Amnesia

Amnesia
Bunga dan Kupu-kupu


__ADS_3

Susana pagi itu sangatlah panas, aku tak mengerti harus bagaimana, kali ini cinta terasa seperti belati yang siap menusuk dan menghujam, ada yang dihujam kebahagiaan, namun kebanyakan ditusuk penderitaan.


Angin berbisik padaku bahwa ini adalah peperangan, sedangkan aku adalah raja yang mengendalikan kedua belah pihak, aku tak ingin ada yang terluka, karena perang hanya menghasilkan derita, yang menang akan kehilangan dan yang kalah akan hancur. namun aku juga tak bisa menahan atau menghentikan, peperangan ini dimulai sebelum aku mengetahui nya.


Pertahanan mereka adalah perasaan dan ego, sedangkan pedang mereka adalah perkataan, keduanya saling menyerang, sampai lupa apa yang mereka perjuangkan.


"Sudahlah, jika tak ada yang mengalah, aku tak akan berbicara dengan kalian berdua"


Lalu Silvi dan Tya sama sama diam, lalu muncul suasana hening yang mencekam, tak ada kata, bergerak pun tak bisa, hanya saling menatap berperang lewat prasangka.


bel sekolah pun berbunyi, loncengnya seakan tanda gencatan senjata, semua kembali tenang dan duduk di tempat masing-masing.

__ADS_1


Rasanya begitu tenang, biarkan aku menikmati indahnya langit sejenak, melupakan pertikaian yang terjadi. Kulihat ada kupu-kupu yang terbang terombang-ambing, melawan hembusan udara, dia tetap bertahan dan terbang, demi menggapai nektar bunga di sekeliling taman.


bel istirahat berbunyi, tanda peperangan kembali terjadi, harusnya aku bisa mengakhiri, karena ini akan jadi derita yang tak terhenti, aku tak mau mereka saling membenci, apalagi saling memaki, namun apa yang bisa aku lakukan sendiri, hanyalah berharap semua tak pernah terjadi.


"aku tak suka"


aku pergi meninggalkan mereka, menuju tempat biasa. rasanya aku mulai merindukannya kesepian yang pernah hinggap dan kini pergi.


Mereka mengejar ku, saat itu sedang sibuk menatap langit, namun langit kali ini berwarna hitam ke abu-an. lalu air hujan berjatuhan.


Silvi menangis tersedu-sedu, sedangkan Tya malah datang dan menamparku

__ADS_1


"Sudah aku bilang, aku hanya ingin mengatakannya saja, lalu kamu pikir aku mau mencintaimu? tidak, tapi rasa ini datang begitu saja dan memilihmu, jika kau tidak memperbolehkan nya, kau sangat egois, kamu pikir cinta hanya pantas untuk orang-orang yang saling menyayangi dan memiliki, tidak. Cinta datang pada saat dan waktu yang dia mau, dan jika kau masih bilang ini salahku, tunjukan cara agar aku tak lagi mencintaimu "


aku terkaget dengan semua perkataan Tya, aku mulai pikir tak ada salah dengan yang Tya katakan. namun bagaimana aku menghargai hati Silvi


"Aku sama sekali tak berencana merebut mu, menjadikanmu sebagai milikku, aku hanya ingin kalian tau, aku mencintai Nata, dan aku tak bisa memilih untuk itu, kamu pikir aku bisa memilih seseorang saat aku jatuh cinta?, tidak. tak ada yang bisa menahan sakitnya merindukan seseorang sendirian, mengharapkan seseorang yang bukan milikmu".


Silvi kemudian mendatangi Tya, dia memeluknya, pelukan penuh dengan keikhlasan.


"Tya, maafkan aku, aku terlalu egois, menginginkan hanya diriku yang mencintainya, padahal aku sudah mendapatkan seluruh cintanya" ujar Silvi penuh kehangatan


Tya hanya terdiam dalam pelukan Silvi. aku hanya bisa memalingkan badanku.

__ADS_1


hujan turun dengan deras, turun bersama kesedihan menyembunyikan air mata yang seharusnya turun. pada akhirnya "Cinta" yang mengawali perang ini dan "Cinta" pula yang mengakhiri nya.


Cinta itu seperti bunga yang menunggu kupu-kupu mana yang akan hinggap, dia tak bisa memilihnya namun dia akan menyayangi kupu-kupu yang datang dan mencatatnya sebagai kenangan


__ADS_2