
Sudah satu bulan berlalu, aku tak mendapatkan kabar apapun darinya, dia menghilang, bahkan tak ada satu media pun yang memberitakannya.
Perasaan kesepian ini, mulai berubah menjadi frustasi, aku seakan menyerah menunggu kabar darinya, aku mulai rusak, depresi mulai menghancurkan tubuhku dari sel-sel yang terdalam, membusuk bersama tulang belulang.
kadang aku berfikir, jika aku mati masih bisakah aku menemui mu di alam yang lain nanti? atau mungkin beberapa tahun aku bisa bangkit dan memulai lagi. aku tak tau harapan mana yang harus ku sentuh, tak ada lagi jiwa yang menyanyi, tak ada lagi tari senyuman di wajahmu. aku benar-benar ingin mati.
Ibuku, menangisi keadaanku tiap hari, aku mulai tak tega dengannya, aku coba keluar dan duduk di ruang tamu. ku lihat ada sepucuk surat.
Ibuku bahagia melihatku keluar dari kamar, dia menangis memelukku, aku tak pernah melihat ibu seperti ini.
"Nata, kamu harus kuat, jalan hidupmu masih panjang"
"Iya bu, maafkan aku telah membuatmu khawatir".
" Tidak apa-apa. sebenarnya ada sesuatu untukmu, namun ibu tak berani memberikannya waktu itu"
"Apa bu? Nata pengen lihat"
"ada surat untukmu, ibu menemukannya dari jaket mu, waktu ibu mau mencucinya."
aku kembali ke kamarku, sambil memegang surat itu, aku melihat cermin. Tak lama aku tertawa melihat diriku dalam keadaan lusuh, dan rambut panjang kusut aku.
__ADS_1
"Aku segila ini karenanya, tapi aku pikir ini sebanding, karena dia yang melukis ku kini tiada" gumam ku
"apa dia akan kembali?" air mataku mengalir begitu deras
"jika dia mati pun, aku ingin berterimakasih didepan kuburannya, bahwa aku pernah bertemu dengannya"
ku coba menenangkan diri, aku ingat masih memegang surat tersebut, lalu aku baca. isinya seperti ini
*Untuk Ura Kekasihku tercinta
Hallo sayang, apa kabarmu? apa kamu baik-baik saja? semoga kamu tak menangisi kepergian ku terus ya.
melalui surat ini aku ingin menceritakan banyak hal, ada banyak yang ingin aku sampaikan, tapi sayang surat ini ku buat dalan waktu yang terbatas
Kedua, aku minta maaf, telah menyembunyikan hal ini, aku cuma tak mau dicintai olehmu karena kasihan, jadi maafkan aku ya? aku tau kamu orang baik pasti akan memaafkan ku. tetaplah menjadi orang seperti itu ya
Ketiga, aku bersyukur menikmati hari-hariku bersamamu, meski banyak yang menyukaimu, akhirnya akulah yang menjadi pacarmu, aku hebat sekali kan? hahaha, sepertinya kamu beruntung sekali memiliki pacar secantik aku, aku yakin kamu takkan mendapatkan wanita secantik diriku lagi.
Keempat, Terimakasih sudah mencintaiku, aku tau hatimu hanya terisi oleh aku, namun kadang kamu sedikit nakal, karena kamu baik, kamu baik pada semua orang, termasuk Tya, itu membuatku cemburu loh, hahaha aku malu mengakuinya, tapi Tya juga sangat cantik, jadi aku takut kamu berpaling.
Kelima, Terimakasih atas perhatian yang kamu berikan untukku, saat kau mengkhawatirkan ku, aku sungguh sangat bahagia sekali, Ura ku memang yang terbaik
__ADS_1
Keenam, aku menunggu mu loh, kau sudah berjanji akan menikahi ku, jadi jika nanti aku sehat lagi aku pasti akan menagihnya, hehehe. aku baru mendapatkan pelukan dan ciuman darimu, aku menginginkan lebih. aku sudah memaksamu, tapi kamu memang orang baik, yaps aku pasti jadi wanita yang paling berbahagia nanti saat menikah denganmu. lalu kelak akan aku ceritakan pada anak-anak kita bahwa ayahnya orang yang baik. awas ya jangan selingkuh.
Terakhir, Jika aku mati, aku harap kau tetap melanjutkan hidupmu, dan kali ini aku ijinkan kamu mencintai wanita lain, sepertinya Tya sangat bisa membahagiakanmu, jadi jangan sakiti dia. meski nanti di surga aku akan cemburu, namun akan aku maafkan.
Aku boleh meminta sesuatu tidak? permintaan ku ini aku rasa egois, tapi tak apa, aku memang selalu egois jika di dekatmu jadi maafkan.
aku ingin, kamu menuliskan kisah kita, meski beberapa halaman, aku ingin meskipun aku mati, kamu tetap mengingatku, melalui tulisan-tulisanmu. sudah dulu ya, aku lelah menulis. jika nanti aku pulang sambut aku dengan pelukanmu.
aku memang egois ya hehe
salam, dari kekasih mu tercinta
calon istrimu
Silvi*
Setelah membaca surat itu aku berteriak dengan sangat keras, aku merasakannya. Silvi hidup didalam hatiku. dia ada disini, jiwanya memeluk jiwaku.
kecil, nakal namun sangat cantik sekali, untuk kali ini saja, aku harap semua yang terjadi ini adalah bohong, meski kebohongan dapat membekukan hati.
Dia adalah dunia yang aku hindari sejak awal, namun setelah ciuman yang dia berikan, meski sudah menyadarinya, kita berdua jatuh bersamaan.
__ADS_1
Senyum diwajahnya itu benar-benar sebuah anugrah, ah sial senyum itu menghantui ku.
Kekasihku, segeralah pulang.