Amnesia

Amnesia
Taman Bermain


__ADS_3

Aku memutuskan untuk berkencan dengan Tya, sudah lama sekali aku tidak melakukannya.


Jam 6 pagi, di kamarku. rasanya begitu berat aku harus membuka mata, gravitasi kasurku pun sangat kuat


"Nata bangun, nanti kesiangan loh"


"Ah Tya, baru jam berapa ini? pagi-pagi begini sudah ada di kamarku saja. aku masih mengantuk Tya" ujar ku sambil menggosok mata


"Sudah jam 6 Nata, bangun"


"Aku masih mengantuk, tunggu 1 jam lagi, semalam aku begadang untuk menyelesaikan Novelku"


"kamu ga mau menemaniku Nata?"


"Taman hiburan kan buka jam 10, masih lama sekali Tya" aku menguap, sangat mengantuk sekali


"Terus, gimana dong, masa aku cuma datang untuk melihatmu tertidur"


"Ya sudah sini tidur saja, sini bobo" aku mencoba merayunya


Tya duduk di sampingku, dia mengusap kepalaku.


"ya sudah kalau mau tidur, tapi izinkan aku mengusap kepalamu"


aku mengangguk kemudian tertidur.


dalam mimpi, aku memimpikan Silvi, rasanya tampak nyata, wajahnya, senyumannya, bahkan kehangatan pelukannya begitu terasa. tak sadar aku langsung terbangun dan memeluknya.


"Silvi, kemana saja dirimu"


namun saat aku buka mataku, aku merasa kaget dan merasa bersalah. yang aku peluk ini ternyata Tya bukan Silvi, dia melihatku, matanya berkaca-kaca, dia mencoba menahan tangis.


"Kau sangat merindukannya ya Nata?"


"Maaf, aku tidak bermaksud seperti itu" rasanya begitu canggung sekali


"Tidak apa apa kok, aku harus mengerti, nyatanya aku tidak bisa mengisi hatimu seperti dia" Tya seperti ingin menangis, wajahnya menunjukkan ekspresi tidak berdaya


"Tidak, maafkan aku Tya"


"padahal sudah 4 tahun berlalu ya, kau masih sangat merindukannya, mungkin dia sangat berkesan dalam hatimu" air matanya mulai menetes


"iya" aku menjawabnya dengan menundukan kepala


Tya mendorong ku kembali ke kasur, lalu dia memelukku, aku tau dia cuma hanya ingin menyembunyikan kesedihannya


"Tapi, kamu harus ingat, sekarang Nata adalah milikku, milikku seorang" Tya tersenyum namun matanya berkaca-kaca.


Aku memeluknya dengan erat dan menciumnya, aku coba menghiburnya.


"Iya, sayangku".


Setelah kejadian canggung itu, aku pergi mandi dan berangkat ke taman bermain.


" wah, sudah lama sekali aku tidak kesini, ramainya" ujar Tya


Taman bermain sungguh sangat ramai, banyak orang datang kesini, disebelah kanan ada antrian untuk rollercoaster, di kiri ada biang lala, dan di depan komedi putar, banyak sekali permainan disini, Orang-orang datang untuk berbahagia.

__ADS_1


"Aku juga sama, mungkin terakhir smp bersama keluargaku, dan sekarang benar-benar ramai"


"Nata, aku ingin naik semuanya" wajah manja Tya keluar


"Iya, iya" aku coba mengusap kepalanya.


hari itu, Tya sangat semangat, dia sangat menyukainya, kalau ku pikir-pikir karakter pemalu nya yang dulu sudah berubah menjadi karakter yang ceria.


Semua wahana permainan kita coba, dari komedi putar, rumah hantu, roller coaster, dan permainan lain nya. senyum bahagia tidak lepas dari wajahnya. aku puas datang kesini, aku senang melihat dia begitu bahagia.


"ah kau sangat ketakutan Nata, hahaha" Tya tertawa setelah aku begitu pucat turun dari rollercoaster


"ampun, sepertinya aku tidak mau menaikinya lagi" aku merasa menyerah


"Tunggu di sini, akan aku belikan minuman untukmu" Tya pergi ke selatan, di sana memang banyak orang menjual makanan dan minuman


"Terimakasih Tya"


Tya pergi membelikan ku minuman, sementara aku hanya duduk menikmati keadaan, keramaian aku rasa bukan sesuatu yang buruk.


eh, kenapa tidak sekalian kita pergi makan dulu ya? rasanya aku juga sudah lapar.


Ketika aku menunggu Tya, Aku melihat sosok seperti Silvi, dia terlihat begitu cantik, begitu mirip dengannya. ingatanku tentangnya kembali, rambutnya yang panjang, senyumnya dan postur tubuhnya. itu Silvi, aku yakin itu Silvi.


Aku coba beranjak dan mengejarnya, namun Tya datang, membawakan ku minuman dingin. ah sial rasanya. padahal aku baru mau memastikannya.


"Nata, kamu kenapa, seperti terlihat kaget dan juga kesal" Tanya Tya begitu heran


"Tidak Tya, tidak apa-apa" aku mencoba mengelak dan menggaruk kepalaku


"tidak apa-apa" ujar ku masih coba menyembunyikannya


Setelah kejadian itu kita berdua berkeliling mencari tempat makanan yang cocok.


"wah banyak sekali makanan disini" ujar Tya kegirangan


"kamu mau makan apa?" tanyaku


"aku mau semuanya" wajahnya yang ceria itu aku pikir yang membuat aku jatuh cinta padanya.


keadaannya begitu penuh, banyak orang dan mengantri, namun aku dan Tya begitu bahagia. keramaian adalah salah satu obat bagi orang-orang kesepian.


selesai makan, aku ingin mengajak Tya ke suatu tempat, namun rasanya kenyang sekali.


"Selesai dari sini aku ingin ke toko buku, kamu mau mengantarku?" ujar ku mengajak Tya


"oke, kamu mau membeli apa?, Nata" sepertinya Tya penasaran


"Aku ingin membeli referensi, novel, rasanya aku mulai stuck, dan ide ku tak muncul" wajahku sedikit berkerut


"oh oke, nanti kita pergi ke sana, tapi aku masih ingin menaiki itu" Tya menunjuk bianglala


"oh kamu ingin menaiki bianglala (kincir ria) ?" jawabku tersenyum, ah sepertinya dia menginginkan hal romantis


"Iya Nata, kan sepertinya itu romantis" wajahnya sedikit memerah, wajah malunya keluar. dia cantik sekali


"haha Tya, ada-ada saja, tapi baiklah" aku menuntunnya ke sana

__ADS_1


akhirnya aku menaiki bianglala tersebut. bianglala berputar perlahan, namun Tya tampak senang sekali.


ketika putaran ini, posisi kita sedang ada pada posisi paling tinggi, melihat senja yang indah.


"kau lihat? senja itu begitu cantik, namun senyum mu hari ini jauh lebih menenangkan bagiku"


wajah Tya benar-benar memerah


"Iyakah?"


aku mendekati wajah yang malu itu, semakin dekat. aku menciumnya di ketinggian.


"Tya, aku mencintaimu"


setelah kejadian itu, wajah Tya benar-benar memerah, dan dia tidak berkata apapun lagi setelah nya.


Selajutnya, aku dan Tya pergi ke toko buku langganan ku, Toko buku Amigos, di sana merupakan toko khusus novel, terdiri dari dua lantai, banyak sekali buku didalamnya, dari mulai novel tahun 1800 sampai yang terbaru ada di sana. bahkan novel karangan Buya Hamka saja ada lengkap. semuanya tersusun rapi berdasarkan genre nya.


Tya menunjukan buku novel yang menurutnya bagus, seperti nya Tya menyukai genre horor. sedangkan aku sibuk membaca beberapa novel genre romance setelah itu memutuskan membeli beberapa.


Seseorang yang tak ku kenal mengikuti ku, aku merasakannya, sejak aku masuk toko ini, dia melihatku, memperhatikan ku. rasanya tidak enak sekali. kemudian dia mendekatiku, jantungku rasanya mau copot


"eh, ini Nata ya? penulis Novel Eunoia?"


"eh, benar ini siapa?" aku merasa kaget, hampir saja jantungku copot


"aku penggemar beratmu, buku mu sangat laris dimana pun, katanya ini berasal dari kisah nyata. setiap kali aku membacanya, air mataku terus keluar membasahi pipi" ujarnya begitu bersemangat


"jika boleh aku minta tanda tanganmu" dia begitu senang, padahal aku pikir awalnya dia orang yang menakutkan


"boleh saja, aku pikir novel ku tidak seterkenal ini loh, senangnya" aku tersenyum dan mendatangi novelku yang dia bawa.


"Terimakasih kak Nata, aku tunggu lanjutan nya" dia pergi dengan senyuman


Hari ini sangat menyenangkan, Taman bermain memang melelahkan,tapi ada yang meminta tanda tangan adalah sesuatu yang mengagetkan


"Nata mulai terkenal ya" Ujar Tya sembari tersenyum dan mulai menggenggam tanganku


"haha tidak, biasa saja"


"beruntungnya aku memiliki pacar penulis yang hebat" ah senyuman Tya manis sekali


"aku masih perlu banyak belajar kok" aku meras malu


"Nata, antar kan aku pulang ya" ucapnya genit


"oke" aku memegang erat tangannya.


Sesampainya di rumah Tya, dia membuka pintu dan Tya langsung mencium bibirku


"ini hadiah untuk hari ini, terimakasih" wajahnya benar-benar memerah


"eh, terimakasih" aku tersipu malu


di perjalanan pulang, pikiranku sedikit terganggu, sosok perempuan yang mirip dengan Silvi, apakah itu dia? tapi rasanya tak mungkin.


ah, mungkin dia takkan pernah pergi dari hatiku

__ADS_1


__ADS_2