukan tunduk padaku,tapi jika kalian bersedia tunduk aku akan senang"
"Berisiik!!,kenapa kau tidak pergi kembali ke istanamu dan kerjakan tugasmu sebagai raja," Vasilea lagi lagi berteriak ke Fermund
Sepertinya Fermund akan susah untuk membuat klan ini menjadi pengikutnya,ia akan berusaha keras untuk memutar otaknya demi terwujudnya tujuan yang ia inginkan.
"Apa kalian hendak memimpin klan hanya dengan tiga orang pemuda saja,sementara klan kalian sudah menjadi bobrok karena hukum yang diubah ubah oleh tetua kalian yang kalian hormati"
"Hentikan!,aku tahu mereka adalah orang yang buruk,aku tahu itu!,tapi mereka adalah satu satunya keluarga kami,mereka benar mencurahkan segalanya untuk membesarkan kami,kami hanya terpaksa untuk membalas mereka dengan mengikuti apa yang mereka inginkan" ucap Vasileus
Fermund sudah tahu alasanya sebelum mereka mengatakanya tadi,ia sudah menyelidiki semua hal yang ada di klan ini.
Karena di masa lampau,kekuasaan dan dominasi raja bisa terancam oleh keberadaan ini,keluarga kerajaan yang tak ingin klan ini mendominasi,maka perkawinan dilakukan antara pihak keluarga kerajaan dan klan itu.
Menjadikan di kerajaan Svardia terdapat keluarga kerajaan yang dibagi menjadi tiga faksi atau house,seperti House of Blanchia, House of Arvemna,dan yang terakhir House of Brestan.
"Aku sudah tahu itu,semua,kalian hanya terpaksa dan masih menyadari bahwa merekalah yang salah,ini memang ironi," kata Fermund dengan penuh prihatin
"Tapi kakak kami Vasivolov,ia berbeda dari kami,ia sangat terobsesi dengan tiga tetua yang selalu menyayanginya,dan dia selalu melakukan apa yang diinginkan oleh tetua tanpa ragu,"
__ADS_1
"Benar,meskipun mereka bukan orang baik,tapi mereka masih keluarga kami," kata Vasileon
Vasileus menjelaskan tentang kakaknya yang selalu disayangi oleh tetua itu,menjadikan dia orang yang harus membalas budi pada tiga tetua mereka,dan akhirnya ia menjadi pion tetua itu