Amnesia

Amnesia
prolog Amnesia


__ADS_3

 


PROLOG AMNESIA \(eps 1\)


 


Semua berjalan saja dengan normal, sampai ada satu peristiwa yang membuatku bertanya bertanya kenapa ini bisa terjadi.


Semuanya sih biasa saja semua, aku melakukan kegiatan rutinitasnya dengan lancar, seperti: bangun pagi, kerja, lembur, lalu pulang dan melanjutkan kehidupan dengan semestinya. Tapi ada sesuatu yang mulai terjadi pada ku. Waktu jam kerja lembur ditengah malam, ada hal aneh, yang belum pernahku alami selama ini, aku mulai lelah dan mengantuk, setelah melihat jam ternyata sudah pukul 23.45 malam.


Semua itu terjadi tanpa kesadaran penuh diriku. Segera berberes, dan pulang dari gedung perusahaan di mana aku berkerja, karena lelah semua yang kulihat semakin aneh, aku memaksakan diri untuk tetap pulang, sambil kelelahan aku berjalan menuruni tangga dari lantai tiga sampai lantai satu. Sampai dilorong lantai satu aku menemukan sebuah pintu kaca, terlihat dari depan pintu seperti sebuah taman indah karena penasaran ku buka pintu tersebut, dan ada seseorang yang memanggil namaku.


“Zoe,kemarilah anak manis.”


Dengan wajah kebingungan aku berjalan menghampiri sumber dari suara tersebut.

__ADS_1


“Sepertinya tidak ada orang memanggilku, lagian tempat seluas ini dimana ada orang?”


Dari bagian bawah tempat tersebut ada sebuah sungai jernih bening seperti kaca cermin. Berlari menghampiri tempat tersebut membuatku lelah. Ternyata ada sebuah pohon raksasa yang rimbun, dan aku mulai istirahat disana. Aku merasakan sakit kepala yang amat sakit.


“Aduuuhhh, sakit sekali kepalaku! Sepertinya aku lelah aku harus minum!”


Zoe mulai berjalan perlahan ke sungai tadi dan minum sedikit air dari sungai yang sangat jernih itu, setelah minum Zoe bercermin melihat dirinya sendiri, tapi ini membuatnya semakin kebingungan, dan mulai lupa semua hal.


“Ini siapa? Kenapa mirip sekali dengan ku? Dia seperti anak kecil yang kebingungan.”


“Benarkah adik adalah Zoe?”


“Zoe siapa ya? Aku tidak tahu Zoe siapa?” (sudah mulai hilang ingatan.)


“Sepertinya anak ini sudah memasuki pintu tadi.” (berbicara dalam hati.)

__ADS_1


“Hanzel siapa? Dan apa yang dia cari?”


“Hanzel adalah Dewa kedua yang menjaga taman bagian selatan dari Dunia Ilusi ini. Zoe boleh memanggilku Hanzel sudah cukup.”


“Ilusi? Apa yang dia maksut? Kenapa dia berkata seperti itu?”


Zoe hanya berdiam diri, dan muali memikirkan apa yang telah terjadi pada dirinya. Dilain kondisi Hanzel membantu ssedikit bertanya kepada Zoe tentang keadaan saat ini, keadaan yang dimaksut Hanzel yaitu, kenapa Zoe bisa datang kemari, dan apa penyebabnya.


“Zoe bagaimana caramu bisa datang ketempat ini? Apakah kamu merasa ada yang membuatmu bingung?” (tanya Hanzel.)


Mendengar pertanyaan Hanzel membuat Zoe tambah kebingungan. Mau bagaimana lagi, Zoe sudah terlanjur kebingungan dengan yang terjadi sekarang, malahan Hanzel memberikan pertanyaan yang belum tentu Zoe dapat menjawabnya pada waktu itu juga. Yang bisa Zoe lakukan sekarang adalah diam, dan kebingungan sambil menyadari apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.


Sekarang yang dilakukan Hanzel hampir sama dengan Zoe, diam, dan berpikir cara yang benar untuk berbicara dengan Zoe. Hanzel merasa Zoe adalah orang yang terpilih untuknya, maka dari itu Hanzel mencoba mulai bersosial, dan komunikasi sedikit-dikit, agar lebih terbiasa. Itu semua dapat dirasakan setelah orang itu bisa memahami apa yang ingin didapatkannya. Sepertinya itu salah satu faktor yang Hanzel miliki, dan Hanzel rasakan.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2