Amnesia

Amnesia
Novel dan Dimas


__ADS_3

Hari ini dimas datang kembali ke kos ku, aku menjadi lebih akrab dengannya, sementara sudah 10 hari Silvi atau pun Tya tidak ada kabar, aku pun tidak menghubungi mereka.


"Aku membawa beberapa novel yang aku sering baca, mungkin saja bisa jadi referensi untukmu" ujar dimas, yang sedang membuka tasnya dan mengeluarkan banyak novel yang dia bawa.


"Banyak sekali" ujar ku sedikit keheranan


"aku ini senang membaca, aku pikir kamu juga sudah membaca beberapa, tapi barang kali ada yang belum, jadi aku bawa banyak" Semangat sekali dia. "Aku menyukai karyamu, aku tak mau kalau kau berhenti menulis, jadi aku bawakan referensi agar bisa membuatmu mengimajinasikan perasaan dan keadaan"


"Terimakasih, maaf aku jadi merepotkan" ujar ku sambil melihat beberapa novel yang dia bawa, novel yang dia bawa, beberapa sulit ditemui dan bisa dibilang langka. rasanya ini menyenangkan membaca novel-novel seperti ini.


"Sudah lama kau suka membaca tulisan-tulisan seperti ini?" tanyaku


"Tentu saja, aku sangat suka membaca, karena hanya sedikit temanku, seperti dirimu paling kenal satu dua orang, tapi aku tak bisa menulis, hanya suka membaca saja" dia duduk sila didepanku begitu antusias


"Kenapa tidak mencoba?" tanyaku sambil membaca beberapa novel yang dia bawa.


"aku sudah mencobanya, tapi itu tidak bagus" ujar Dimas.


"Tak apa, sesuatu yang dilakukan pertama kali jarang ada yang bagus, tapi jika terus di lakukan akan membaik, skill mu bisa bertambah" ujar ku.


"benarkah? jadi bagaimana caranya?" matanya berbinar-binar. "menyenangkan di ajari oleh penulis yang hebat seperti mu


"ah tidak juga, aku hanya terus menulis, aku mencoba menuliskan perasaan dan menggambarkannya dalam kata-kata, orang sepertimu yang sudah banyak baca referensi pasti akan mudah memilih kata" aku mengambil buku dan pena, kemudian aku memberikan itu padanya.


"dan yang paling penting, tulis kan apa yang kamu rasakan dan rasakan apa yang kamu tuliskan"

__ADS_1


"wah, seorang profesional memang hebat, kau menjelaskannya dengan sangat detail sekali, mulai hari ini aku akan belajar padamu ya" dia memohon dan menunduk, aku menjadi sedikit tidak enak padanya.


"sepertinya kau harus menemukan guru yang lebih baik, aku sendiri saja sedang tidak bisa menulis lagi" ujar ku sedikit menolak, dan membuatnya mengangkat kepalanya


"kalau begitu hal pertama yang akan aku lakukan adalah membuatmu bisa menulis lagi" ujarnya, dia orang yang benar-benar bersemangat.


aku hanya tersenyum, menanggapi semangat yang dia tunjukan.


"Semoga saja ya"


setelah itu, kami sibuk dengan membaca novel yang dibawa dia, sungguh koleksi nya sangat luar biasa. aku membaca novel yang benar-benar memakai sudut pandang perasaan, hingga aku terhanyut didalamnya.


Tak terasa sudah 2 jam aku menikmati keheningan dalam membaca novel ini, novel yang sangat menarik, ini sangat luar biasa.


sepertinya Tya tidak menyadari keberadaan Dimas, yang sedang asik membaca di belakangku.


"Seperti nya, aku memang tidak bisa menyerah begitu saja, aku akan mendapatkan hatimu bagaimanapun caranya"


Dia kemudian memelukku, sementara aku mencoba melepaskan pelukannya karena tidak enak karena sedang ada tamu, yaitu Dimas.


"eh Tya, kita bertemu lagi ya" ujar Dimas yang tersenyum mengabaikan keadaan Tya sedang memelukku


"Dimas?, Tumben sekali Nata mempunyai teman dan membawanya kemari, eh apa kabar kamu Dim?"


Tya melepaskan pelukannya dan mengajak bersalaman dengan Dimas.

__ADS_1


"Aku baik, iya beberapa hari lalu aku melihat Nata disekitar sini, setelah aku tau dia tinggal disini, aku memutuskan untuk datang berkunjung, kebetulan juga kita memiliki hobi yang sama" ujar nya, dia bersalaman namun Dimas seperti nya tidak bisa menatap wajah Tya, sepertinya dia menghindar.


"Kamu tinggal disekitar sini Dim?, Sudah lama sekali ya kita tidak bertemu" ujar Tya, sepertinya Tya sangat senang bertemu dimas.


"Iya aku juga ngekos disekitar sini, di depan sebelum pertigaan, ada toko, nah di sana kosan ku. sudah sangat lama Tya, mungkin 5 tahun" Dimas sama sekali tidak menatap Tya, dia hanya terfokus dengan novel yang dia baca. apa seperti ini orang yang benar-benar tergila-gila dengan novel


"Hei kalian, jangan lupa ada aku juga disini" ujar ku yang sedikit kesal karena diabaikan.


"haha, iya-iya. oh iya aku membawa ini makanan, untung aku beli banyak, jadi bisa cukup untuk kita bersama" dia memberikan bungkusan itu padaku.


aku bergegas mengambil piring dan menyimpan makanan itu di meja.


"kalau mau ambil disini ya, aku mau membaca novel lagi"


"Iya, ini buku-buku punya siapa? banyak sekali"


"oh, itu semua punya Dimas, dia membawakannya untuk aku baca"


Tya melihat beberapa judul, seperti nya dia tertarik juga dan mulai membaca.


"Kalau begitu, aku juga ingin disini dahulu, sepertinya ini buku bagus, jadi bolehkah aku meminjamnya dan membacanya disini?"


"Tentu saja" ujar Dimas


Hari itu kami bertiga ada di kamar kos ku, namun keheningan yang tercipta tanpa ada rasa khawatir. kami membaca dan begitu menikmati nya.

__ADS_1


__ADS_2