Ambisi Besar Sang Raja Muda

Ambisi Besar Sang Raja Muda
Chapter 41:Menghilangkan Kesenjangan Yang Besar


__ADS_3

Di sore hari,dimana Fermund sedang bersantai setelah menyelesaikan semua pekerjaanya,ia menikmati langit sore dari jendela.


Bersama mentri dan dua saudarinya,mereka meminum teh dan memakan kukis sebelum makan siang tiba.


Datang seseorang prajurit yang mengantar seorang utusan dari medan perang,utusan itu menyodorkan surat dan kertas lain yang ia bawa.


Fermund menyentuh surat itu dulu,ia membacanya,wajahnya pun bahagia dan melihat keseluruhan suratnya.


"Apa benar mereka menyerah?" Tanya Fermund


"Apa!,mereka menyerah begitu saja!" Ucap Felis terkejut


"Benar yang mulia,mereka menyerah namun dengan dua permintaan yang harus anda kabulkan untuk mereka" jawab utusan itu


"Mereka berada didalam krisis namun raja kerajaan Valmurg tanpa henti memungut pajak setiap bulan,sangat disayangkan,hal itu lama lama akan menimbulkan pemberontakan" ucap Fermund membaca informasi


"Cepat atau lambat,pemberontakan itu akan terjadi" kata Felis


"Kalau begitu tunggu apa lagi,segera panggil ketua serikat dagang dan suruh dia untuk mengirimkan informasi tentang kota taklukanku yang butuh barang dari pedagang"


"Saya akan melakukanya" kata prajurit itu


Prajurit itu pergi ke serikat dagang secepatnya.


"Lalu bagaimana dengan permintaan yang satunya lagi?" Tanya Feona


"Aku akan memberimu tugas kakek perdana mentri, untuk menuruti permintaan mereka, bawa benih berkualitas dan petani yang paling handal,ikutkan mereka dengan keluarganya juga jika mereka tak ingin terpisah,beri mereka jaminan keamanan dan imbalan" perintah Fermund


"Seperti yang anda inginkan"


Mentri Rundolph seperti biasa melakukan pekerjaan negara,sedangkan Fermund hanya memberi perintah dan arahan,juga perencanaan.


Beralih ke kota pelabuhan Lenfica,semua armada Svardia telah berlabuh semuanya,dan angkatan laut musuh pun menyerah secara keseluruhan.

__ADS_1


Para pedagang kaya dan masyarakat yang punya kedudukan tinggi segera melindungi harta mereka dan menyuruh budak mereka untuk melindungi mereka,orang orang borjuis atau orang kaya masih menjaga jarak dari prajurit Svardia.


Mereka mengirim prajurit mereka yang tak bersenjata untuk berbicara dengan suara lantang agar didengar oleh rakyat sipil yang bersembunyi di rumah mereka masing masing.


"Wahai rakyat kota Lenfica,jangan khawatir kami sudah bersumpah pada raja kami untuk tak menyakiti kalian,karena kalian lah yang raja kami butuhkan"


"Tak seperti raja kalian yang selalu memungut pajak!,raja kami adalah orang yang menyukai perdagangan!,jika kalian menyerah pada kerajaan kami!,pedagang akan datang ke wilayah kalian dan menawarkan berbagai jenis barang yang murah khusus untuk wilayah taklukan raja Fermund!"


Suara pembongkaran pun terdengar sangat keras dan berisik,banyak kotak kayu berisi bahan makanan disimpan di dalam geladak kapal.


"Kalian dengar suara itu,dibelakangku terdapat kotak kayu penuh dengan bahan makanan!, kami ingin memasak sesuatu untuk kalian makan!,kalian sudah bosan untuk memakan ikan tangkapan kalian bukan!,kemarilah dan nikmati semur daging dan jamur,roti hangat dan kentang tumbuk dengan rempah rempah!"


Prajurit itu mulai memasak tiga jenis makanan dalam porsi dan jumlah yang banyak,mereka menyiapkan banyak mankuk dan sendok,disana juga ada air madu untuk minuman.


Saat mereka hampir selesai memasak,tiba tiba datang sekelompok anak kecil dari berbagai umur,mereka dipimpin oleh seorang remaja laki laki.


"Bolehkan kami makan ini,kalian memberikan ini kepada semua orang bukan?" Tanya remaja itu


"Tentu ini untuk semua orang yang ada di kota ini,kalian bisa panggil semua orang yang kelaparan,kami akan beri mereka semua makan,jika makanan ini tak cukup,kami hanya tinggal memberitahu raja kami untuk menyuplai logistik lebih banyak" kata pria bersuara lantang tadi


Mereka semua memakan makanan itu,dan semua orang pun keluar dari rumahnya dan meminta makanan itu,ada tiga barisan panjang dari semua penduduk kota tak peduli umur,mereka mengantri untuk mendapat semangkuk makanan.


Pria bersuara keras tadi menatap laksamana Beryton yang memantaunya dari geladak kapal,segera ia meminta untuk menuliskan surat kepada Fermund tentang kesenjangan status dan ekonomi antara kaum miskin dan kaya di pelabuhan Lenfica.


Seseorang menulis surat dan menceritakan semua yang terjadi di kota pekabuhan itu.


Dan ada beberapa prajurit yang mengorek informasi tentang semua hal yang ada di kota ini,dan dengan mudahnya semua irang memberitahukan semuanya kepada prajurit Svardia itu.


Laksamana Beryton itu tahu jika penguasa kota sedang berselisih dengan saudarinya,dan sekarang saudarinya mungkin bersembunyi di mansion di tengah tengah kota.


Menurut informasi dari penduduk kota yang miskin,dia adalah sosok yang baik,namun ia tak punya pendukung dan ditindas oleh kakaknya.


Laksamana Beryton mengutus lima orang prajurit tak bersenjata menuju mansion besar itu.

__ADS_1


Prajurit penjaga yang ada di mansion itu menghalangi mereka untuk masuk,namun prajurit yang diutus laksamana mengatakan bahwa laksamana ingin sebuah negosiasi dengan perempuan itu.


Perempuan itu datang mendengar semua yang dikatakan prajurit itu,ia pun berani mengajukan untuk melakukan rapat di kapal mereka.


"Aku sudah mendengar tentang semua yang kalian bicarakan,sekarang aku akan menemui pimpinanmu dan kita bisa bernegosiasi di kapalmu,aku datang kesana dengan pengawalan prajuritku tentunya"


Wanita itu dengan pengawalan sembilan orang prajurit bersenjata lengkap menuju dermaga dimana kapalnya singgah.


Saat yiba di pelabuhan,semua orang yang miskin mengenal dan menyanjungnya,dan dari sekian banyaknya orang itu,ada seorang kakek yang mengatakan permintaanya.


"Nona!,saudaramu sudah mati!,oleh karena itu jadilah penguasa kota ini dan buat kota ini makmur"


Perempuan itu tertegun dan laksamana Beryton mengagetkanya.


"Dia benar,demi rakyatmu jadilah oenguasa kota ini dan rajaku akan sangat bahagia" kata laksamana Breyton


"Apakah kau laksamana yang memimpin serangan ini?" Tanya perempuan itu


"Benar,masuklah ke kapalku dan mari kita mulai negosiasinya"


Mereka berdua berada di ruang kapten,disana ada prajurit yang mengawal mereka berdiri di tembok.


Wanita itu melihat pasukan Thunder Archer untuk pertama kalinya,ia merasakan kekuatan dahsyat sesuai dengan rumornya.


"Perkenalkan,namaku adalah Rynas,jadi yang kau inginkan adalah menjadikanku penguasa kota untuk membuat rajamu bahagia,begitu?" Kata perempuan itu memastikan


"Benar,namaku adalah Beryton,aku adalah laksamana dalam armada ini,jika kau mau menjadi penguasa kota Lenfica dan menyerah pada raja,maka pedagang dari Svardia akan berduyung duyung datang kemari membawa berbagai macam barang,dan mereka akan menjualnya murah khusus untuk wilayah taklukan raja Fermund dari Svardia" ucap laksamana Beryton menjelaskan


"Itu sangat menarik,aku sepertinya ingin mendengar lebih banyak,apa cuma itu keuntungan yang diberikan?" Tanya Rynas memancing


"Tentu masih ada yang lain,yaitu dana alokasi yang diberikan raja ini untuk mengatur kota,dan mungkin anda bisa mengajukan syarat apapun untuk bisa membuat anda menyerahkan kesetiaan dan wilayah ini ke kerajaan Svardia"


Laksamana itu kembali membujuknya dengan hal yang sepertinya membuat Rynas menarik.

__ADS_1


"Sepertinya menarik,aku akan menjadi penguasa kota yang baru,dan menyerahkan kesetiaanku dan wilayah ini pada rajamu dengan satu syarat"


"Tak perlu memberitahuku,karena aku sudah tahu,akan kukirimkan surat lagi kepada rajaku"


__ADS_2