Ambisi Besar Sang Raja Muda

Ambisi Besar Sang Raja Muda
Chapter 23:Pembersihan


__ADS_3

Pasukan yang berada dalam komando Vasileus bergerak dan masuk lebih dalam ke wilayah lima anggota elit yang merupakan musuh mereka.


Mereka menyerbu di berbagai tempat di lima wilayah musuh mereka,perang inyernal antar klan terjadi sangat sengit, masakan musuh berhasil bertahan, namun pasukan dari Vasileus menggempur mereka semua.


Setara assassin juga ikut menyebar untuk mencari 5 orang musuh utama mereka,yaitu anggota elit klan Valdis.


Salah satu assassin menyebar di terpakai bangunan penting terlihat mendapati 5 orang yaitu kabur menuju ruang bawah tanah.


Assassin yang melihat keberadaan lima orang musuhnya yang pergi ke ruang bawah tanah,pergi ke rrajanya dan memberitahu informasi itu.


Fermund memerintahkan semua assassin untuk mengepung ruang bawah tanah itu, dan semua pasukan yang berada di dalam kommando ketua klan mereka menyerbu prajurit musuh dan menawan mereka semua.


Vasileus mengikat semua tawanan nya,ia sebagai ketua klan,masih memiliki belas kasihan terhadap sesama anggota klan Valdis,ia menyuruh prajurit musuh itu menyerah.


"Kalian menyerah saja,meskipun sekarang kita berselisih,tapi kita tetap saudara,hentikan perlawanan kalian,ini akan berakhir dengan kemenangan kami"


Vasileus bersama Fermund memerintahkan semua prajurit menuju ke para assassin yang sedang mengepung sebuah rumah kecil yang merupakan pintu menuju ruang bawah tanah.


Mereka juga menyertakan tawanan itu dan para prajurit klan mengumpulkan mereka di depan.


Fermund maju bersama Vasileus,dibelakang mereka ada Adreis dan juga Felis yang tubuhnya dipenuhi darah musuh,lalu Feona yang sedikit menjauh dari saudarinya karena tak ingin kecipratan darah,juga ada Vasileon dan Vasilea yang ikut dalam penyerbuan.


"Keluarlah kalian,para bajingan tua,kalian harus mati karena kalian berani sekali bertindak sebagai yang paling hebat" kata Fermund


Lima orang itu berteriak menghina Fermund dari ruang bawah tanah.

__ADS_1


"Kau hanyalah anak yatim piatu yang memiliki sedikit keberuntungan untuk memiliki kuasa,kau ingin nyawa kami,lalu majulah kemari"


"Kurang ajar kau,keluarlah kemari dan terima kematian karena kejahatanmu itu,kami punya semua bukti kejahatanmu" kata Vasileus


Vasilea pun maju dan membacakan semua kejahatan yang dilakukan.


"Lima anggota elit,kami memberimu hukuman mati atas perbuatanmu yang ingin mengincar harta milik ketua klan yang sah,dan juga kami punya informasi tentang kejahatanmu yang lain"


Vasilea membacakan semua informasi rahasia merek yang diperoleh  dari Fermund,di kertas itu tertulis mereka telah menemukan tambang batu sihir.


Mereka tidak memberitahu klan atas penemuanya dan malah mengeksploitasi tambang batu sihir itu dan menimbun sejumlah besar batu sihir itu untuk dijual dengan mematok harga yang mahal,dan tiga tetua yang sudah mati ikut terlibat sebagai pendukung lima anggota elit itu.


Semua bawahan lima anggota elit itu terkejut mendengar itu,pemimpin mereka ternyata memiliki sisi lain yang rakus,mereka selalu mendengar lima pemimpin mereka bicara tentang kesetaraan dan  keadilan,namun mereka sadar bahwa pimpinan mereka adalah orang munafik yang serakah.


Lima orang beserta bawahan mereka yang ada di dalam ruang bawah tanah itu hanya terdiam.


"Adreis,hancurkan pintu besar itu,jika di gerbang itu terdapat sihir penghalang maka gunakan semua kekuatanmu"


Andreis mengerti perkataan Fermund,ia langsung mengambil ancang ancang untuk melakukan gerakan menusuk.


Ia memegang pedangnya dengan vertikal,dan aura hitam keluar dari tubuhnya menyatu dengan pedang besar itu,dan ia bergerak cepat menargetkan rumah kecil itu.


Seperti angin ia melaju dengan kondisi tangan yang memegang pedang secara vertikal,ujung pedang itu membentur dinding penghalang,lalu menghancurkanya dengan sedikit usaha.


Segera saja Fermund memerintahkan assassin untuk menangkap mereka hidup hidup.

__ADS_1


Pintu rumah kecil itu dibuka paksa oleh para assassin,saat mendengar suara pintu telah dibuka,lima orang itu dan bawahanya panik dan segera mengambil senjata dan bersembunyi di ruangan paling pojok,berharap mereka bisa bertahan dan menemukan jalan keluar.


Namun mereka tak akan bertahan,para asaassin itu melihat kebawah,terlihat ada tangga yang menuju ke bawah tanah,mereka segera menuju kebawah.


Mereka melihat berbagai ruangan yang terbagi di bawah tanah,mereka mencari lima orang itu  di semua ruangan.


Satu persatu assassin memeriksa semua ruangan itu,tapi mereka tak menemukan lima orang itu,sampai pada ruangan terakhir yang harus mereka periksa,para assassin sudah tahu jika mereka bersembunyi disitu,mereka langsung bergegas mendobrak pintu.


Saat mereka mendobrak pintu,ada seseorang yang melakukan serangan kejutan,assassin yang mendobrak pinyu itu terluka.


Semua assassin membunuh lima penyihir pengawal lima anghota elit itu,assasin yang terluka iyu dibawa keluar dan yang lainya sedang mengatasi perlawanan dari lima orang anggota elit.


"Kenapa lama sekali,apa lima orang itu melakukan perlawanan," kata Fermund


Adreis menyarungkan pedang besarnya dan menghampiri Fermund


"Yang mulia,biar aku saja yang masuk dan menangkap mereka"


"Baiklah,jangan bunuh mereka,tangkap mereka hidup hidup"


Adreis mengangguk dan maju menuju rumah kecil itu,tiba tiba semua assassin terhempas keluar dari rumah kecil itu dan hampir saja mengenai Adreis.


Kemudian lima orang itu muncul sambil membawa senjata sihir mereka masing masing,Adreis tmdengan menahan diri langsung menghadapi lima orang itu,sedangkan Fermund melindungi adiknya dengan berada di depan mereka.


Setelah lama bertarung dengan sengit,Adreis dengan perlahan,bisa menundukkan lima orang itu,dan merampas semua senjata sihir mereka.

__ADS_1


Prajurit Vasileus pun segera menangkap mereka berlima,kemudian mereka semua dibuat tak sadarkan diri dan dibawa dibawa ke tanah lapang,lalu dirantai di tiang dan dijemur di siang hari dengan keadaan teriknya sinar matahari.


__ADS_2