
Pasukan bayaran mundur menjauh dari tembok agar tak terkena panah,mereka beristirahat sebentar dan memulihkan orang orang yang terluka.
Setelah beristirahat sekian lama,mereka menyerang dengan membentuk formasi dinding dan atap perisai.
Pasukan di pos itu memanahi pasukan bayaran secara terus menerus,tapi mereka mendekat terus ke tembok.
Setelah pemanah di tembok pos pertahanan berhenti,atap perisai itu membuka celah dan terdapat pemanah di kerumunan pasukan bayaran itu.
Mereka melewatkan anak panah,pemanah disana yang kehabisan anak panah mati dipanahi oleh pasukan bayaran itu.
Seketika pasukan bayaran palonnmnmng depan berlari mendekati gerbang dan menghancurkan gerbangnya dengan kapak dan tombak.
Ada lebih banyak pemanah yang menggantikan pemanah yang dibunuh tadi.
Oleh karena itu mereka tetap dalam posisi formasi atap perisai untuk melindungi pemanah.
Pasukan bayaran yang lainya juga maju dengan berani dengan formasi dinding dan atap perisai
Mereka mendekati pasukan yang menyerang pertama kali,mereka melakukan hal yang sama,barisan depan segera berlari ke gerbang dan ikut menghancurkan gerbang kayu itu.
Saat mereka menghancurkan gerbang dengan kapak,mereka tahu jika didalam terdapat pasukan yang banyak.
Oleh karena itu pemimpin mereka mengirim beberapa orang untuk maju dengan formasi atap perisai.
Sedangkan komandan di pos pertahanan itu berteriak memerintah mereka semua.
"Dengarkalian semua!!,musuh akan memasuki gerbang,kita barus mendorong mereka"
"Yaa!!"
:Dua baris penombak didepan membuat formasi dinding perisai dan mengacungkan tombaknya!!"
Prajurit itu sigap bergerak cepat menyusun formasi.
"Pasukan infanteri!!,berbaris di belakang penombak!!"
"Lalu pemanah berada di paling bekakang dan dibagi dua di sisi kanan dan kiri pasukan infanteri"
Komandan itu mengatur atur formasi mereka,dan komandan itu juga menaruh penghalang pasak kayu yang disusun didepan.
"Kita tunggu mereka datang dan baru kita akan bantai mereka"
Beberapa pasukan yang maju dan merusak gerbang itu mulai bersemangat melihat gerbang kayu yang retak itu.
"Ayunkan kapakmu lebih kuat!!"
"Sedikit lagi temboknya akan hancur!!"
Mereka pun terus semangat dan menghancurkan gerbang kayu itu sampai sampai muncul lubang besar di gerbang itu.
Dua pasukan.itu saling lihat dan pasukan bayaran itu ingin cepat cepat menghancurkan gerbang.
Setelah beberapa pukulan,gerbang kayunya hancur dan pasukan bayaran itu berlari dan berteriak menerjang pasukan penombak.
__ADS_1
Pasukan penombak itu memperkuat posisinya saat pasukan itu bertubrukan,mereka terdorong mundur namun penombak itu menusuk mereka juga.
Di samping kiri mereka tak sadar jika da pasukan penombak lain,mereka pun melempar tombak ke pasukan bayaran yang membentuk formasi dinding perisai.
Pasukan bayaran itu mati bergelimpangan dan semua orang terkejut dan bingung untuk melindungi diri mereka.
Karena didepan dan kiri mereka terdapat dua pasukan berbahaya.
Namun pasukan bayaran itu tak takut karena banyak yang memasuki pos pertahanan.
Mereka pun menyerang pasukan penombak yang menggunakan secondary weapon mereka,yakni pedang.
"Pemanaah!!" Teriak komandan yang ada di balkon rumah besar.
Pemanah yang ada di kanan barisan pasukan Estrandia mulai memanahi mereka,dan pasukan infantri itu keluar dari barisan dan menyerang paduksn bayaran itu.
Pasukan infantrindari arah kanan dan kiri itu maju dan mengepung mereka.
Namun pasukan bayaran yang membawa kapak besar itu menyulitkan mereka,tangan mereka bergetar saat mengangkat perisai untuk melindungi dari serangan kapak.
Sedangkan pasukan penombak yang berubah jadi infantri tadi menubruk mereka dengan perisai dan membunuhi pasukan bayaran itu.
Pasukan Estrandia sangat unggul dan menguasai jalan ya peperangan.namun mereka dikalahkan oleh jumlah yang banyak.
Duaribu pasukan bayaran melawan sembilan ratus enam puluh prajurit Estrandia
Meskupin kualitas bisa menang atas kuantitas namun jika mereka yang unggul terlalu sedikit dan digerus oleh kuantitas yang banyak,sama saja mereka kalah meskipun punya keunggulan.
Namun mereka tak kunjung melihat pasukan satu pun sedang menuju ke pos.
Mereka pun membuang harapan mereka dan fokus mendorong mereka keluar tembok dan membunuhi mereka.
Semua penombak dan infantri itu membuat formasi besar,mereka berbaris sangat panjang sekali membentuk jaring dan maju mendorong mereka hingga ke gerbang.
Pemimpin pasukan bayaran itu pun menempatkan Pemanah ya di tembok dan di atas gerbang kota.
Saat pemanah itu berbaris,mereka melewatkan banyak anak panah dan mengenai beberapa prajurit yang harus mundur ke belakang dan digantikan oleh prajurit lain.
Komandan itu membalasnya dengan menempatkan separuh kumpulan pemanah di balkon rumah besar.
Kebetulan disana ada kayu yang dibakar dalam wadah besi untuk membuat api, dan juga kain gorden.
Komandan itu menyuruh salah satu prajurit membawa minyak.
"Ambil minyak yang banyak,dan kalian para pemanah,keluarkan semua anak panah kalian dan ikat kain ini di anak panah kalian"
Pemanah yang dibawah itu masih bersaing dengan pemanah musuh yang berdiri di tembok
Sambil berlindung,semua pemanah itu membalut semua anak panahnya dengan kain.
Lalu mereka mencelupkan kain itu ke minyak.
Sekarang,mereka siap untuk membakar musuh mereka.
__ADS_1
Mereka menjadikan satu anak panah mereka yang ditaruh di bawah.
"Bakar kain itu dan cepat bidik ke musuh"
Para pemanah itu berkumpul di wadah besi yang terdapat api.
Saat anak panah itu terbakar,mereka segera berbaris dan membidik.
Komandan itu memberi aba aba pada mereka.
"Lepaskan sekarang"
Panah api itu melesat dan mengenai pemanah musuh dan prajurit musuh yang ada di dekat gerbang itu.
Semua prajurit bersorak dan mendorong mereka karena formasi mereka lemah.
Lalu pemanah yang dibelakang itu menuju tembok dan memanahi mereka.
Dan para pemanah itu juga melihat pemandangan mengerikan,salah satu pemanah itu menuju ke balkon dan memberi tahu komandan mereka.
"Komandan!!,masih banyak pasukan musuh jauh dari tembok,mereka pun bersiap untuk melakukan serangan!!"
"Sialan!!"
Komandan itu pun berteriak ke semua pasukannya.
"Kita akan bertarung disini sampai mati,kuta adalah pintu masuk dari kota kedua di wilayah Estrandia!!"
Semua prajurit itu bersorak dengan keras dan menyambut takdir mereka mati sebagai pejuang.
"Bertarung sampai mati!!"
"Jangan biarkan mereka lewat!!"
Komandan itu pun menyusun kembali pasukannya,semua pemanah diletakkan di tembok.
Lalu masih dalam Formasi yang sama,infantri dan penombak mengetatkan perisai mereka.
Komandan menempatkan lima pemanah didepan para penombak itu.
Saat pasukan bayaran itu bergerak menyerang,muncul pasukan besar dari belakang pos pertahanan.
Salah satu dari 4 pengintai di empat arah tembok itu menuju balkon,dia berlari dan berteriak.
"Ada pasukan besar di belakang kita!!mereka memakai zirah emas dan putih!!!"
"Pasti itu pasukan dari kerajaan teokrasi!!,tapi aku tak yakin,apa kau tak melihat benderanya?" Tanya komandan
"Aku tak melihatnya karena mereka berjarak sangat jauh dari sini" jawab pengintai itu
"Kirim dua orang pasukan berkuda untuk menemui pasukan itu"
"Baik!!"
__ADS_1