Ambisi Besar Sang Raja Muda

Ambisi Besar Sang Raja Muda
Chapter 15:Kekacauan


__ADS_3

Orang yang mengaku raja itu mengkambing hitamkan orang yang mati sebagai akar penyebab masalah,ia menjelaskan kebohongan itu dengan menambahkan kebohongan lain.


Ada dua kemungkinan bahwa Fermund memerintahkan seseorang untuk menyamar jadi raja,dan kemungkinan yang kedua,Fermund membuat tiruan sempurna pamanya dengan menggunakan sihir ilusi.


Yang pasti peniru itu mengkambing hitamkan tiga tetua licik itu dengan menyalahkan semuanya pada pihak klan Valdis.


"Ia mengeluarkan bola ungu,dan dengan benda itu sang jenderal menjadi budaknya,dia menggunakan sihir untuk mengendalikan jenderal untuk memenggalku,sebelum pedang itu mengenai leherku,aku telah diteleportasikan dengan sekejap"


"Tapi aku melihat kepalamu terpenggal" kata istrinya


"Keponakanku Fermund sudah menjelaskanya padaku,yang kau lihat Itu hanya boneka buatan, aku dan boneka itu bertukar tempat"


Fermund pun menyanggah perkataan peniru itu.


"Itu benar,aku membuat boneka tiruan yang realistis bersamaan dengan amulet yang kuberikan pada pamanku kemarin,didalam amuletnya terdapat sihir teleportasi"


Peniru itu menunjukan amuletnya,ia membuktikanya dengan melakukan teleportasi dengan jarak yang tak terlalu dekat.


"Kami masih tidak percaya kalau kau adalah raja yang asli,beraninya menyalahkan kami, buktikan perkataanmu" kata salah satu tetua


Semua orang mulai percaya apa yang Fermund katakan pada mereka,tentunya itu semua hanya kebohongan yang dibuat buat dengan menghadirkan bukti dan alibi palsu.


Tiga tetua licik itu pasti sudah tahu jika orang itu peniru,namun mereka tak memiliki bukti dan alasan untuk membongkar penyamaranya karena ratu mereka memastikan kalau peniru itu benar benar suaminya.


Mereka tak bisa berkata lagi,dan didalam benak mereka berfikir,bagaimana bisa Fermund memiliki peniru yang handal,mereka mengira dari mana Fermund menemukan peniru handal itu.


Mereka menyadari jika Fermund adalah orang yang juga licik,mereka seprtinya dalam posisi terancam bahaya karena Fermund sudah menyerang balik mereka


"Aku punya buktinya,itu ada ditangan pelayanku," kata Fermund


Kakek butler itu menunjukkan semua serpihan bola ungu yang ia balut di kain,ia maju kedepan dan menunjukkanya pada semua orang,masih tersisa energi sihir kegelapan terpancar dari benda itu,mereka pun mempercayainya.


"Energi sihir yang menakutkan,apa mungkin yang dikatakan oleh pangeran itu benar,"


"Ini sesuai dengan yang raja katakan,ternyata mereka berbuat seperti ini di belakang kita"

__ADS_1


Semua orang itu berbalik mencurigai semua anggota klan Valdis,mereka mengepung semua anggota klan yang ada di situ,mereka semua mengeluarkan pertanyaan yang sama.yaitu pertanyaan tentang aksi rahasia yang mereka lakukan.


"Apa kalian yang melakukan ini!,beraninya membuat kami melawan raja! Dan menjatuhkan citra pangeran Fermund" kata salah satu pria itu


Ternyata kalian sangat licik,apa kegemaran kalian itu menjatuhkan orang dengan menuduhnya jahat.


"Ya,kalian bahkan mencoba mengendalikan raja kami seperti boneka,sepertinya tujuan dari kejahatan kalian sudah jelas"


Semua rakyat menggempur mereka dengan berbagai hinaan dan caci maki,mereka hendak mencegah mereka untuk kabur


Tetua pertama itu sudah tak tahan menerima penghinaan itu,ia berteriak kepada mereka


"Diam kalian semua,kalian itu hanyalah sekumpulan anjinglemah,berani sekali menggonggong pada kami,akan kutunjukan kekuatan kami pada kalian"


"Benar ayo kita tunjukkan" kata dua tetua itu


Tiga tetua itu mengambang ke langit,ia berniat untuk membunuh semua orang,dan anggota klan itu bersiaga melindungi tetua mereka


Semua orang mulai merasa ketakutan,mereka menjauh dari anggota klan itu.


Vasileus yang juga tak dapat berbuat apa apa hanya diam melihat kelakuan tetuanya.


Tiga tetua itu tak mendengarnya dan fokus merapal sebuah mantra,sepertinya mereka akan  mengeluarkan sihir dengan skala besar


"Hentikan mereka!" Kata Fermund


Semua penjaga yang ada di situ mengangkat perisai mereka mengacungkan tombak,mereka maju bersamaan menghentikan kerumunan klan Valdis.


Semua anggota klan Valdis berkumpul dan melingkar untuk melindungi tetua dan tuan merek Vasileus,seketika mereka mengeluarkan barrier sihir yang membuat serangan tombak prajurit itu terpental.


Adreis maju ke depan dengan membawa pedang besar,ia merasa tertantang untuk menghancurkan pelindung sihir itu.


"Serahkan ini padaku!,aku akan memecahkan pelindung ini"


Ia melaju ke arah barrier itu dengan cepat,ia melayang diatas barrier itu dan mengayunkan pedang beratnya.

__ADS_1


Pedang besar itu membentur bagian atas barrier,dimana tiga tetua itu dalam keadaan melayang persiapkan sihir penghancur mereka.


Pada saat terbentur masih tak terjadi apa apa,baru beberapa detik kemudian,barrier bagian atas hancur dan membuat celah lubang besar.


Tiga tetua itu terkejut,energi sihir yang susah payah dikumpulkan untuk sihir penghancuran,  menyebar ke berbagai arah meledakkan mereka semua termasuk Andreis,meskipun dia ikut terkena ledakan hingga terhempas,dia masih selamat.


Formasi sihir perlindungan anggota klan Valdis telah rusak,dan mereka terkapar,hanya Vasileus yang berdiri memasang badan dengan bantuan sihir tanah,untuk melindungi tetua.


Melihat itu Fermund mendekat ke kakek butler disampingnya,ia membisikkan sesuatu di telinga kakek butler.


Kakek butler itu mengangguk angguk sambil menatap tajam ke arah tiga tetua itu,lalu kakek itu melaju cepat seperti bayangan hitam,ia tiba tiba berada di belakang tiga tetua itu tanpa disadari,ia mengeluarkan pisau.


Kakek butler memenggal kepala ketiga orang itu,hanya dengan pisau yang digunakan dalam kecepatan yang tak terlihat,mampu memisahkan kepala dan tubuh mereka dengan cepat.


Kepala mereka menggelinding di tanah,tubuh mereka jatuh mengucurkan darah menggenangi tiga mayat itu.


Vasileus hanya bisa melihat kematian tiga tetuanya terjadi,dia bahkan tak sadar jika ada pembunuh dibelakang tiga tetuanya.


"Tetua sudah mati!,bahkan aku tak sempat menolong mereka,aku sangat bodoh!"


Vasileus mendekat ke tiga mayat itu,dan menangisi mereka,dari kejauhan,Fermund berbicara padanya.


"Mengapa kau tangisi mereka,tiga orang itu pantas mati,karena mereka selalu melakukan perbuatan buruk"


"Diam kau!,aku tahu itu,namun bagaimanapun mereka itu adalah keluargaku!,bukankah kau tahu rasanya kehilangan keluargamu" kata Vasileus dengan suara lirih


"Kalau begitu aku akan membiarkanmu membawa mayat mereka,makamkan tiga mayat itu dengan layak,besok siang,seperti kataku,kita akan berbicara di kediamanmu,aku sudah lelah,mari akhiri ini"


Fermund mengakhiri kekacauan ini,kondisi di istana beralih kondusif setelah mundurnya keluarga Valdis menuju kediaman mereka.


Semua rayat yang berkumpul disitu juga telah kembali,mereka mulai saat ini akan menjauhi dan membenci klan Valdis.


Mereka semua  menjaga jarak jauh jauh dari keluarga Valdis.


"Kini istana menjadi tenang kembali,aku minta kalian membersihkan darah ini,dan bawa sepupuku ke kamar,dan juga paman,bawa bibi bersamamu"

__ADS_1


Fermund mengatakannya dengan kedipan mata ke peniru itu dan si peniru itu mengangguk angguk.


Mungkin Fermund melakukan skema lagi setelah situasi kacau tadi"


__ADS_2