
Colford pun tenang,namun ia ingin menanyakan tentang kabar yang baru saja tersampaikan ke Fermund.
Namun saat ingin bertanya,Felis,adik Fermund,membuka pintu dan memberitahu Colford tentang pesanan wine nya.
Felis melihat kakaknya di dekat jendela tersenyum,sedangkan Colford langsung beranjak dan keluar dari mansion untuk memeriksa barang pesanan di pedati yang menunggunya di halaman.
"Sepertinya ini waktuku untuk pergi,dan kau sepupuku Fermund,jangan macam macam,kau tahu kan,sesuai perjanjian,kau akan menjadi raja berikutnya setelah aku tiada atau mengundurkan diri" kata Colford sambil merapihkan jubahnya
"Terserahmu" jawab Fermund singkat
"Kau terlalu kasar sepupu,tentu saja kami tak akan melanggar perjanjianya" kata Felis
"Diam kau gadis tomboy,perilakumu seperti laki laki,itu tidak cocok untukmu" ledek Colford
Felis hanya berdiri di samping pintu dan menahan kekesalanya,ia hanya diam melihat Colford yang pergi.
Fermund menghampirinya dan memegang bahunya,Fermund menenangkan ia sembari memberitahu bahwa semuanya telah siap
"Felis,akhirnya semuanya telah siap,kini aku bisa mewujudkan keinginanku"
__ADS_1
Seketika Felis bersemangat mengetahui itu,ia memeluk Fermund.
"Akhirnya kau melakukanya kakak" kata Felis dengan wajah serius
"Felis,aku akan merebut tahta dari pamanku yang tak tahu malu itu,ia merebut tahta dariku dengan dalih dan alasan yang tak masuk akal, aku sudah memendam amarah ini untuk waktu yang lama"
Tangan Fermund menggegam kuat,ia sepertinya mengingat semua kelakuan paman dan sepupunya,luapan kebencian akan dikeluarkan dalam satu gerakan besar yang akan ia lakukan setelah ini.
"Sekarang,panggil kakek butler untuk menemuiku,semuanya akan dimulai waktu siang hari" pinta Fermund kepada Felis
"Itu tak perlu,aku sudah ada di sini"
Kakek butler itu meletakkan tangan kananya di dada dan menunduk seraya berkata "pelayan tua ini akan melakukanya sesuai keinginan anda,yang mulia"
"Kakek,panggil tiga orang lainya kesini,dan bersiaplah melakukan kudeta dengan perintahku,hari ini juga,aku ingin menjadi yang terakhir tertawa"
Kakek butler itu meninggalkan ruangan,sepertinya bukan ia yang pergi melainkan butler assassin yang ia besarkan yang pergi untuk memanggil tiga orang lainya.
Fermund kembali ke meja kerjanya,ia duduk menunggu kehadiran bawahanya di mansion,Felis tak hanya diam,ia juga meninggalkan ruangan itu untuk menemui adiknya Feona.
__ADS_1
Felis berlarian di lorong mansion,hanya ada 3 tempat yang akan ia datangi untuk mencari Feona,diantaranya yaitu perpustakaan lalu rumah kaca di belakang mansion,dan yang terakhir adalah kamar tidur Feona.
Felis mulai mencari ke tempat yang paling dekat,yaitu kamar Feona,ia berjalan dengan perasaan bersemangat ingin menceritakan semua tentang awal dari pertunjukan besar yang harus disaksikan.
Setelah tiba di kamar Feona,Felis langsung membuka pintunya,ia melihat didalam terlihat Feona yang sedang menyulam,Felis seketika mendekat ke saudaranya dan Felis pun menceritakan semua hal yang ia dengar tadi ke saudarinya.
"Feona,adik ku,syukurlah kau ada disini,kau tak akan percaya apa yang aku dengar tadi dari kakak" kata Felis dengan keras.
"Oh,ada apa,coba ceritakan" kata Feona penasaran
Felis pun menceritakan kejadian tadi pada adiknya,setelah Feona mendengar semua yang diceritakann oleh saudariya,ia meninggalkan kain yang ia sulam begitu saja,Feona meraih tangan Felis,lalu berlari menuju ruang kerja Fermund dengan kegirangan
Felis terkejut melihat adiknya yang bersifat tenang dan lemah lembut,akan menjadi seperti itu,ini pemandangan aneh yang hanya terlihat satu kali saja.
Ruang kerja kakanya tidak jauh dari kamar mereka berdua,saat mereka membuka pintu,disana sudah terdapat empat orang bawahan Fermund,Semua orang diruangan itu menatap dua bersaudayi itu,Fermund menyuruh mereka masuk dan menutup pintu rapat rapat.
Dua bersaudari itu langsung menghampiri kakak mereka Fermund dan berdiri di sisi kanan kirinya,sepertinya mereka ingin ikut juga.
Felis mengajak Feona untuk melihat perbuatan besar yang akan dilakukan kakaknya,mereka pasti akan menyaksikan semuanya dari tempat yang terdepan tentunya.
__ADS_1
Dua bersaudari itu akan menyaksikan aksi kudeta yang dilakukan kakaknya seolah olah mereka sedang menikmati teater yang dipentaskan di panggung.